not allowed green laser pointer

8 September, 2012

Barangkali saja karena “gratifikasi” menerima hadiah laser pointer berwarna hijau untuk mendukung penampilan presentasi, baru sekali digunakan harus berpisah dengan laser pointer tersebut tanpa harapan berjumpa lagi. Melalui gerbang sekuriti transit di Dubai International Airport, laser pointer tersebut tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam kabin pesawat.

Astaga, sudah terbang 8 jam dan selama itu laser pointer tidur tenang di dalam kotaknya di tas jinjing, dan pada waktu keberangkatan semula tidak ada larangan. Maka larangan itu membuat saya bertanya kepada petugas, saya juga bersikeras bahwa saya membutuhkannya untuk presentasi. Jawaban yang sangat tidak memuaskan adalah “tidak boleh”, begitu saja. Ketika ditanyakan, bagaimana mungkin tidak boleh? Mendapat jawaban yang lebih tidak memuaskan: “Karena bisa dimain2kan di dalam kabin dan mengganggu pekerjaan pilot.”

Astaga, memangnya saya idiot yang tega membuat keadaan tidak nyaman di pesawat? Untuk menumpang pesawat saja sudah merasa tidak aman, apalagi ditambah membuat masalah? “Pak, tolong bereskan barang Anda karena mengganggu penumpang lainnya yang akan lewat.” WHAT? Karena mlas bertengkar, saya terpaksa say goodbye to the green laser pointer.

Untuk Dubai, barangkali hanya Emirates yang melarang untuk memasukkan laser pointer ke dalam kabin. Namun sesuai TSA, petugas dapat saja melarang masuknya suatu benda yang dicurigai ke dalam kabin walaupun tidak ada di dalam daftar barang-barang berbahaya.

cerita senasib ini juga dapat dibaca di threads berikut:

http://www.emirates.com/english/help/faqs/FAQDetails.aspx?faqId=214915

http://www.tsa.gov/travelers/airtravel/prohibited/permitted-prohibited-items.shtm

http://www.emirates.com/english/images/DGR%20Table%202.3A%202011%20(2011.08.07)%20-%20rev.02_tcm233-239104.pdf

http://www.ainonline.com/aviation-news/ainsafety/2012-05-21/laser-incident-numbers-climb-enforcement-increases

http://www.travelbanter.com/showthread.php?t=144019

http://www.tsa.gov/assets/pdf/Prohibited%20and%20Permitted%20Items_printerfriendly_3-16-07.pdf

http://www.flyertalk.com/forum/american-aadvantage/150151-laser-pointers-really-banned-carryon-list.html

http://www.tsa.gov/assets/pdf/Prohibited%20and%20Permitted%20Items_printerfriendly_3-16-07.pdf

http://www.aktnz.co.nz/2010/10/20/laser-shown-on-plane/


“lampu ini bukan untukku, tetapi untuk orang yang berpapasan denganku.”

6 Juli, 2010

alkisah seorang buta berjalan di malam hari dengan membawa lentera, ketika ditanya mengapa ia membawa lentera padahal ia tidak membutuhkannya karena buta, lalu jawabnya: “lampu ini bukan untukku, tetapi untuk orang yang berpapasan denganku.”

dalam kisah tersebut, orang buta itu menyadari sekali bahwa lentera adalah sarana keselamatan baginya supaya tidak ditabrak orang ketika ia berjalan di malam hari. Hari-hari ini saya sering temui pengendara di malam hari yang “lupa” menyalakan lampu kendaraannya. Karena kondisi di malam hari dianggap sudah cukup terang oleh lampu jalanan, bukan berarti kita boleh mematikan lampu kendaraan kita. Karena tanpa menyalakan lampu kendaraan bisa jadi kita tidak terlihat oleh orang lain. Hal ini berbahaya dan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.


%d blogger menyukai ini: