nasib tiang lampu

28 November, 2014

Aku tak mau menjadi seperti tiang lampu,
yang ambruk, patah pada cable box,
yang tak sanggup menahan hempasan angin,
yang rubuh menghalangi jalanan,
yang akan disingkirkan karena tak lagi berguna.

Aku tak mau menjadi seperti tiang lampu,
yang malang nasibnya karena salah desain,
atau mungkin karena salah fabrikasi,
mungkin juga hanya korban korupsi.

(@nd, 28112014) – at Halte TransJakarta Dukuh Atas

View on Path

Iklan

pimpinan dan pejabat

23 September, 2010

Masih suasana hari raya, flyer mengenai gratifikasi meramaikan screen saver komputer para pekerja, tersebut bahwa pimpinan dan pejabat (level manajer ke atas) di tempat saya bekerja tidak diperkenankan menerima segala bentuk gratifikasi dari bawahan, rekanan maupun institusi lain. Apabila berbentuk makanan maka boleh disalurkan kepada kaum duafa melalui panti atau yayasan terdaftar dengan tetap mencatat bentuk dan nilainya untuk dilaporkan melalui formulir gratifikasi.

Bahkan kantor saya menjalin kerja sama dengan KPK untuk pengendalian gratifikasi tersebut. Hal ini merupakan langkah nyata memerangi korupsi. Tetapi sayup-sayup terdengar bisikan di belakang saya, “apabila yg dilarang hanya pimpinan dan pejabat maka karyawan biasa boleh dong menerima gratifikasi?”


antara kuitansi dan gamis

21 November, 2008

Pada setiap perjalanan bisnis perusahaan, biasanya kita dapat mengklaim semua pengeluaran sesuai dengan peraturan apabila dapat menunjukkan bukti-bukti pengeluaran tersebut. Pembayaran fiskal, transportasi, hotel, dan makan, asalkan dapat menyerahkan bukti-buktinya perusahaan akan menggantinya. Atau jika diberi panjar perjalanan, maka akan diperhitungkan pada saat pertanggungjawaban panjar. Bagaimana kalau kuitansinya hilang? Apa yang dapat kita lakukan?

baca lanjutannya


%d blogger menyukai ini: