ziarah kubur

30 Januari, 2015

Sejahtera ke atas kamu wahai penghuni kampung,
daripada orang-orang mukmin dan muslim.
Sesungguhnya kami dengan kehendak Allah akan mengikuti kamu.
Semoga Allah memberi rahmat kepada orang yang pergi dahulu dan yang mengikuti kemudian.
Kami memohon kepada Allah kesejahteraan bagi kami dan kamu.

(HR. Muslim dan Ibnu Majah)

View on Path


menziarahi al-baqi

11 Maret, 2014

image

Kuburan Al-Baqi terletak di sebelah tenggara Masjid Nabawi. Telah dimakamkan di sana para istri dan bibi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, anak beliau Ibrahim, dan beberapa orang sahabat radiyallahu anhum. Kebanyakan warga Madinah dan peziarah merindu untuk disalatkan di Masjid Nabawi kemudian dikuburkan di Al-Baqi ketika wafat. Selain karena banyaknya yang menyalatkan juga karena adanya anggapan bahwa penghuni Al-Baqi adalah yang pertama kali dibangkitkan di hari kiamat sebelum penghuni kubur lainnya.

Al-Baqi dibuka untuk umum yang hendak menziarahinya hanya pada dua waktu, yaitu pagi hari di waktu duha dan sore hari setelah salat Asar. Selain kedua waktu itu tertutup dan dibuka bagi yang menguburkan mayat saja. Hanya laki-laki saja yang diperkenankan masuk pekuburan, sedangkan para wanita dipersilakan untuk menunggu dan mendoakan dari luar.

Di Al-Baqi, semua kuburan memiliki bentuk yang sama, berbentuk gundukan dan batu penanda sebagai nisan tanpa nama. Hanya kerabat saja yang mengetahui di mana kubur sanaknya berada. Dahulu pernah ada penanda pada kubur para istri Rasulullah dan beberapa sahabat, berupa bangunan yang memayungi dan nisan bernama. Tetapi para pelaku kesyirikan menjadikannya kuburan keramat dan tempat mengalap berkah. Kemudian semua bangunan diratakan dan tanda nama dihilangkan oleh pemerintah kerajaan Saudi, dalam rangka memenuhi wasiat Rasulullah terhadap kuburan.

Berziarah kubur adalah sunah yang tidak hanya ditujukan pada Al-Baqi tetapi juga kepada pekuburan lainnya, yaitu dalam rangka mengingat mati dan orang yang telah mati, mengingat tempat kembalinya bisa surga atau neraka. Disunahkan pula ketika mendatangi pekuburan muslim untuk mendoakan keselamatan dan memintakan ampun kepada Allah bagi penghuni kuburan. Bukan untuk berwasilah apalagi mengalap berkah.


hantu pocong

23 Februari, 2014

obrolan antara baba dengan tsuraya sambil menyuapi makan siang.

baba: mba aya, kalau kamu malas makan, nanti tidak bisa menegakkan badan.
tsuraya: jadi lemes ya ba?
baba: iya, ga bisa beribadah dengan baik. hanya berbaring saja.
tsuraya: seperti orang mati?
baba: maka itu kita makan agar tetap hidup.

tsuraya: kalo orang mati nanti jadi pocong ya ba.
eyang ikut menimpali: orang mati itu dibungkus kain kafan.

baba: iya, pocong itu kain kafan yang membungkus mayat.
tsuraya: terus nanti pocongnya bangun, menakut-nakuti orang ya ba?

eyang: mana sempat menakuti orang? mayat itu kalau sudah dikubur sibuk menghadapi pertanyaan malaikat.

baba: iya mbak. yg menakut-nakuti orang itu namanya hantu.
tsuraya: hantu kan setan ya ba?
baba: iya, hantu atau jin yang nakal, itu temannya setan. orang biasa gak bisa melihat mereka.
tsuraya: setan kan hanya bisa dilihat oleh temannya ba.

eyang: wahaha… kalau begitu yang bisa melihat setan sama dengan temannya setan dong?

tsuraya: iya, hihihi. temannya setan.
baba: maka beruntunglah kita yang tidak diperlihatkan, bukan termasuk temannya setan.
tsuraya: aya gak mau ah jadi temannya setan.
baba: makanya, makannya yang lahap dan jangan malas ya!
tsuraya: oke deh ba!


menjawab pertanyaan alam kubur

23 Oktober, 2011

Setiap manusia yang meninggal dunia akan mengalami ujian alam kubur sebagai fasa pertama akhiratnya. Mereka yang mampu menjawab pertanyaan dua malaikat Munkar dan Nakir akan selamat dan merasakan kenikmatan hingga hari berbangkit, serta dimudahkan dalam proses menuju surga. Namun bagi mereka yang kesulitan menjawabnya akan merasakan siksa alam kubur dan kesulitan-kesulitan lainnya sampai hari mereka dibangkitkan. Maka dari itu penting bagi kita untuk mempelajari dan memahami pertanyaan dua malaikat tersebut.

http://www.ziddu.com/download/16957636/PV_UshulutTsalatsah_UstAbdullahSyaroni_01.mp3.html


menziarahi masjid sunan ampel

5 Agustus, 2010

Waktu Isya sudah lewat satu jam ketika mobil yang kami tumpangi parkir di Jl. Nyamplungan, Surabaya. Kami berhenti di depan gerbang menuju Masjid Sunan Ampel. Sepanjang lorong dijual macam-macam pernik yang mencirikan keislaman, seperti peci, kopiah, tasbih, kitab, kaset ceramah, qiraat dan qasidah, serta kurma dan air zam-zam. Bagi saya ini kali kedua mengunjungi masjid yang didirikan oleh Sunan Ampel, salah seorang tokoh penyebar agama Islam di Jawa Timur, pada tahun 1400-an masehi. Sedangkan bagi teman saya ini kali pertamanya.

Setelah menunaikan shalat Isya, kami menengok lokasi pemakaman yang berada di sebelah barat masjid. Antara lokasi makam dengan masjid selain dibatasi oleh tembok masjid juga dibatasi oleh tembok makam yang terdapat lorong di antara keduanya. Papan peringatan yang terpampang menjadi panduan bagi pengunjung supaya berlaku sopan, tidak shalat di area pemakaman, dan berdoa hanya kepada Allah. Di area pemakaman juga sangat dianjurkan untuk melepas sepatu atau sandal, serta dilarangnya pengunjung berada di area pemakaman pada setiap waktu shalat berjamaah.

Baca entri selengkapnya »


%d blogger menyukai ini: