nasib tiang lampu

28 November, 2014

Aku tak mau menjadi seperti tiang lampu,
yang ambruk, patah pada cable box,
yang tak sanggup menahan hempasan angin,
yang rubuh menghalangi jalanan,
yang akan disingkirkan karena tak lagi berguna.

Aku tak mau menjadi seperti tiang lampu,
yang malang nasibnya karena salah desain,
atau mungkin karena salah fabrikasi,
mungkin juga hanya korban korupsi.

(@nd, 28112014) – at Halte TransJakarta Dukuh Atas

View on Path

Iklan

Earth Hour dalam pandangan muslim

30 Maret, 2012

Sebagai salah seorang pendukung WWF Indonesia, saya mendapatkan himbauan mengenai Earth Hour yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 31 Maret 2012, untuk mematikan lampu selama 1 jam yaitu pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat. Kegiatan Earth Hour ini juga dilakukan secara global di seluruh afiliasi WWF di seluruh dunia. Sebagai kegiatan rutin yang dimulai sejak tahun 2007 dan dilaksanakan setiap hari Sabtu terakhir di bulan Maret pada setiap tahunnya, menghimbau seluruh rumah tangga dan bisnis di dunia untuk mematikan lampu-lampu yang tidak diperlukan selama minimum 1 jam sebagai langkah meningkatkan kepedulian terhadap perubahan iklim.

Ketika terjadi krisis pasokan energi, PLN menghimbau masyarakat Indonesia untuk mematikan dua titik lampu pada pukul 17.00 – 22.00 setiap harinya. Himbauan ini adalah upaya untuk membudayakan perilaku hemat energi di tengah masyarakat. Saya tidak mengetahui seberapa efektif himbauan tersebut pada saat ini. Tetapi PLN menyambut baik kegiatan Earth Hour karena jika benar-benar dilakukan akan menghemat daya listrik hingga 200MW. Seruan hemat energi ini tidak terkait dengan politik kenaikan harga bensin yang rencananya dilakukan tanggal 1 April 2012. Namun saya mengira kenaikan harga bensin akan turut pula memengaruhi perilaku hemat energi pada masyarakat 🙂

Jauh sebelum PLN dan WWF mencanangkan matikan lampu untuk penghematan energi, 1400 tahun yang lalu seorang utusan Tuhan telah menyampaikan ajaran yang sangat mulia.

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim, semoga Allah merahmati keduanya, dari sahabat yang mulia, Jabir bin Abdullah, semoga Allah meridainya, bahwa Nabi Muhammad, semoga salawat dari Allah dan salam baginya, bersabda: “Jika malam sudah datang (atau sabda beliau, malam sudah gelap), maka tahanlah bayi-bayi kalian karena pada saat itu setan sedang berkeliaran. Jika telah berlalu beberapa waktu dari waktu Isya, bolehlah kalian biarkan mereka dan tutuplah pintu rumah dan sebutlah nama Allah, dan padamkanlah lampu-lampu kamu dan sebutlah nama Allah, dan tutuplah tempat minum dan tutup pula tempat makanan kamu walau hanya melintangkan sesuatu, dan sebutlah nama Allah.” Pada hadits yang lain, sahabat Jabir, semoga Allah meridainya, menyebutkan sabda Nabi, semoga salawat dari Allah dan salam baginya: “Padamkanlah lampu-lampu ketika kalian hendak tidur, karena binatang-binatang berbahaya bila datang dapat menarik sumbu lampu sehingga dapat berakibat kebakaran yang menyebabkan terbunuhnya penghuni rumah.”

Sebagai seorang muslim, membudayakan mematikan lampu tidak hanya cukup 1 jam sekali dalam setahun atau 2 titik lampu untuk 5 jam setiap hari, tetapi dilakukan setiap malam sebelum tidur. Bukan hanya sekadar menghemat energi atau peduli terhadap perubahan iklim dan pemanasan global, tetapi mengikuti ajaran mulia utusan Tuhan sebagai bentuk rasa cinta kepada Allah dan kepada utusan-Nya. Tentu saja, telah tersedia pahala yang lebih besar dari Allah karena kecintaan kepada Nabi Muhammad dan dengan mengikutinya, semoga salawat dari Allah dan salam baginya.


lampu antik

22 Januari, 2012

Ketika saya hendak membeli lampu gantung antik, pedagangnya memberikan lampu gantung baru yang bermodel antik. Saya komplen karena tidak sesuai dengan keinginan saya. Setelah mendebatnya tanpa titik temu, akhirnya si pedagang dengan kesal mengatakan, “Bapak mau lampu gantung antik, kan? Bapak biarkan saja, nanti lama-lama juga jadi antik.” 🙂
[KH. Hasyim Muzadi]


%d blogger menyukai ini: