3 macam harta yang bernilai

25 Februari, 2015

ليتخذ أحدكم قلب شاكرا، و لسانا ذاكرا، وزوجة مؤمنة، تعين أحدكم على أمر الآخرة.

رواه الترمذي و أحمد وابن ماجه

“Hendaklah kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang berzikir, istri yang beriman yang menolong kalian pada urusan akhirat.”

Diriwayatkan oleh At-Tirmizi, Ahmad, dan Ibnu Majah.

View on Path


jangan mencela hujan

10 Februari, 2015

الحمد لله على كل حال – at Wisma Mulia

View on Path


tentang lisan yang merusak

10 Desember, 2014

Bahkan orang salih pun berpotensi terjerat oleh kejahatan lisan.

Marilah kita jaga pikiran dan lisan kita, jauhkanlah kata-kata kita dari merusak kehormatan manusia.

Sungguh kebanyakan manusia masuk neraka oleh sebab apa yang diucapkan oleh lisannya.

View on Path


cuma orang beriman

9 Desember, 2014

Cuma orang beriman yang bisa menahan kata-katanya dari komentar buruk, caci maki, gosip, dan dusta.

Cuma orang beriman yang sanggup menahan lisannya dari bicara yang tidak perlu dan tidak bermanfaat.

Cuma orang beriman yang sanggup menghiasi dunia dengan keindahan akhlak dan kedamaian.

View on Path


menjaga lisan

19 November, 2014

Ketika hendak berkomentar, Anda sendiri yang memilih kata-kata. Padahal Anda boleh saja diam. Pastikan bicara atau diamnya Anda bukan hanya demi manfaat bagi diri sendiri. Melainkan mencerminkan bagaimana keyakinan dan nilai yang Anda anut.

View on Path


bening hati

26 Agustus, 2012

Nabi (shallallahu ‘alaihi wasallam) ditanya, “Siapakah manusia yang paling utama?” Beliau menjawab, “Setiap orang yang Makhmum (disucikan) hatinya, dan jujur lisannya (dalam perkataan).” Mereka berkata, “Jujurnya lisan, kami mengetahui hal itu, tetapi apakah Makhmum-nya hati itu?” Beliau berkata, “Dia adalah orang yang takwa dan bening. Tidak memiliki dosa (tidak cenderung berbuat dosa), atau pun pelanggaran, atau pun kebencian kepada orang lain, tidak pula kedengkian.”

(disahihkan oleh Al-Albani dalam Sahih Ibnu Majah)

سُئل النبي صلى الله عليه وسلّم: أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ ؟

قَالَ : كُلُّ مَخْمُومِ الْقَلْبِ صَدُوقِ اللِّسَانِ.
قَالُوا صَدُوقُ اللِّسَانِ نَعْرِفُهُ فَمَا مَخْمُومُ الْقَلْبِ ؟
قَالَ : ( هُوَ التَّقِيُّ النَّقِيُّ، لَا إِثْمَ فِيهِ وَلَا بَغْيَ وَلَا غِلَّ وَلَا حَسَدَ )

—————————————-
صححه الألباني في “صحيح ابن ماجة

13-09-1433H

2 Agustus, 2012

gambar diambil di Depok, tanggal 1 Agu 2012 jam 18.40 (13 Rmd 1433) dengan kamera Panasonic Lumix DMC-FZ8, 18x zoom

12 hari sudah Ramadan tahun ini dilalui, insya Allah masih ada 17 hari lagi sebelum merayakan hari berbuka. Mari koreksi kembali amalan puasa kita. Menahan lapar dan haus sudahlah tentu, apakah mata, lisan, dan hati juga berpuasa? Bahkan orang tidak beriman pun kuat berpuasa, apakah kita berpuasa dengan penuh keimanan dan berharap balasan dari Allah semata [1]? Apakah kita tetap menjaga salat-salat fardu? Bagaimana dengan salat-salat sunah? Sudahkah kita lebih dekat dengan Alquran? Apakah kita memperbanyak sedekah?

Banyak yang bilang bahwa Ramadan terbagi tiga fasa: rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Namun Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengindikasikan bahwa setiap hari di bulan Ramadan adalah rahmat, ampunan [2], dan pembebasan dari api neraka [3]. Maka hendaklah kita tidak berputus asa dari rahmat Allah [4], tetap meminta ampunan dari-Nya atas dosa-dosa kita [5], memohon terbebas dari api neraka yang 70 kali lebih panas dari api dunia, serta mengharap surga sebagai balasan dari Allah karena keikhlasan kita dalam beribadah.

[1],[2] “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [HR. Albukhari dan Muslim]

[3] “Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam di bulan Ramadan, dan semua orang muslim yang berdoa akan dikabulkan doanya.” [HR Bazzar, Ahmad, Ibnu Majah]

[4] “Sesungguhnya Allah menjadikan rahmat seratus bagian, dipeganglah di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian dan diturunkan satu bagian untuk seluruh makhluk-Nya. Sekiranya orang-orang kafir mengetahui setiap rahmat yang ada di sisi Allah, niscaya mereka tidak akan berputus asa untuk memperoleh surga. Dan sekiranya orang-orang beriman mengetahui setiap siksa yang ada di sisi Allah, maka ia tidak akan merasa aman dari neraka.” [HR Albukhari]

[5] “Sesungguhnya Jibril alaihissalam datang kepadaku, dia berkata: Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan ‘Amin’, maka akupun mengucapkan Amin…” [HR Ibnu Khuzaimah, Ahmad, Albaihaqi, Muslim]


menjaga lisan

23 Juli, 2012

Barangkali menjaga lisan sama sulitnya dengan menjaga hati, walaupun lebih mudah. Tidak seorang pun yang mampu menjaga hatinya, sebab persoalan hati adalah persoalan yang berada di tangan Allah. Maka itulah hikmah dari doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa aalihi wasallam: “Yaa muqalliba l-quluub, tsabbit qalbii alad-diinika” (Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu). Adapun lisan, ia berada dalam kendali akal manusia. Akan tetapi, kenyataannya sedikit orang yang mampu menjaga lisannya dari perkataan-perkataan yang tidak bermanfaat.

Kemarin mengatakan demikian, esok atau lusa mengatakan yang berbeda. Memang lisan tak bertulang sehingga mudah sekali ia bersilat menampik bahkan mendustakan apa yang telah dikatakannya. Seringkali lisan menjadi penyebab kehancuran dari hubungan yang telah dijalin susah payah. Membicarakan orang lain tanpa solusi yang efektif adalah salah satu ulah lisan yang tidak terjaga. Bahkan lisan dapat menjadi sumber malapetaka, akibat ketidakmampuan si pemilik lisan untuk menjaganya. Padahal lisan diciptakan dalam keadaan terjaga oleh gigi geligi yang membentenginya dan sepasang bibir yang membuka atau menutup pintu komunikasi.

Mari kita jaga lisan, mumpung dalam suasana Ramadan, jangan sampai kita termasuk orang yang hanya mendapat haus dan lapar saja, gara-gara menebar perkataan yang menyalahi tuntunan agama.


jagalah lisan dan mata

10 Januari, 2012

Imam Asy-Syafi’i berkata dalam salah satu syairnya:

لِسَانَكَ لا تَذْكُرْ بِهِ عَورَةَ امرئ ** فَكلُّكَ عَـوْرَاتٌ وَلِلنَّـاسِ أَلْسُــنُ

وَعَـينكَ إنْ أَبْـدَتْ إَلَيكَ مَعَـايِباً ** فَصُنْهَا وَقُلْ يَاعَيْنُ لِلنَّاسِ أَعْينُ

Janganlah lisanmu menyebut aurat orang lain
Sedangkan engkau menutupi auratmu dan semua orang punya lisan.
Jika matamu melihat dosa-dosa yang diperbuat saudaramu
Tutupilah dan katakan: “Wahai mataku! Semua orang punya mata!”


%d blogger menyukai ini: