semua yang baik

21 Oktober, 2016

“Kamu gak minum?” Sang tuan rumah bertanya kepada saya. “Agama saya melarangnya,” saya menjawabnya. “Teman-teman kamu yang muslim itu juga minum,” tanyanya penasaran. “Barangkali mereka punya alasan tersendiri,” jawab saya. “Saya hanya menjalankan agama. Memang minum itu ada manfaatnya dan juga ada keburukannya. Tapi keburukannya lebih besar daripada manfaatnya. Maka itu saya tidak minum,” saya mencoba menjelaskan.

“Kamu juga gak makan babi?” Dia bertanya lagi. “Babi, bangkai dan darah, juga terlarang bagi kami,” jawab saya. Dia bertanya, “Mengapa?” Saya pun menerangkan, “Karena babi, bangkai, dan darah itu kotor. Semua yang kotor terlarang bagi kami dan tidak menyehatkan.” Sang tuan rumah tampak mengerti, lalu saya melanjutkan, “Bukankah masih banyak makanan lain yang bersih, bermanfaat dan menyehatkan?”

Tuan rumah berkata, “Betul juga apa yang kamu katakan.” Saya berkata, “Itulah mengapa agama kami adalah rahmat. Karena semua yang halal dan baik itu bisa dinikmati semua orang. Bermanfaat dan menyehatkan.” Kami pun saling tersenyum lalu melanjutkan menikmati hidangan masing-masing.

#toleransi

Iklan

Perisa dan pewarna

9 April, 2015

“Perisa dan pewarna,” sebut Tsuraya ketika membaca label botol pewarna makanan. “Hih, Bubu!” teriaknya tiba-tiba.

Bubu menghampiri dan bertanya, “Ada apa sih, Aya? Kok teriak begitu?”

“Ini kan, perisa dan pewarna,” jawab Tsuraya. “Berbahaya! Kita kan tidak boleh makan makanan yang mengandung perisa dan pewarna,” lanjutnya menjelaskan dengan lagak menggurui.

“Oh begitu?” timpal Bubu dengan santai, “Ya sudah, nanti Bubu berikan ke Bu Erte saja.”

“Lho, kok dikasih ke Bu Erte?” tanya Tsuraya bingung.

“Iya lah, kan Bu Erte kalau bikin susu kedele yang biasa kamu minum itu menggunakan perisa dan pewarna makanan,” jawab Bubu.

“Lho, eh,” Tsuraya pun terdiam dan salah tingkah, diikuti kerlingan mata Bubu.

#08042015

View on Path


ihwal syukur

11 Maret, 2015

Menghabiskan makanan yg tersedia di piring kita adalah bentuk rasa syukur yang menjadi salah satu sebab bertambahnya karunia Allah kepada kita.

Sebaliknya, kebiasaan menyisakan atau membuang-buang makanan menjadi sebab kita tidak peroleh keberkahan, malahan boleh mendatangkan azab.

View on Path


tentang dodol

16 Februari, 2015

Dodol terbuat dari santan, gula jawa, dan tepung beras. Lengket, tebal dan manis. Biasanya perlu 9 jam untuk memasaknya. Selama proses memasak, dodol harus terus menerus diaduk di dalam wajan besar. Jika ada jeda, akan menyebabkan terbakar, dapat merusak cita rasa dan aroma. Dodol selesai masak apabila sudah mengeras dan tidak lengket di jari apabila disentuh.

Betapa proses membuat dodol begitu berhati-hati dan penuh kesabaran. Sebagai penganan asli tanah melayu pun dodol sudah terkenal di mancanegara.

Namun sungguh mengherankan, budaya populer Indonesia malah memiliki makna peyoratif bagi dodol: bodoh, tidak masuk akal.

Semestinya kita memulihkan makna dodol sebagai penganan tradisional yang membanggakan. Sebelum terlambat dipatenkan oleh negara tetangga.

Terlebih lagi sebagai bukti cinta dan syukur kita dengan tidak mencela makanan.

View on Path


boleh gak?

14 Mei, 2014

Baba dapat telpon dari rumah, suara Bubu di seberang sana bertanya, “Ba, ini dapat kiriman makanan dari tetangga kita, katanya syukuran kelahiran anaknya. Boleh dimakan gak?”

Baba menjawab, “Boleh, insya Allah.” Tiba-tiba terdengar sahutan di latar, “Boleh katanya tuh!”

“Eh, siapa itu?” tanya Baba. “Si kecil ngocol tuh, Ba, hehehe” jawab Bubu sambil terkekeh, “dari tadi merengek: ‘Bubu, mau makan ayamnya’. Bubu bilang tanya Baba dulu.” Baba pun turut tertawa mendengar kelakuan Athiya.

Bertetangga dengan non muslim memang perlu adab dan toleransi. Memberi atau menerima hadiah dan tolong menolong dalam urusan duniawi adalah hal yang dibolehkan. Adapun urusan akidah dan ibadah merupakan hal yang sudah jelas batasannya.

Maka itu, menerima atau mengirim makanan, jika bukan untuk sesaji atau dalam rangka hari raya non muslim, bukan termasuk hal yang dilarang oleh ajaran Islam. Wallahu a’lam.


si pelit

23 Januari, 2013

Pernah ada seorang kaya yang sangat pelit, terhadap tetangganya yang miskin pun ia tidak pernah mau berbagi. Sehingga si miskin tetangganya mengumpulkan uang sedemikian rupa untuk menjamu si kaya dengan hidangan yang cukup mewah sambil berharap agar si kaya mau berubah menjadi dermawan. Si kaya pun memenuhi undangan makan si miskin. Terhidang di hadapannnya berbagai makanan yang enak-enak. Si kaya sangsi bagaimana mungkin si miskin ini dapat menyediakan jamuan yang mewah. Mengetahui bahwasanya cuma-cuma, ia pun menikmati seluruh hidangan dengan lahap sampai kenyang. Ketika si kaya bersendawa karena kekenyangan, seketika itu pula ia muntah dan menangis tersedu-sedu. Si miskin memerhatikan hal ini dan mengira bahwa si kaya sudah sadar akan kepelitannya selama ini. Si miskin memberanikan diri bertanya, “Apa gerangan yang menyebabkanmu menangis begini, wahai Fulan?”

Si kaya mengusap air matanya, menatap wajah si miskin kemudian berkata, “Saya menangis karena sedih dan merasa sayang harus memuntahkan makanan enak yang saya makan dengan cuma-cuma ini.”


halal for your consideration

8 Desember, 2007

Many Muslims think if a food product does not contain animal derived ingredients and no alcohol, it is okay to eat. This is not true because many food products contain hidden ingredients which are Haram.

Take an example of Apple Juice, it is made from Halal fruit Apple and the ingredients statement says it is 100% apple juice. However, during the processing of apple juice, the colloidal material and coarse suspended solids cause cloudiness to apple juice. In order to make apple juice clear, a clarification process is needed. Pork or beef gelatin tannin precipitation is used for this clarification. Many apple juice producers still use this method. An apple juice company’s 800 number can be found on an apple juice package, which does not have a kosher symbol on it. If you call this number, the operator will say that their apple juice does not contain animal derived ingredients and alcohol. However, the pork gelatin-tannin is a processing aid ingredient or hidden ingredient. This juice becomes Haram because of a contamination of pork gelatin. Only Halal or kosher certified apple juice is Halal because both certifications protect Muslims from Haram ingredients.

So please do not assume that no animal derived ingredients and no alcohol in a food product means it is Halal.

[http://www.canadianhalalfoods.com/allalerts.shtml]

Nah, memang seharusnya banyak pertimbangan ketika kita memilih minuman atau makanan, terutama bila kita tinggal di negara non muslim yang tidak begitu memperhatikan halal-haram. selama kita dapat memastikan kehalalannya dengan mengecek produk tertentu pada institusi halal yang ada maka itu lebih baik. namun jika tidak, menjauhi produk tersebut sedapat mungkin adalah langkah yang bijak.

bagi yang tinggal di negara muslim, seharusnya bersyukur dan berbangga karena ada institusi halal yang dapat dipercaya dan memperhatikan urusan umat islam sehingga lebih mudah bagi setiap muslim untuk memilih makanan dan minuman yang halal baik dan enak sesuai tuntunan agama.

silakan rujuk ke [www.halalguide.info] untuk informasi halal berbahasa Indonesia.


%d blogger menyukai ini: