masjid around Houston

24 Januari, 2012

I was sent by my company to take a short course for two weeks in Houston, TX, USA at the end of July 2011 to the first week of August 2011. As my habit when traveling is to find masjid nearby the place where I staying. I found that there are two masjid which are not far from hotel. First is Makkah Masjid which is laid on 3505 South Dairy Ashford Road. The masjid is in a commercial building, it’s interior is a spacious hall which can be divided into two temporary rooms for gentleman’s hall and ladies’ hall. I conduct my magrib prayer there. Some Pakistani have a chat in the corner. Many books laid on it shelf, are quranic books

The second masjid is Masjid Muhammadi which is laid on 11830 Corona Lane. The masjid is a big house with many function rooms. The prayer hall is also spacious too, divided into two hall, each for women and men. Compare to Makkah Masjid, Masjid Muhammadi is more simple with less ornament (or calligraphy). The library is set in the room next to prayer hall. I conduct my isya prayer there, and later for juma’a prayer and tarawih. A Bengali man recognise my face as a malay ethnic, as he was ever stayed for about 2 year in Malaysia. I went for tarawih at this masjid, because they conduct the prayer in sunnah way. In this masjid where I first became acquainted to my new friends, Yunus brothers.

There is the third masjid, Makki Masjid which is laid on 9651 Bissonnet St. Suite 306. I found this masjid when I met my relatives who went there looked for muslimah clothings. This masjid is simply a spacious prayer hall with the neighborhood of an arabic tailor store, a jerusalem art and book store, a tattooing store, and a not anymore active halal restaurant.

I was told that in America, muslim can only build their community and the worship place in the greater area out of the city central. And this policy applied also to the other communities, so that’s explain why the store next door to the islamic bookstore is a tattooing store.

[muslim in america, 05Aug2011]


Status Keharaman Makkah

19 November, 2011

Dari sahabat yang mulia Abu Syuraih Khuwailid bin Amr al-Khuzai al-Adawi semoga Allah meridainya, ketika Amr bin Said bin Aas  mengirim pasukan ke Makkah aku berkata kepadanya, “Izinkanlah kepadaku wahai Amir, untuk mengabarkan kepadamu sebuah hadits yang diucapkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasalam di siang hari pada Hari Pembukaan (Makkah), aku mendengarnya dan aku memahaminya serta aku melihat dengan mata kepalaku, ketika itu Rasulullah sallallahu alaihi wasalam memulai khutbahnya dengan memuji dan menyanjung Allah subhanahu wa ta’ala kemudian berpesan, ‘Sesungguhnya Allah telah mengharamkan Makkah sejak Allah menciptakan langit dan bumi, dan yang mengharamkannya bukanlah manusia, maka tidak halal bagi seseorang yang mengaku beriman kepada Allah dan hari akhirat untuk menumpahkan darah di sana, dan tidak diperbolehkan menebang pepohonannya. Jika sekiranya ada yang bertanya bagaimana Rasulullah mengecualikannya (yaitu dengan mengirimkan pasukan pada Hari Pembukaan Makkah) , maka beritahukan kepadanya, “Allah telah memberikan izin untuk Rasul-Nya dan tidak (mengizinkannya) untuk kalian, sedangkan izin tersebut hanya sesaat untuk hari ini saja, adapun setelah itu sampai hari kiamat tidak diperbolehkan sama sekali (kembali status keharamannya). Maka hendaklah orang yang hadir menyampaikan berita ini kepada orang yang tidak hadir.'” Kemudian ditanyakan kepada Abu Syuraih, “Apa yang diucapkan oleh Amr?” Dia mengatakan,”Aku lebih tahu tentang perkara itu daripada engkau wahai Abu Syuraih! Sesungguhnya benar apa yang kamu ucapkan, tetapi Makkah tidak dapat melindungi orang yang bermaksiat, yang lari dari pembunuhan dan lari dari pengkhianatan.” [HR Al-Bukhari]

http://www.ziddu.com/download/17413844/MF_HaditsKeharamanMakkah_UstAbdulBarr.mp3.html

Baca entri selengkapnya »


%d blogger menyukai ini: