kelahiran ajaib yesus

25 Desember, 2014

Kisah kelahiran Yesus yang ajaib tidak berbeda dengan penciptaan Adam. Apabila Allah berkehendak, Ia berkata: “Jadilah”, maka jadilah ia.

View on Path


hantu pocong

23 Februari, 2014

obrolan antara baba dengan tsuraya sambil menyuapi makan siang.

baba: mba aya, kalau kamu malas makan, nanti tidak bisa menegakkan badan.
tsuraya: jadi lemes ya ba?
baba: iya, ga bisa beribadah dengan baik. hanya berbaring saja.
tsuraya: seperti orang mati?
baba: maka itu kita makan agar tetap hidup.

tsuraya: kalo orang mati nanti jadi pocong ya ba.
eyang ikut menimpali: orang mati itu dibungkus kain kafan.

baba: iya, pocong itu kain kafan yang membungkus mayat.
tsuraya: terus nanti pocongnya bangun, menakut-nakuti orang ya ba?

eyang: mana sempat menakuti orang? mayat itu kalau sudah dikubur sibuk menghadapi pertanyaan malaikat.

baba: iya mbak. yg menakut-nakuti orang itu namanya hantu.
tsuraya: hantu kan setan ya ba?
baba: iya, hantu atau jin yang nakal, itu temannya setan. orang biasa gak bisa melihat mereka.
tsuraya: setan kan hanya bisa dilihat oleh temannya ba.

eyang: wahaha… kalau begitu yang bisa melihat setan sama dengan temannya setan dong?

tsuraya: iya, hihihi. temannya setan.
baba: maka beruntunglah kita yang tidak diperlihatkan, bukan termasuk temannya setan.
tsuraya: aya gak mau ah jadi temannya setan.
baba: makanya, makannya yang lahap dan jangan malas ya!
tsuraya: oke deh ba!


menjawab pertanyaan alam kubur

23 Oktober, 2011

Setiap manusia yang meninggal dunia akan mengalami ujian alam kubur sebagai fasa pertama akhiratnya. Mereka yang mampu menjawab pertanyaan dua malaikat Munkar dan Nakir akan selamat dan merasakan kenikmatan hingga hari berbangkit, serta dimudahkan dalam proses menuju surga. Namun bagi mereka yang kesulitan menjawabnya akan merasakan siksa alam kubur dan kesulitan-kesulitan lainnya sampai hari mereka dibangkitkan. Maka dari itu penting bagi kita untuk mempelajari dan memahami pertanyaan dua malaikat tersebut.

http://www.ziddu.com/download/16957636/PV_UshulutTsalatsah_UstAbdullahSyaroni_01.mp3.html


Malaikat di Antara Kita * — ungkapan cinta di mana-mana

31 Maret, 2005

Saya pernah menyampaikan kekaguman saya tentang malaikat di artikel bulan Juni 2004 Dan saya tidak habis-habisnya mengagumi malaikat sebagai makhluk Allah.Kemarin sebuah sms masuk ke hp saya, ternyata dari kekasih hati yang kini mendampingi saya mengarungi kehidupan rumah tangga:
Kalau aku dibekali sepasang sayap, aku bisa setiap saat pergi menemuimu tanpa harus menunggu hari berubah gelap hingga kau pulang..
Ah! Tapi sayap menyulitkan kita bercinta..
hehehe…
kabarnya malaikat punya sayap ya?

الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَّثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاء إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Praise be to Allah, Who created (out of nothing) the heavens and the earth, Who made the angels, messengers with wings,- two, or three, or four (pairs): He adds to Creation as He pleases: for Allah has power over all things
[QS35:1]

Kemarin juga, saya pergi ke rumah ustad untuk mendapat pencerahan, saya suka menjalin silaturahim, saya tidak ingin hanya bertemu ustad saya ketika pengajian saja, oleh karenanya saya sengaja bertandang ke rumahnya untuk bicara tentang kondisi saya dan apa yang saya alami berkaitan dengan penurunan kualitas iman saya. Ustad saya orang yang sederhana dan ngga neko-neko, tetapi ia memiliki semangat juang yang tinggi dalam berdakwah. Beliau dikaruniai 7 orang putra-putri yang masih remaja dan kanak-kanak. Sebagai ketua cabang, kesibukannya luar biasa, ia memiliki waktu luang yang tidak dimiliki orang lain, sedangkan saat orang lain punya waktu luang, justru dia sedang sibuk-sibuknya. Jadi beruntung sekali saya dapat menemuinya kemarin.

Anaknya yang paling kecil senang sekali “mengganggu” pembicaraan kami, saya pikir dia mencari perhatian bapaknya, lucu sekali, saya senang juga bermain dengan dia, namanya Adil, semoga kelak menjadi pemimpin yang adil. Saya seperti melihat keluguan malaikat dalam setiap gerak-gerik kenakalan bocah yang ia tampilkan. Adil memberi saya inspirasi bagaimana belajar mengenal. Sepotong brownies yang sudah dicicipinya ditinggalkan saja di atas piring saji, dan ia asyik bermain dengan kekhawatiran bapaknya, karena si Adil turun-naik kursi dan meja tk. hehehe…

Ustad menanggapi segala yang saya sampaikan dengan cukup bijak, dan saya merasa cukup plong, dan bersyukur kepada Allah.

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ
Have We not expanded thee thy breast? And removed from thee thy burden
[QS 94:1-2]

Setelah pamit dari rumah ustad, saya mampir ke tempat cuci motor. Sambil menunggu motor saya bersih saya berbincang dengan pemilik usaha cuci kendaraan. Ia sengaja mengambil pensiun dini dari kantornya karena ia ingin lebih dekat dengan keluarganya. Selama ia bekerja sebagai insinyur lapangan di sebuah perusahaan minyak, waktu bersama keluarga hanya sebentar. Selain usaha cuci kendaraan, dia juga usaha properti, membeli rumah-diperbaiki-kemudian dijual kembali.

Seorang pelanggan lain datang, ia seorang guru, pemilik usaha cuci tersebut sepertinya mengenalnya cukup baik. Kami berbincang bertiga tentang usaha angkot, dan tipikal “maling” dari sopir angkot. Kabarnya para sopir nakal itu suka mengerjai kendaraan dan setoran si pengusaha angkot. Pak guru ini mengakui bahwa ia juga “maling” karena ia suka korupsi waktu. —jadi mikir, saya nulis begini di waktu kerja, bisa dibilang maling juga dong, ya?— Pak guru ini juga bicara tentang betapa manusia mudah sekali digoyang imannya dengan harta, kedudukan dan perempuan.
Bahwa hidup sebaiknya hanya untuk menjalankan perintah Allah dan mengisinya dengan segala syukur dan bersabar atas segala cobaan.

Sayang sekali, pembicaraan kami terpotong karena motor saya sudah selesai dicuci, dan istri tercinta sudah menunggu di rumah, dia memasakkan untuk kami mie baso yang sangat lezat.

* judul buku karya Ahmad Barizi


do you believe in angel? when happiness come unto you…

23 Juni, 2004

I believe in angel..
something good in everything I see
I believe in angel..
when I know the time is right for me

petikan lagu I Have A Dream yang dinyanyikan oleh abba (refresh by Westlife) menjadi inspirasi tulisanku kali ini.

Aku teringat dengan kisah masa kecil tentang “Pengemis Malaikat”, adalah kisah seorang malaikat yang menjelma sebagai pengemis untuk menguji 2 bersaudara yang berbeda rezeki. Ketika ia datang kepada saudara kaya, yang ia dapati adalah cacian dan hardikan, tidak ada sedikitpun rasa belas kasih dan keinginan menolong. Sedangkan ketika ia datang kepada saudara miskin, yang ia dapati adalah kasih sayang dan kedermawanan. Si pengemis itu yang notabene adalah malaikat berdoa kepada Allah agar menyempitkan rezeki si kaya dan melapangkan karunia kepada si miskin. Doa malaikat sangat mujarab, si kaya dalam waktu tak lama kemudian jatuh miskin dan sakit-sakitan, sedangkan si miskin dengan usahanya terus mendapatkan keberkahan dan kelimpahan harta sehingga ia dapat berderma lebih banyak lagi.

Pernah nggak bertemu dengan malaikat? Atau merasakan kehadirannya? Atau kamu menganggap itu hanyalah kelakar yang bodoh?

Aku justru bertanya-tanya mengapa orang-orang mempercayai tahyul yang dikemas dalam bentuk PNP, Dunia Lain, dsb yang menjauhkan diri dari keimanan yang benar, sedangkan percaya adanya Malaikat justru membawa kita kepada keimanan yang benar?

Selasa sore setelah aku salat Ashr di Masjid Agung Al-Azhar, seorang pemuda menghampiriku, ia memberanikan diri berbicara kepadaku tentang masalah yang ia hadapi, kami pun akhirnya terlibat pembicaraan. Latar belakang hidupnya yang patut dikasihani (menurut cerita dia, lho!), hingga aku bicara tentang kesulitan-kesulitan yang kita hadapi akan dengan mudah diselesaikan bila kita beriman kepada Allah dan banyak bersedekah. Maksudku adalah agar pemberianku kelak bukan sekedar materi saja tetapi juga oleh-oleh moral yang bisa dibawanya dan dibagikan kepada siapa saja agar menjadi ladang amal saleh.

Singkatnya aku memberikannya beberapa rupiah sebagai ongkos perjalanan pulang kampung. (Kamu pasti berpikir bahwa ini adalah modus penipuan yang biasa terjadi! Aku pun sempat berpikir seperti itu, namun sikap waspada dan husnuzhon-ku mencegah pikiran picik itu)

Pemuda itu yang mengenalkan namanya sebagai Bambang, tiba-tiba menitikkan air mata, dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang kuberikan. Tak bosan-bosannya ia mendoakan aku dengan segala kebaikan, sambil mengingatkan aku akan pentingnya:

  • berbaik sangka
  • keikhlashan
  • kedekatan kepada Tuhan

yang itu semua akan membawa kebahagiaan di dalam hidup kita.

Wow!
pemuda itu berhasil mengetuk pintu hatiku dan seakan-akan berkata bahwa Allah telah menakdirkan kita bertemu untuk hal yang luar biasa itu. Setelah salat Magrib, kami saling mengucapkan terima kasih dan saling mendoakan, sementara ia berada di sampingku, aku mengambil sepatu, namun ketika aku berbalik, pemuda itu sudah menghilang. Kucoba cari dan tengok, aku sama sekali tidak menemukannya. Lalu aku pergi dan anehnya, hatiku berbunga-bunga dan diisi kebahagiaan. Perasaan yang aneh sekali.

Paginya aku bercerita kepada SO-ku. Kemudian ia mengirimi sms:

Kemarin aku hampir kasih kamu puisi ini:
“Kucari nila kala senja menjelang bertabur jingga..
Dan rona kemerahan itu,ingatkanku pada..
untaian ilmu yang binarkan hatiku!”

Wow, subhanallah, Allah Maha Keren! 😀


%d blogger menyukai ini: