pesan di balik layang-layang

25 Agustus, 2012

Tidak jauh dari rumah, situs menarik yang bisa menjadi pilihan liburan keluarga adalah Museum Layang-Layang Indonesia, hanya dengan tiket Rp10 ribu untuk ATM (Audiovisual, Tour dan Membuat) Layang-layang. Museum milik pribadi ibu Endang Ernawati (istri mantan Ka Bulog Widjanarko Puspoyo) yang terletak di Jl. Haji Kamang No. 38 Pondok Labu, Jakarta Selatan, selain memamerkan layang-layang berbagai bentuk dan jenis juga menawarkan berbagai kegiatan budaya seperti membuat keramik dan membatik. Di kala sepi pengunjung seperti saat liburan lebaran kemarin, kita dapat menikmati waktu kunjungan dengan lebih intensif.

Sebagai warisan budaya, layang-layang memiliki peran sebagai media komunikasi rakyat, dibuat dan diterbangkan dalam rangka kegiatan tertentu, misalnya untuk menandai musim panen, bahkan di adat tertentu dianggap mampu mengusir roh jahat. Dalam novel The Kite Runner karangan Khaled Hosseini disuguhkan pesan bahwa layang-layang dapat menjadi alasan pengikat persaudaraan.

Bermain layang-layang memang mengasyikkan, membuatnya pun merupakan keasyikan tersendiri. Mengunjungi museum, mengenal berbagai macam layang-layang dari seluruh nusantara dan dunia, membuat layang-layang dan menerbangkannya, serta mengobrol dengan pemandu wisata adalah keasyikan yang bisa dinikmati bersama-sama dengan keluarga. Ada pesan di balik layang-layang, mengenai kebersamaan, keceriaan, kesabaran, kepedulian, dan kekeluargaan.


ditaut oleh media didik

27 Februari, 2012

ga nyangka kalo blog ini ternyata disebut oleh Media Pendidikan Alternatif yang beralamat di http://mediadidik.blogspot.com/p/komunitas.html sebagai salah satu situs pendidikan alternatif. semoga bermanfaat.


%d blogger menyukai ini: