Kembang pengharum

2 Maret, 2016

image

Di sudut pasar mampang prapatan, saya berhenti di kios penjual kembang yang biasa menjual kembang untuk nyekar (ziarah kubur). Selain kembang, di kios itu juga menjual kemenyan, air mawar dan buhur untuk perawatan jenazah.

“Bu, berapa harga kembang?” tanya saya.
“Boleh sepuluh ribu, atau dua puluh ribu,” jawab si penjual. “Terserah mas mau beli berapa,” lanjutnya.
“Ah, saya hanya perlu sedikit, sepuluh ribu saja, buat mobil,” jawab saya.
“Untuk memandikan mobil?” si penjual balik bertanya.
“Oh, bukan, Bu. Untuk pengharum mobil,” saya mengklarifikasi, “daripada pakai pengharum buatan, saya pilih kembang, Bu.”

Si penjual pun membungkus aneka kembang untuk saya. Saya berterima kasih kemudian berlalu.

Sesampainya di parkir mobil dan melihat isi bungkusan, saya teringat bahwa di pasar Depok lama, saya boleh mendapatkan jumlah kembang dua kali lebih banyak dengan harga yang sama.

@ndi, 02032016


mobil dinas dan bbm subsidi

19 Juli, 2012

“Mobil dinas Pemerintah, BUMN, BUMD harus menggunakan BBM Non Subsidi,” begitu bunyi spanduk yang terpampang di jembatan penyeberangan, halte bus, dan pagar SPBU Pertamina. Upaya ini merupakan salah satu cara pemerintah menggalakkan kepedulian masyarakat untuk menggunakan BBM Non Subsidi setelah kampanye “BBM Subsidi adalah BBM Miskin” tidak terlalu berhasil. Diharapkan dengan mengawali penggunaan BBM Non Subsidi di lingkungan pemerintahan dan badan usaha milik pemerintah, akan banyak masyarakat kalangan “non miskin” tergerak hatinya untuk mengikuti.

Selama ini diketahui bahwa subsidi yang dialokasikan kepada BBM tidak sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat miskin, malah kebanyakan daripada penggunanya adalah kalangan mampu dan usahawan. Sehingga sempat ada empat bupati yang memprotes  pembatasan BBM bersubsidi di wilayah mereka. Bukan karena memenuhi kebutuhan rakyat miskin yang mereka naungi, namun demi kepentingan bisnis mereka sendiri yang potensi keuntungannya berkurang karena menggunakan BBM non subsidi. Langkah yang diambil pemerintah sebagaimana tertera di spanduk patut diacungi jempol, walaupun patut juga untuk dikritisi.

Bukankah kendaraan dinas pemerintah, BUMN dan BUMD mendapatkan uang pengganti BBM sesuai pemakaian? Artinya sudah ada subsidi bagi kendaraan dinas. Jika menggunakan BBM bersubsidi, maka dianggap terdapat subsidi kembar. Namun tidak berarti jika menggunakan BBM non subsidi sama dengan bebas subsidi sama sekali. Bahkan subsidinya sama atau bisa jadi lebih besar karena harga BBM yang dua kali harga biasa.

Ada usulan solusi tidak populer yang belum diambil saat ini oleh Pemerintah, yaitu menghilangkan subsidi sama sekali sehingga harga BBM murah menjadi setara dengan harga BBM non subsidi. Dijamin tidak hanya masalah subsidi saja yang terselesaikan secara baik dengan penerapan solusi ini, namun juga masalah lainnya seperti kemacetan akan berkurang, fasilitas kesehatan dan pendidikan gratis akan tercapai. Semoga.


Enrique Penalosa: Trotoar Yang Manusiawi Hingga Masa Depan Busway

17 Februari, 2010

Ga jauh beda dengan yang pernah kutulis tentang busway, trotoar, motor dan mobil. Mantan walikota Bogota percaya jika semua itu dikelola dengan lebih baik. Masa depan Transjakarta dan juga kota Jakarta bisa jadi lebih baik lagi 🙂

Enrique Penalosa: Trotoar Yang Manusiawi Hingga Masa Depan Busway.


SMS 1717

5 Mei, 2009

Pas habis masa berlaku SIM A saya sedang bertugas keluar kota. Dua pekan setelahnya baru sempat mengurusnya. Segera saya buka google mencari tahu proses perpanjangan SIM. Saya pernah melakukan perpanjangan SIM C di Polres Jaksel, waktu itu KTP saya masih DKI. Beberapa waktu setelahnya hadirlah perangkat Mobil SIM Keliling. Sekarang KTP saya sudah Depok. Saya mencari tahu bagaimana melakukan mutasi atau yang terbaik untuk memperpanjang SIM saya yang habis.

Baca entri selengkapnya »


bego di jalan raya

15 Desember, 2008

“Bego!”

kata itu terdengar kasar dan bermaksud menghina kelakuan orang lain. tak jarang kita temui orang yang berserapah tersebut apalagi di jalan raya. tetapi barangkali anda akan sepakat untuk mengucapkannya kepada beberapa kelakuan menggemaskan berikut ini. Baca entri selengkapnya »


%d blogger menyukai ini: