Tanda-tanda kenabian Muhammad pada saat kelahirannya

24 Desember, 2015

image

Kelahiran Muhammad s.a.w. disertai dengan beberapa tanda yang menunjukkan kenabiannya. Riwayat paling otentik tentang tanda-tanda kenabiannya yang terlihat pada saat kelahirannya ini, menyebutkan:

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Aku adalah doa moyangku, Ibrahim, dan kabar gembira yang disampaikan oleh Isa. Ketika ibuku tengah mengandungku, ia melihat seakan-akan ada cahaya yang keluar dari dirinya dan kemudian menerangi istana-istana Bushra di negeri Syam.” (HR. Ahmad)

Ada beberapa riwayat lain yang cukup masyhur terkait dengan hal ini, kendati riwayat-riwayat tersebut tidak berada pada tingkatan otentik. Di antaranya adalah riwayat yang menuturkan bahwa ketika Muhammad lahir, empat belas teras istana Kisra di Persia rubuh, api yang biasa disembah oleh para penganut ajaran Majusi padam, air danau Sawat menjadi surut dan tempat-tempat pemujaan berhala yang ada di sekelilingnya runtuh.

[Aḥmad, M. R. (2005). Biografi Rasulullah: sebuah studi analitis berdasarkan sumber-sumber yang otentik/penerjemah, Yessi HM Basyaruddin; penyunting, Anis Maftukhin. Jakarta: Qisthi.


Para nabi bersaudara

22 Desember, 2015

image

Seorang anak kecil menghampiri ayahnya dan berkata, “Ayah, Nabi Muhammad dan Yesus itu kakak-adik, ya?” Sang Ayah balik bertanya, “Mengapa kamu berkata demikian?” Si anak menunjukkan kalender 2015 kepada ayahnya. Terdapat angka merah pada tanggal 24 dan 25 Desember. Tertulis di keterangan, 24 Des Maulid Nabi Muhammad SAW, 25 Des Hari Natal.

😀

***

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Aku adalah orang yang paling dekat dan paling mencintai Isa bin Maryam di dunia maupun di akhirat. Para nabi itu adalah saudara seayah walau ibu mereka berlainan, dan agama mereka adalah satu.” (HR. Al-Bukhari)

Penjelasan hadits baca di sini

***


memintakan perlindungan untuk anak-anak

20 Agustus, 2014

image

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika membacakan perlindungan bagi al-Hasan dan al-Husain beliau berkata:

Dahulu bapak kalian (Nabi Ibrahim) membacakan perlindungan bagi Nabi Ismail dan Nabi Ishak dengan doa:

“Aku berlindung demi kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan dari semua binatang beracun yang mematikan, dan dari setiap pandangan mata yang menimpakan musibah atau gangguan.”

[HR. Al-Bukhari]


Allah pun cemburu

19 Juli, 2014

Ketika Nabi Ibrahim alaihi salam mulai terlihat lebih rasa cintanya kepada anaknya yang satu-satunya, Allah cemburu. Dia mewahyukan ke dalam mimpi kekasih-Nya mengenai penyembelihan anak yang dicintai itu.

Nabi Ibrahim alaihi salam telah menjalani keislamannya hanya berdua dengan istrinya, Sarah, dalam waktu yang lama. Tidak ada seorangpun yang ikut beriman bersama mereka sedangkan mereka berdua belum juga dikaruniai keturunan.

Karena kecintaan terhadap suaminya, Sarah pun menyerahkan pembantunya, Hagar, untuk menjadi isteri suaminya. Dari Hagar, Nabi Ibrahim memperanakkan Ismail, seorang anak yang penyabar. Dengan suka cita seorang ayah, dan kesedihan seorang isteri yang mandul, maka Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menempatkan isterinya yang masih menyusui bayinya ke sebuah lembah yang tandus.

Hagar membesarkan Ismail dengan penuh kesabaran, bersama koloni yang membutuhkan air dari sumur zam-zam. Nabi Ibrahim alaihi salam sesekali datang dan bercengkerama dengan keluarganya, untuk kemudian kembali kepada Sarah.

Ismail kecil menjelang dewasa, saleh dan bertakwa. Menyejukkan mata kedua orang tuanya. Ketika Nabi Ibrahim alaihi salam mulai terlihat lebih rasa cintanya kepada anaknya yang satu-satunya, Allah cemburu. Dia mewahyukan ke dalam mimpi kekasih-Nya mengenai penyembelihan anak yang dicintai itu.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (37:102)

Allah hanya ingin dicintai oleh hamba secara sepenuhnya. Tidak dengan cinta yang sama kepada sesama makhluk. Tidak pula dengan cinta yang lebih rendah daripadanya.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (2:165)

Nabi Ibrahim alaihi salam telah berserah diri kepada Allah. Dia juga telah menunjukkan kesempurnaan cintanya kepada Allah, sehingga gelar Al-Khalil disematkan kepadanya.


mengunjungi pasar buku

10 Maret, 2014

Buku adalah jendela pengetahuan. Di antara upaya kami mengenalkan anak-anak pada buku adalah mengunjungi pasar buku. Biasanya kami menikmati waktu untuk berkeliling, memilih dan memilah buku mana saja yang akan dibeli dan dibawa pulang untuk menambah koleksi dalam lemari buku kami. Namun mengunjungi IBF 2014 di Istora Senayan pada hari Ahad, 9 Maret 2014 lalu, membawa kesan berbeda.

Memasuki lokasi, setelah memarkir kendaraan, kami langsung menuju ke lantai 2 untuk melihat Pameran Pedang Nabi. Masuk ke ruangan yang diset agak gelap dikutip Rp20 ribu per orang, kami menikmati keindahan pedang, tongkat, dan sandal peninggalan yang dinisbatkan kepada para nabi dan para sahabatnya. Tidak jelas bagi kami apakah benda-benda yang dipajang itu adalah asli atau replika, sedangkan penjagaan yang disediakan tidaklah seketat penjagaan benda-benda purbakala di museum.

Kami turun menuju kios-kios buku yang disewa oleh para penerbit buku-buku Islam di Indonesia. Begitu banyak yang menarik seperti judul, tampilan, hingga potongan harga yang ditawarkan oleh setiap kios. Hanya saja, kita mesti selektif dalam membeli. Jangan sampai buku-buku yang kita beli tidak bermanfaat atau malah menyesatkan. Sikap selektif ini membuat kami lebih mudah menentukan kios mana yang akan kami hampiri.

Namun anak-anak kami ternyata kurang menikmati suasana pasar buku yang ramai, sesak dan ingar-bingar. Apalagi tidak menemukan buku yang dicari, anak-anak makin gelisah. Bertambah tidak nyaman ketika lantunan musik hip-hop dari panggung utama terdengar membahana di saat yang semestinya dikumandangkan azan asar. Akhirnya kami putuskan keluar gedung, untuk mencari teduh dan meninggalkan pasar buku di hari terakhirnya.


titip salam untuk kanjeng nabi

9 Maret, 2014

Di antara pesan yang sering dititipkan oleh karib kerabatnya kepada peziarah masjid nabawi adalah, “titip salam untuk baginda rasul”, “titip salam untuk kanjeng nabi”, dan semisalnya. Demi menunaikan amanah tersebut, banyak peziarah yang mendatangi kuburan nabi shallallahu alaihi wasallam berkali-kali dan sayangnya tanpa adab yang dibenarkan.

Ketika mendatangi masjid nabawi, untuk ke kuburan nabi dan kedua sahabat beliau -Abu Bakar dan Umar radiyallahu anhuma– adalah melalui pintu Al-Salam. Tak sedikit yang lupa membaca doa memasuki masjid ketika melalui pintu itu dan lupa menunaikan dua rakaat tahiyatul masjid karena mengira bukan bagian masjid. Kemudian saling dorong antar jamaah dalam kondisi berdesak-desakan demi mendekati kuburan nabi. Lalu memberi salam dan salawat kepada nabi dengan salam dan salawat yang tidak pernah diajarkan oleh beliau atau dicontohkan oleh para sahabat beliau.

Ada yang berlama-lama berdiri menghadap ke kuburan nabi dan berdoa, bahkan ada pula yang mengutuk kedua sahabat nabi yang mulia. Banyak pula yang melambaikan tangan ketika melalui kuburan nabi. Adapun kaum wanita karena tidak diperkenankan masuk ke pintu Al-Salam, berkumpul di luar masjid atau dekat pintu keluar (Al-Baqi) dan melambaikan tangan ke arah kuburan beliau. Dari luar masjid, letak kuburan nabi dan kedua sahabatnya ditandai dengan kubah hijau peninggalan kekhalifahan Utsmani.

Padahal, Abdullah ibn Umar -radiyallahu anhuma- ketika mendatangi Masjid Nabawi adalah melakukan salat tahiyatul masjid dua rakaat kemudian pergi ke kuburan Nabi dan dua sahabat beliau lalu mengucapkan salam kepada mereka, setelah itu pergi tanpa berdiri lama di situ.

Adapun salam yang beliau ucapkan adalah:

السلام عليك يا رسول الله ورحمةالله وبركاته، السلام عليك ياأبابكر، السلام عليك يا عمر.

“Semoga salam sejahtera bagimu wahai Rasulullah beserta rahmat Allah dan berkah dari-Nya. Semoga salam sejahtera bagimu wahai Abu Bakar. Semoga salam sejahtera bagimu wahai Umar.”

Bagaimanapun, menyampaikan salam kepada Rasulullah tidaklah ada perbedaan keutamaan antara disampaikan di hadapan kubur beliau maupun di tempat lain bahkan di kampung sendiri yang jauh dari Madinah. Beliau shallallahu alaihi wasallam telah mengabarkan bahwa Allah akan selalu menyampaikan salawat dan salam dari umat kepada beliau dan atas izin-Nya pula ruh beliau dikembalikan untuk menjawab salam tersebut.

Semoga salam sejahtera dan salawat Allah senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad.


nabi adam dan dinosaurus

24 Februari, 2014

radya: ba, tahu gak kalau dinosaurus bisa jadi tunggangan nabi adam?
baba: waduh, menurut kamu bagaimana?
radya: kan lebih tinggi nabi adam, ba.
baba: ah, masak iya?
radya: iya lah, kalau nabi adam setinggi ini (kepala radya), dinosaurus cuma setinggi ini (perut radya). bisa jadi tunggangannya nabi adam.
baba: hmmm… bagaimana kalau kita tanyakan ke ustad saja?

baba: ustad, maaf ada yang mau bertanya.
ustad: oh iya pertanyaan apa?
baba: ini anak saya bilang bahwa dinosaurus bisa jadi tunggangan nabi adam.
radya: iya ustad, kan nabi adam lebih tinggi dari dinosaurus.
ustad: eh, apa iya? nabi adam tingginya 60 hasta. itu berapa meter ya?

teman radya: 30 meter!
ustad: ah, tidak setinggi itu, barangkali hanya 26 meter. nah, dinosaurus terbesar apa? t-rex?
radya: bukan! t-rex mah kecil.
ustad: hmm atau brontosaurus ya? yang lehernya panjang?
radya: argentinosaurus, panjangnya 40 meter dari kepala sampai ekor. tapi tidak tinggi.
ustad: wah… ustad baru tahu ada yang lebih panjang dari brontosaurus.

teman radya: ustad, Allah kan lebih besar daripada nabi adam ya?
ustad: wah itu namanya membandingkan antara dua hal yang tidak setara. antara makhluk dengan pencipta.

🙂


لا بأس طهور إن شاء الله

6 April, 2013

feverRasulullah صلي الله عليه وسلم dalam hadits riwayat al-Bukhari menganjurkan orang yang menjenguk orang sakit agar menghiburnya dengan doa:

لا بأس طهور إن شاء الله

“Tidak mengapa, semoga membersihkanmu dari dosa-dosa, atas seizin Allah”.

Ketika babanya sakit, Radya, 7 tahun, menghibur dengan doa tersebut. Penghiburan yang berganda, selain karena doa dan makna doa tersebut, karena yang menyampaikannya adalah seorang anak kecil yang belum baligh sebagai tanda berkahnya pendidikan yang dipatri ke dadanya.

Ketika Radya sakit, baba mencoba menghiburnya dengan doa tersebut. Namun sesungguhnya doa itu bukan ditujukan untuknya. Seorang anak kecil yang belum baligh tidaklah memiliki dosa-dosa, walaupun ia melakukan kesalahan maka pena diangkat (dari catatan amal) dan ia dianggap keliru, karena akalnya belum sempurna. Maka doa penghiburan itu sesungguhnya ditujukan kepada babanya sendiri.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah رضي الله عنهما, dari Nabi صلي الله عليه وسلم beliau bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah menimpa seorang muslim kelelahan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan dan duka, sampai pun duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya.” (Muttafaqun alaih)

rujukan:

  1. http://kaahil.wordpress.com/2008/12/27/6-adab-dan-tuntunan-lengkap-ketika-sakit/#more-624
  2. http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3359-apakah-anak-kecil-mendapat-pahala-amalan-sholeh.html
  3. http://al-atsariyyah.com/anak-tanggung-jawab-ayah.html

menafkahi istri dengan layak dan cukup

1 Februari, 2013

Ibnu Umar mengatakan: Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- dahulu menyerahkan tanah khaibar (untuk digarap), dengan upah setengah dari hasil buah dan pertaniannya. Dari hasil tersebut, beliau bisa menafkahi para istrinya sebanyak 100 wasaq pertahun. 80 wasaq berupa kurma, sedang 20 wasaq berupa sya’ir (jewawut/malt). Pada saat Umar menjadi khalifah, dia membagi (tanah khaibar itu), dan memberikan pilihan kepada para istri Nabi -shallallahu alaihi wasallam-, antara mengambil tanah dan pengairannya, atau (seperti sebelumnya) menerima hasilnya beberapa wasaq tiap tahunnya. Dan pilihan mereka berbeda-beda, ada yang memilih tanah dan pengairannya, ada juga yang memilih menerima hasilnya beberapa wasaq. Adapun Aisyah dan Hafshah, mereka berdua memilih mengambil tanah dan pengairannya. [HR Muslim]

Hadits tersebut diletakkan oleh Imam Muslim pada bab Musaqah pada Kitab Muzara’ah dalam kumpulan Shahih-nya. Secara bahasa, muzara’ah berarti muamalah atas tanah dengan sebagian yang keluar sebagian darinya. Dan secara istilah muzara’ah berarti memberikan tanah kepada petani agar dia (pemilik tanah) mendapatkan bagian dari hasil tanamannya. Misalnya sepertiga, seperdua atau lebih banyak atau lebiih sedikit dari itu. Musaqah adalah menyerahkan kebun beserta pohonnya, kepada pekerja, agar dirawat, dengan upah dari sebagian hasil buahnya. Hadits tersebut dijadikan dalil praktik muamalah mengambil manfaat dari hasil kebun atau sawah milik sendiri yang digarap oleh orang lain.

Di dalam hadits tersebut disebut bahwa praktik musaqah dilakukan oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- terhadap tanah khaibar. Tanah khaibar diperoleh sebagai harta rampasan perang Khaibar yang berlangsung di penghujung bulan Muharam pada tahun ke-7 H. Karena tidak memungkinkan untuk dibawa ke Madinah, maka kebun kurma dan malt yang ada diserahkan kepada petani Yahudi (yang dahulu memilikinya) untuk digarap dengan upah sebesar setengah dari hasil pertaniannya. Hal ini menjadi dalil dibolehkannya bermuamalah dengan orang-orang Yahudi maupun non muslim lainnya.

Dari hasil pertanian yang menjadi hak kaum muslimin, Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- dapat memberi nafkah kepada para istrinya sebanyak 100 wasaq pertahun dengan perincian 80 wasaq berupa kurma, sedang 20 wasaq berupa malt. Secara matematis, 1 wasaq adalah 60 shaa’, sedangkan takaran 1 shaa’ setara dengan 2,5 kg. Sehingga nafkah sebesar 100 wasaq per tahun setara dengan 15 ton dengan pembagian 12 ton kurma dan 3 ton malt. Dengan demikian setiap bulannya Nabi -shallallahu alaihi wasallam- menafkahi para istrinya sebesar 1,25 ton hasil pertanian. Apabila menggunakan perbandingan harga saat ini (2012) dimana 1 kg kurma berkualitas baik adalah Rp100 ribu dan 1 kg malt berkualitas baik adalah Rp50 ribu, maka nafkah yang dikeluarkan oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- setiap bulannya kurang lebih senilai Rp112,5 juta.

Pada tahun ke-7 H hingga wafatnya, Nabi -shallallahu alaihi wasallam- masih memiliki 9 orang istri dan 1 orang selir. Khalifah Abu Bakar –radhiyallahu anhu- tetap melanjutkan hak nafkah para ummul mukminin tersebut hingga di masa Khalifah Umar bin Khattab –radhiyallahu anhu– mengubah mekanisme pembagiannya.

Hal ini mengandung pelajaran bagi para suami untuk memperhatikan keluarganya dengan memberikan nafkah yang layak dan cukup yang bersumber dari harta yang halal dan berkah. Dimana nafkah tersebut masih dapat dinikmati keluarganya bahkan jauh setelah si suami wafat. Hal ini juga mengandung pelajaran bahwa khalifah sebagai pemerintah dapat campur tangan ke dalam masalah hak-hak pribadi apabila melihat maslahat yang lebih baik sehingga dapat bermanfaat lebih bagi kelangsungan bernegara. Wallahu a’lam.


refleksi [maulid] wafat nabi

24 Januari, 2013

Betapa banyak yg berhari raya di hari kamis ini padahal Rasulullah membiasakan berpuasa di hari kamis.

Betapa banyak yg membaca yasin di malam jumat padahal Rasulullah menganjurkan membaca alkahfi.

Betapa banyak yg lupa bersalawat setelah azan dan yg bersenandung di antara azan dan ikamah padahal Rasulullah memberitahu itu salah satu saat diijabahnya doa.

Betapa banyak yg meninggalkan sunnah dan menghidupkan bidah namun mengaku mencintai Rasulullah?

Shallallahu alaihi wa alaa alihi wasallam.

(refleksi [maulid] wafat nabi)
Betapa banyak yg mengenal 12 rabiul awal sbg hari lahir nabi walaupun banyak ulama sejarah tidak sepakat, namun sedikit yg mengetahui tgl tsb disepakati sbg hari wafatnya.*

*Imam Ibnu Hajar al-Asqalany di dalam kitab Al-Fath (Fathul Bari) mengatakan bahwa mayoritas ulama berpendapat bahwa Rasulullah wafat di waktu dhuha hari Senin di bulan Rabiul Awal yaitu hari kedua belas. Demikian pula Imam Ibnu Katsir menyatakannya di dalam Sirah Nabawiyah.

 

 


%d blogger menyukai ini: