Momentum liburan

25 Desember, 2015

image

Tidak merayakan natal tapi ikut berlibur?
Tidak merayakan maulid tapi mengadakan pengajian?

Natal dan maulid, adalah di antara hari-hari libur nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah. Hari libur nasional lainnya seperti tahun baru, hari kemerdekaan dan hari-hari raya keagamaan, tidak ketinggalan hari Minggu sebagai hari libur bagi pegawai dan pelajar.

Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Seseorang dikatakan merugi jika tidak dapat memanfaatkan waktu dengan baik. Seorang muslim, apabila telah selesai mengerjakan suatu kebaikan, sangat dianjurkan untuk segera mengerjakan kebaikan yang lain.

Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan.”

Akan tetapi hidup seorang muslim tidak melulu diisi dengan kerja. Karena setiap sendi kehidupan memiliki haknya untuk diperhatikan. Tubuh memiliki hak, keluarga memiliki hak, jiwa juga memiliki hak. Ada saatnya untuk beristirahat, untuk bercengkerama, untuk meningkatkan iman.

Hari libur adalah salah satu sarana yang disediakan untuk memenuhi hak-hak tersebut. Dengan demikian memanfaatkan momentum tidaklah sama dengan ikut-ikutan merayakan hari libur, apalagi dikatakan sebagai bidah.

Wallahu waliyut taufiq.


Allah paling sabar

25 Desember, 2015

image

عَنْ أَبِي مُوسَى ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ لَيْسَ أَحَدٌ ـ أَوْ لَيْسَ شَىْءٌ ـ أَصْبَرَ عَلَى أَذًى سَمِعَهُ مِنَ اللَّهِ، إِنَّهُمْ لَيَدْعُونَ لَهُ وَلَدًا، وَإِنَّهُ لَيُعَافِيهِمْ وَيَرْزُقُهُمْ ‏”

Dari Abu Musa radiyallahu anhu, bahwasanya Nabi sallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada seorangpun – atau tidak ada satupun – yang lebih sabar atas gangguan yang didengarnya dibanding Allah. Mereka menyatakan bahwa Allah mempunyai anak, padahal Dia-lah yang memberikan kesehatan dan rizki kepada mereka.”

[HR. Al-Bukhari, no. 6099]

http://sunnah.com/bukhari/78/126

عَنْ أَبِي مُوسَى، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ لاَ أَحَدَ أَصْبَرُ عَلَى أَذًى يَسْمَعُهُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِنَّهُ يُشْرَكُ بِهِ وَيُجْعَلُ لَهُ الْوَلَدُ ثُمَّ هُوَ يُعَافِيهِمْ وَيَرْزُقُهُمْ ‏”‏

Dari Abu Musa, dia berkata: Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seseorang lebih sabar atas gangguan yang didengarnya dibanding Allah azza wa jalla. Dia dipersekutukan dalam peribadatan dan dikatakan mempunyai anak, walaupun demikian Dia tetap memberikan kesehatan dan rizki kepada mereka.

قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ قَيْسٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ مَا أَحَدٌ أَصْبَرَ عَلَى أَذًى يَسْمَعُهُ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى إِنَّهُمْ يَجْعَلُونَ لَهُ نِدًّا وَيَجْعَلُونَ لَهُ وَلَدًا وَهُوَ مَعَ ذَلِكَ يَرْزُقُهُمْ وَيُعَافِيهِمْ وَيُعْطِيهِمْ ‏”‏

Berkata Abdullah bin Qais, Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada seorang pun yang lebih sabar atas gangguan yang didengarnya dibanding Allah ta’ala. Mereka mengadakan sekutu bagi-Nya dan mengatakan Allah mempunyai anak, walaupun demikian Dia memberikan rizki, kesehatan dan makanan kepada mereka.

[HR. Muslim, no. 2804]

http://sunnah.com/muslim/52/35-36


kelahiran ajaib yesus

25 Desember, 2014

Kisah kelahiran Yesus yang ajaib tidak berbeda dengan penciptaan Adam. Apabila Allah berkehendak, Ia berkata: “Jadilah”, maka jadilah ia.

View on Path


to say or not to say

19 Desember, 2014

Cukuplah dengan memahami ajaran masing2, tidak perlu ada pemaksaan.

Mengucapkan atau tidak adalah pilihan. Setiap orang punya kebebasan untuk memilih, hanya saja tidak bebas untuk menerima konsekuensi nya.

Sedangkan toleransi adalah mengerti ragam dan membiarkan berbeda.

View on Path


happy holiday

26 Desember, 2008

sehubungan dengan keyakinan saya bahwa seorang muslim diharamkan memberikan ucapan selamat atas hari raya umat agama lain (baca di sini) karena dapat menodai keimanan seorang muslim, tetapi mengingat bahwa pada akhir tahun ini banyak hari liburnya ditambah lagi dengan liburan anak sekolahan, barangkali di antara pembaca ada yang melakukan liburan bersama anak-anaknya, pasangannya maupun liburan sendirian, maka  ijinkanlah saya mengucapkan: HAPPY HOLIDAY, Libur t’lah tiba!!! 🙂


%d blogger menyukai ini: