ga boleh niup air panas

27 Februari, 2012

Adalah memang benar adanya hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengenai larangan meniup atau bernapas di bejana air minum. Namun ketika ada yang mengatakan bahwa berdasarkan “hasil penelitian” yang tidak diketahui sumbernya, reaksi CO2 dengan H2O menghasilkan asam karbonat H2CO3 yang dapat membahayakan kesehatan, apalagi ditambah “fakta” H2CO3 korosif terhadap besi kemudian bertanya: bagaimana kalau masuk ke paru-paru?

Masalahnya paru-paru kita bukan besi, jadi tidak berlaku hukum korosi 🙂 Lagipula minuman masuk ke lambung melalui kerongkongan, bukan masuk ke paru-paru melalui tenggorokan. Bagaimana bisa masuk ke paru-paru padahal baru sampai tenggorokan saja kita sudah tersedak dan terbatuk-batuk?

Reaksi yang terjadi ketika CO2 dicampur ke air H2O ia akan terbentuk H2CO3 (ini rumus kimianya asam karbonat) itupun dalam jumlah kecil. Asam karbonat adalah asam yang lemah dan pH-nya lebih dekat ke 7 (pH air), sedangkan sebagian besar CO2 larut dalam air. Asam karbonat bermanfaat untuk membuat minuman berkarbonasi, seperti sparkling water ataupun softdrinks.

Adapun peranan asam karbonat di dalam darah adalah sebagai tahap antara dalam mengeluarkan CO2 dari tubuh melalui pernapasan.

Reaksi pembasahan CO2 berlangsung lambat tanpa adanya katalis, tetapi sel darah merah yg mengandung karbonat anhidrase meningkatkan laju reaksi memisahkan ion hidrogen H+ dari asam karbonat yang dihasilkan, dan meninggalkan bikarbonat HCO3- terlarut dalam plasma darah. Reaksi katalisis ini dibalik di paru-paru, mengubah bikarbonat kembali menjadi CO2 agar mudah dikeluarkan.

Kesetimbangan ini berlangsung terus menerus dan memainkan peran penting sebagai penyangga darah manusia dan hewan menyusui.

Agar lebih jelasnya silakan simak dan baca di: (daripada saya minta baca buku Kimia/Biologi SLTA maupun kuliah Kimia Dasar/Biologi Molekuler, hehehe)

http://sciencehack.com/videos/view/nGZ8j2wHUrs
http://en.wikipedia.org/wiki/Carbonic_acid

Mengenai hikmah dari hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang larangan mengambil nafas di dalam bejana tidaklah terjawab oleh “penelitian” yang tidak jelas sumbernya tersebut. Cukuplah bagi kita hikmah dari mengikuti sunnah nabi adalah pahala yang menjadi tabungan amal di akhirat. Dan hikmah nyata yang kita peroleh adalah kalau minum yang sabar, tunggu airnya mendingin sendirinya, jangan diminum panas-panas nanti lidahnya terbakar :p

Barakallahufikum.


fys – 03 segitiga api

25 Maret, 2010

Maraknya peristiwa kebakaran di antara kita yang dapat disimak setiap hari di televisi, menuntut perhatian lebih dari kita terhadap api, kebakaran, penyebabnya dan bagaimana mencegahnya. Pada tulisan kali ini saya hendak memperkenalkan tokoh utama dalam peristiwa kebakaran yaitu API.

Dalam menemukan api pertama kali, dikisahkan bahwa manusia mendapatkannya dari alam, yaitu petir yang menyambar pohon kemudian membakarnya, seiring berkembangnya pengetahuan manusia, yang dianugerahkan oleh Allah, manusia mulai membuat api dari percikan batu atau gesekan kayu. Api tersebut digunakan untuk penerangan, menghangatkan tubuh dari hawa dingin, dan memasak makanan. Jadilah api sebagai sahabat manusia.

Tetapi ketika didapati bahwa jumlah api yang besar ternyata membuat kebakaran, mencelakakan manusia, dan menghanguskan harta benda yang mereka miliki, sejak itu pula api menjadi musuh manusia. Sikap manusia terhadap api pun berubah, kaum yang tidak mendapat petunjuk dari Tuhan, menjadikan api sebagai entitas ketuhanan yang disembah.

Bagaimanapun, api adalah makhluk Allah, kecil jadi sahabat, besar jadi musuh, maka dalam menyikapinya manusia harus mengenal dan mengendalikan api. Lalu bagaimana sebenarnya api terjadi?

Ketika berkumpulnya bahan bakar, panas, dan oksigen kemudian terjadi reaksi di antara ketiganya, maka terjadilah api. Bahan bakar adalah bahan yang mudah terbakar, baik dalam bentuk padat, cair maupun gas. Akan tetapi yang paling mudah adalah bentuk gas, sedangkan bentuk padat harus mengalami pirolisis atau perubahan menjadi uap, begitupula bentuk cair harus menguap supaya mudah terbakar.

Panas dapat berasal dari reaksi kimia, listrik, gesekan, tekanan, maupun alam seperti matahari dan petir. Sedangkan oksigen berasal dari udara di sekitar kita. Api terjadi dengan reaksi ketiga unsur tersebut, inilah yang disebut dengan SEGITIGA API. Namun untuk dapat berkesinambungan (long lasting) harus terjadi reaksi kimia berantai.

***


rumahku panas!

8 November, 2007

“bener deh, semua laki-laki sama!”

“lho, memangnya ada apa kok bisa-bisanya mbak bilang begitu?”

“ya iya lah, tadi mas andi kan cerita kalau kemarin pulang kantor kemalaman, karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan, apa nggak mikir kalau ada yang nungguin di rumah?”

“hehehe, saya sih lebih enak kalau sudah sampai di rumah gak ketemu sama kerjaan kantor, bercengkerama dengan keluarga jadi lebih asyik. makanya saya coba selesaikan di kantor”

“tapi itu pekerjaan gak bakalan pernah selesai, perempuan tuh maunya, laki-laki kalau sudah jamnya pulang ya pulang, gak usah pake alasan macam-macam buat terlambat pulang”

“bukan begitu, mbak. mungkin setiap laki-laki punya alasan berbeda. memang apa yang mendasari mbak mencak-mencak sama saya begitu? apalagi mbak cuma teman saya?”

mulailah perempuan itu bercerita tentang kondisi rumah tangganya karena suaminya yang selalu punya alasan terlambat pulang. saya coba menyimak baik-baik supaya apa yang saya katakan kepadanya nanti tidak melukai perasaannya. maklum perempuan, sama citra aja saya masih suka salah bicara, apalagi sama perempuan itu yang cuma teman biasa.

semua keluhan tentang kelakuan suaminya yang suka terlambat pulang terpampang di muka saya seperti cermin… hehehe, maklum saya kadang-kadang memang suka telat pulang. tetapi ya, itu tadi saya punya alasan yang jelas misalnya rapat yang selesai terlalu sore, atau ada tugas tiba-tiba yang harus saya siapkan karena dibutuhkan malam itu juga oleh bos, atau karena hujan: kalau yang ini saya katakan ke citra, “sayang, masak lebih suka mas sakit kehujanan daripada pulang sehat?” 🙂

nah, berkaitan dengan kelakuan suami teman itu, saya coba mengelus dada, tidak membenarkan dan tidak pula menyalahkan. tetapi saya coba mengarahkan pembicaraan, bahwa apa yang kita inginkan sebenarnya adalah cerminan dari apa yang kita lakukan.

mari bercermin, apa yang kita ingin lihat? wajah cantik menarik penuh senyum dan menawan? lalu apakah pada cermin terbayang hal-hal tersebut? apabila saat bercermin kita baru bangun tidur dengan rambut awut-awutan dan pakaian acak-acakan, tentu saja tidak akan kita lihat wajah cantik menarik penuh senyum dan menawan.

begitu pula, kalau kita ingin melihat pasangan kita memahami kita sesuai dengan keinginan kita, bukankah seharusnya kita bercermin, apakah kita sudah sesuai dengan apa yang ingin dilihat oleh si dia? kadang-kadang sulit karena masing-masing keras kepala! tidak ada yang mau mengalah!

“kan aku juga lelah, bayangkan harus mengejar-ngejar klien, naik turun tangga. pulang-pulang tidak mendapati suami di rumah. bagaimana tidak kesal? bisa-bisa piring terbang bersliweran ketika dia pulang, huh!”

waduh, hal ini dapat dipahami karena kurangnya komunikasi antara pasangan. banyak pasangan lupa bahwa menikah, justru harus memperbanyak komunikasi karena persoalan yang dihadapi jelas bertambah. bagi yang pernah pacaran, komunikasi lebih sering sekedar basa-basi. tetapi kalau sudah menikah, semua komunikasi adalah hal-hal matang yang ada konsekuensinya.

tak pelak lagi, sikap tidak mau mengalah bisa bikin rumah makin panas. cuma toleransi jawabannya: saling mendukung untuk hal-hal yang disepakati dan saling toleran untuk hal-hal yang sulit disepakati. Dalam kacamata islam: toleransi dibatasi dengan hal-hal yang sesuai syariah, sedangkan untuk hal yang diluar syariah hukumnya jelas: haram.

maka upaya saling memahami antara pasangan harus dimulai dari titik persamaan yang dimiliki oleh keduanya. akan sulit, namun pasti kecewa jika tidak dicoba. toh, pasangan yang sudah melalui Golden Anniversary saja masih ada sedikit ketegangan, apalagi yang baru menikah seumur jagung. alangkah sayangnya jika hal-hal yang tidak prinsip secara syar’i  merusak usia pernikahan kita?


…panas…

21 September, 2004

cuma mau komentar tentang dunia yang semakin panas !!! it SUCKS!


%d blogger menyukai ini: