antara petruk dan pinocchio

25 Agustus, 2012

Kisah Petruk dan Pinocchio (Pinokio) barangkali sama-sama lawasnya walaupun berasal dari negara yang berbeda. Petruk dilahirkan di lingkungan Jawa oleh penggubah kisah-kisah pewayangan sebagai salah satu dari empat punakawan, sedangkan Pinocchio dilahirkan di Italia oleh penulis cerita anak-anak Carlo Collodi sebagai anak-anakan kayu buatan Geppetto. Kisah mereka satu sama lain jelas jauh berbeda, kesamaan di antara keduanya barangkali adalah karakter hidung yang panjang.

Namun perjalanan kisah Petruk tidak seberuntung kisah Pinocchio yang mendunia lewat propaganda Disney, kisah-kisah Petruk terbatas berputar di tanah Jawa saja, itupun disajikan dalam bentuk lakon pewayangan yang sangat tidak akrab bagi dunia anak-anak zaman sekarang. Barangkali komik karya Tatang S adalah media yang bertahan memopulerkan Petruk dan Gareng sebagai dua sejoli dari Kampung Tumaritis hanya pada generasi 1980-an saja.

Ketika sedang mewarnai layang-layang yang kami buat di Museum Layang-Layang Indonesia, berkunjunglah sebuah keluarga dengan lima orang anak berusia SD dan TK. Pemandu museum mengajukan pertanyaan kepada anak-anak itu mengenai karakter Petruk dan Gareng yang ditampilkan dalam bentuk layang-layang, “Siapakah tokoh berhidung panjang itu?”, dijawablah oleh salah seorang anak, “Pinokio!”


rambut panjang aya

24 Mei, 2012

Aya, putri bajak lautku yang cantik rupawan, sama sekali tidak nampak femininnya, menyukai rambut panjang a la barbie dengan kostum jake & the neverland’s pirates. Saking inginnya berambut panjang, shampoo deedee untuk rambut panjang pun dikeramaskan pada rambut ikalnya, tidak cukup sehari sekali, setiap kali mandi plus setiap malam. Tak mempan dinasehati, bahwa rambut panjang tidak serta merta dan seketika, harus dengan asupan gizi yang baik, istirahat yang cukup, dan emosi yang terkendali. Aduh…

Bukannya menyimak, malah bersuara, tak suka babanya menceramahi dia, bersikeras untuk ke kamar mandi dan berkeramas. Untunglah ia belum bisa membuka sendiri pintu kamar mandi. Lalu digiringlah ke kamar tidur, menikmati bercengkerama dengan bantal dan guling. Yang lain sudah pulas, ia masih bercerita, hingga lelah dan terlelap dengan sendirinya…


%d blogger menyukai ini: