Nasihat pantas sandang

9 April, 2015

Nak, kalau kamu belum mampu menanggungnya, jangan paksakan untuk memilikinya.

Kalau kamu masih meributkan mahalnya bahan bakar, jangan paksa dirimu memiliki kendaraan bermotor.

Kalau kamu masih meributkan uang recehan, jangan paksa dirimu menjadi penderma.

Kalau kamu masih meributkan mahalnya bersekolah, jangan paksa dirimu menjadi siswa di tempat itu.

Kalau kamu masih meributkan sukarnya pendidikan, jangan paksa dirimu menjadi orang berilmu.

Kalau kamu masih meributkan kesuksesan orang lain, jangan paksa dirimu untuk berprestasi.

Kalau kamu masih meributkan orang yang mengikutimu, jangan paksa dirimu memimpin mereka.

Kalau kamu masih merisaukan kehilangan apa yang kamu cintai, jangan paksa dirimu melekat kepadanya.

Cukuplah bagimu, Nak. Berbekal yang cukup untuk keperluanmu. Berbuat benar dan baik dalam hidupmu.

Mudah-mudahan, kelak kamu menyandangnya, kamu sanggup menanggungnya.

(@nd, 19061436)

View on Path


Nasihat pantas berkendara

8 April, 2015

Nak, kalaulah kau belum mampu bersepeda, jangan paksakan. Siapkan dulu mental dan tata krama mu.

Karena di luar sana dapat kau lihat:

Teman-temanmu yang sudah bersepeda, tidak memperhatikan kepentingan pengguna jalan lainnya, menyeberang asal menyeberang, melaju asal melaju.

Nak, kalaulah kau belum mampu bersepeda motor, jangan paksakan. Siapkan dulu mental dan tata krama mu.

Karena di luar sana dapat kau lihat:

Para pengendara motor, tidak memperhatikan kepentingan pengguna jalan lainnya, melaju asal melaju, rambu-rambu tak dihiraukannya.

Nak, kalaulah kau belum mampu berkendara mobil, jangan paksakan. Siapkan dulu mental dan tata krama mu.

Karena di luar sana dapat kau lihat:

Para pengendara mobil, tidak memperhatikan kepentingan pengguna jalan lainnya, melaju asal melaju, lupa makna rambu-rambu, salah menggunakan lampu-lampu, serapah lisannya tidak dipandu.

Nak, kalaulah kau belum mampu berkendara, jangan paksakan. Siapkan dulu mental dan tata krama mu. Budi dan bahasa mesti dipandu.

Karena berkendara bukanlah asal mampu, apalagi asal mau.

(@nd, 18061436)

View on Path


air mengalir membersihkan

20 Maret, 2013

PureWaterAir yang menggenang akan mudah menjadi keruh dan kotor. Untuk menjernihkannya hingga laik untuk dipergunakan memerlukan upaya yang tidak mudah. Beberapa di antaranya dengan solusi teknologi penyaringan dan pemurnian yang tidak murah biayanya. Sedangkan air yang mengalir akan selalu bersih. Walaupun ia keruh dan kotor, akan terganti oleh air yang baru, maka kadar keruh atau kotornya akan bergantung kepada sumber aliran airnya. Segelas air yang keruh dan kotor, jika dituangi dengan air kotor maka air yang berada di dalam gelas akan tetap keruh dan kotor. Tetapi jika dituangi air yang bersih dan jernih maka sedikit demi sedikit kekeruhan dan kekotoran yang ada di dalam gelas keluar dan tergantikan sehingga gelas terisi dengan air yang jernih.

Hati (qalbu) manusia adalah raja yang memimpin perilaku seluruh anggota badan sebagai tentaranya. Hati yang keruh dan kotor, membuat amalan anggota tubuh buruk dan tidak pantas. Kebalikannya hati yang bersih dan jernih, membuat amalan anggota tubuh baik dan menyenangkan. Keruh jernihnya hati dan kotor bersihnya, berasal dari sifat asupannya. Ibarat gelas yang bersih, jika diisi dengan materi-materi yang keruh dan kotor maka hati pun akan menjadi keruh dan kotor. Untuk membersihkannya perlu upaya yang susah payah. Apalagi kalau pemiliknya (manusia) masih senang berada dalam lingkungan yang keruh dan kotor, akan makin susah payah lagi. Namun perilaku hati tak ubahnya seperti gelas tadi, jika ia disirami dan dituangi materi-materi yang jernih dan bersih, lama kelamaan kotoran yang menempel padanya terkikis habis dan hati pun menjadi bersih lagi jernih.

Tanpa perlu berpayah-payah memilah dan memilih asupan hati. Membiasakan hati dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat dan berada di lingkungan yang positif dan bersemangat, secara alamiah mengalir terus menerus. Pada suatu saat nanti, jika sedikit kotoran saja mampir di hati maka akan terasa sakitnya. Dengan kembali kepada kebaikan, hati akan pulih dan dengan sendirinya kotoran itu terempas keluar.


%d blogger menyukai ini: