Perisa dan pewarna

9 April, 2015

“Perisa dan pewarna,” sebut Tsuraya ketika membaca label botol pewarna makanan. “Hih, Bubu!” teriaknya tiba-tiba.

Bubu menghampiri dan bertanya, “Ada apa sih, Aya? Kok teriak begitu?”

“Ini kan, perisa dan pewarna,” jawab Tsuraya. “Berbahaya! Kita kan tidak boleh makan makanan yang mengandung perisa dan pewarna,” lanjutnya menjelaskan dengan lagak menggurui.

“Oh begitu?” timpal Bubu dengan santai, “Ya sudah, nanti Bubu berikan ke Bu Erte saja.”

“Lho, kok dikasih ke Bu Erte?” tanya Tsuraya bingung.

“Iya lah, kan Bu Erte kalau bikin susu kedele yang biasa kamu minum itu menggunakan perisa dan pewarna makanan,” jawab Bubu.

“Lho, eh,” Tsuraya pun terdiam dan salah tingkah, diikuti kerlingan mata Bubu.

#08042015

View on Path


%d blogger menyukai ini: