Allah lebih besar

31 Juli, 2012

Pada mulanya konsep betapa besarnya Allah barangkali merupakan hal yang rumit dipahami anak-anak. Hanya dengan kata-kata bahwa Allah Mahabesar, jauh lebih besar daripada manusia, daripada ultraman (tokoh fiktif jagoan buatan Jepang) dan konsep yang benar mengenai keberadaan-Nya yang di atas langit saja masih membingungkan mereka. Apalagi jika orang tua menyampaikan konsep yang salah tentang Tuhan ada di mana-mana atau ada di dalam diri manusia, tentulah akan menjadi sangat tidak masuk akal bagi mereka.

Namun sekembalinya pulang dari Planetarium, Radya dan Tsuraya membahas kembali dengan babanya mengenai konsep kemahabesaran Allah. “Allah kan lebih besar ya, Baba?” ujar mereka. Baba menjawab, “Bagaimana menurut kalian Allah lebih besar?”. “Iya, kan planet dan matahari itu besar,” kata Tsuraya yang disambut oleh Radya, “Bumi lebih kecil daripada matahari.” Baba penasaran, “Lalu?” Radya melanjutkan, “Manusia kan tinggal di bumi, keciiil sekali!” Tsuraya pun menimpali, “Allah kan ada di atas langit, jadi lebih besar!”

Masya Allah, semoga Allah memberkahi mereka.


akuarium planet – 1

10 Juli, 2012

“Baba, kita kan jadi pergi ke planet-akuarium, ya?” tanya Tsuraya, 3 thn 9 bln, di sela jalan kaki antara Stasiun Cikini dan Taman Ismail Marzuki (TIM), jarak yang cukup jauh bagi anak sekecil itu untuk berjalan kaki tanpa digendong dan menikmatinya dengan berbagai dialog. “Bukan planet-akuarium, adek, Planet-arium! Emangnya planet itu ikan ya, Baba?” sanggah dan konfirmasi Radya, si kakak 6 thn 2 bln, yang juga menikmati perjalanan bermotor sejak dari rumah menuju Stasiun Pondok Cina dilanjut ber-KRL Ekonomi. Sesampainya di Planetarium, hanya pintu kantor saja yang buka. Ternyata, setiap hari Senin fasilitas pengunjung ditutup untuk perawatan.

“Is-ma-il-mar-zu-ki,” Radya mengeja tulisan di bawah patung kepala, “itu patung kepala orang ya, Baba?” saat kami keluar dari halaman TIM. “Iya, nak. Dia adalah salah satu penyair Indonesia yang karya-karnyanya menggugah rasa kebangsaan rakyat negeri ini,” jawab Baba. “Ayo, itu Bubu dan adik-adik sudah menunggu di depan.” Naik Kopaja P20 turun di Jalan Pegangsaan Timur, menikmati KFC Kids Meal dan mainan Spiderman Swing, lalu kembali ke Depok dengan KRL Komuter yang perbedaannya dengan KRL Ekonomi hanyalah AC dan pintu gerbong.

(bersambung)


Orion dan Radya

29 Januari, 2012

Malam gelap masih belum larut, rembulan masih hilal belum tampak seperti tandan, Radya mengajak Baba menatap langit melihat bintang-bintang. Baba mengambil Samsung Galaxy 5 miliknya dan membuka aplikasi Google Sky Map. Radya mampu membedakan antara planet dengan bintang. Planet adalah bintang kembara, benda langit yang cahayanya terang tidak berpendar, karena hanya memantulkan sinar matahari. Sedangkan bintang adalah bintang tetap, benda langit yang bersinar dan cahayanya berkelap-kelip, letaknya yang sangat jauh membuatnya terlihat kecil di langit malam. Andai saja bintang yang besar itu dekat, sudah pasti ia lebih terang cahayanya dibandingkan sinar matahari.

Orion adalah salah satu rasi bintang yang mudah terlihat di ekuator langit (ketika diobservasi oleh Radya, Orion sedang berada di dekat zenith). Dalam mitologi Yunani, Orion adalah sang pemburu. Di Jawa disebut sebagai rasi Waluku, yang kemunculannya sebagai penanda waktu menanam padi pada sawah tadah hujan. Radya mengamati Orion dengan seksama, di sekitarnya ada rasi bintang dua ekor anjing (Canis Major dan Canis Minor), serta rasi bintang binatang buruan yaitu Taurus si kerbau dan Lepus si kelinci. Agak ke utara terlihat bintang kembara (planet) yang besar dan terang yaitu Jupiter. Radya menikmati pemandangan langit dengan antusias dan rasa puas.

[26Januari2012/02RabiulAwal1433]


matahari mengelilingi bumi? #3

7 Januari, 2010

Fenomena siang dan malam

Pada majalah Playhouse Disney edisi 19/2010 pada halaman 18 dengan judul “Matahari dan Bulan” terdapat aktivitas Goofy yang sedang melihat dari jendela Clubhouse untuk memastikan apakah saat itu pagi, siang atau malam. Orangtua yang mendampingi anaknya membuka halaman tersebut diminta pula untuk menjelaskan kepada putra-putrinya bahwa matahari terbit dan tenggelam dalam waktu yang berbeda-beda di berbagai belahan bumi. Jadi di Inggris masih siang, di Australia sudah malam.

Bagaimana menjelaskan terbit dan tenggelamnya matahari dalam waktu yang berbeda-beda?

Sebelum lebih jauh, konsep astronomi dalam dunia Islam diperlukan untuk menunjang peribadatan.
Baca entri selengkapnya »


%d blogger menyukai ini: