SMS 1717 – Perpanjangan SIM C

9 April, 2010

berlalu setahun setelah tulisan sebelumnya, SIM C saya pun berakhir. Antara ke Polres Jaksel, ke Mobil SIM Keliling atau ke Polres Depok menjadi pilihan saya. Akhirnya saya kontak SMS 1717 menanyakan posisi MobSIMKel, ternyata yang terdekat di TMP Kalibata. Sebenarnya lebih dekat bagi saya pergi ke Polres Depok, tetapi saya ingin mengetahui proses di Polres Jaksel. Berbekal pengalaman 5 tahun yang lalu ketika saya memperpanjang SIM C begitu mudahnya dan langsung jadi tanpa banyak masalah, maka saya memacu sepeda motor saya ke Polres Jaksel.

Sesuai saran SMS 1717 saya menyiapkan fotokopi SIM C yang lama dan fotokopi KTP masing-masing 2 lembar. Di Polres Jaksel saya menuju loket BRI membayar uang perpanjangan sebesar Rp60 ribu. Dalam kuitansi tertulis jika pembuatan baru membayar Rp75 ribu. Lalu menuju ruang cek mata dan membayar Rp20 ribu tanpa kuitansi. Menuju loket asuransi membayar Rp30 ribu. Menuju loket pendaftaran disuruh membayar Rp50 ribu tanpa kuitansi. Menuju ruang foto, klarifikasi data dan mengambil foto. Menunggu sejenak di loket pengambilan SIM. Kembali ke loket asuransi untuk mengambil kartu asuransi. Semua proses itu selesai dalam waktu 20 menit, di bawah target yang tertera di papan pengumuman (30 menit).

Total biaya yang saya keluarkan adalah Rp160 ribu. Bila dibandingkan dengan catatan tahun lalu, saya hanya mengeluarkan biaya Rp90 ribu. Barangkali ada kenaikan? Biaya perpanjangan yang dibayar melalui bank, jelas tetap. Biaya cek mata dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu: wajar. Biaya asuransi dari Rp15 ribu menjadi Rp30 ribu: wajar karena auditable. Lho… ada biaya Rp50 ribu di loket pendaftaran untuk apa ya?

Saya mencoba mengingat-ingat kembali…. setahun lalu di Polres Depok saya mengisi formulir pendaftaran, namun sekarang di Polres Jaksel saya tidak perlu mengisi formulir pendaftaran. Hmmm… apakah uang Rp50 ribu adalah ongkos mengisi formulir pendaftaran??? Masya Allah.

Sayangnya saya bukan orang yang mudah mempermasalahkan hal ini di TKP. Barangkali jika saya menyadari lebih awal saya akan meminta untuk mengisi formulir pendaftaran itu sendiri, tetapi mungkin saja proses saya menjadi lebih lama karena dianggap “tidak bekerja sama”[1]. Mudah-mudahan tulisan ini membantu teman-teman yang akan melakukan proses perpanjangan SIM.

[1] QS Al Maa’idah, 5:2 Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.


polisi adalah marketer ulung

7 Juni, 2005

pernah baca di buku marketing dan presentasi, bahwa sebuah presentasi yang baik adalah menghadirkan diri dan materi presentasi yang menarik. Tidak perlu masukkan semua informasi dalam lembaran presentasi kita, hanya kata kunci saja dan jelaskan dengan membicarakannya dalam presentasi, niscaya anda akan melihat mata audiens tertuju kepada anda, bukan kepada slide show di papan presentasi.😀saya kutip ulang tulisan:
Tidak perlu masukkan semua informasi dalam lembaran presentasi kita, hanya kata kunci saja dan jelaskan dengan membicarakannya dalam presentasi, niscaya anda akan melihat mata audiens tertuju kepada anda, bukan kepada slide show di papan presentasi
.

see, bila anda pergi ke kantor administrasi, apapun, untuk melakukan pengurusan surat-surat, katakanlah KTP, SIM, STNK, BPKB, LKCK, SIUP, NPWP dan sebagainya, ada minim informasi di kantor-kantor tersebut, tetapi jika anda pergi ke kantor polisi: walaupun minim informasi, tetapi di sana ada meja bertuliskan INFORMASI tanpa brosur atau apapun yg bisa dibaca, terutama masalah biaya pengurusan surat-surat.

para petugas itu akan dengan sigap membantu anda! bahkan beberapa sudah menjemput anda lebih dahulu dan mengajak anda berbicara di tempat duduk yang sudah disediakan untuk melakukan negosiasi: transaksi jasa

akhirnya karena anda butuh waktu kami butuh uang (seperti bunyi stiker di kendaraan umum ;p ) maka anda harus mengeluarkan biaya tambahan sebagai jasa. seringnya biaya jasa itu bisa 3 kalinya daripada biaya sebenarnya yang harus anda keluarkan. sekali lagi, namanya marketing ya begitulah…

jika anda tidak ingin mengeluarkan biaya tambahan, saya sarankan agar anda berani mengambil resiko, tambahan waktu adalah rejeki kok, nikmati proses resmi dan anda puas, tidak perlu harus mengomel karena membayar lebih besar daripada biaya seharusnya, bukan?

selamat buat polisi dan para petugas di semua kantor administrasi, mereka memang layak masuk nominasi marketer of the year!

selamat juga buat anda sebagai konsumer sejati! berpikir untuk menjadi marketer juga?

😉

mo baca keluhan pelanggan di detik.com?
** korupsi berjamaah pengurusan sim
** korupsi pengurusan sim di polda metro jaya
** berapa sih biaya resmi pengurusan sim


siapa sih yang desain jembatan penyeberangan?

7 Januari, 2005

aku jadi bertanya2 siapa sih yg desain jembatan penyeberangan yg ada space buat sepeda/sepeda motor menyeberang? kalau memang tidak boleh lewat situ ya tolong dikasitau dong dari bawah, masak aku harus naik dulu trus sama polisi yg jaga di atas jembatan: “Balik kamu!!!” (galak banget sih), mana licin jadinya pas berbalik sepeda motorku harus terperosok dan lecet kena handrail tangga… trus berputar makan 5 menit lebih, daku harus telat juga masuk kantor!

buat polisi dimanapun anda berada, janganlah bersikap seperti kucing yg mengendap-endap menakuti atau mengagetkan tikus! Anda seharusnya terlihat dan memberi pengayoman bagi masyarakat dan memberi penjelasan dengan baik: “Maaf mas, saat ini jembatan tidak boleh dilewati, silakan berputar atau cari jalan lain”. Khan kalau begini masyarakat jadi lebih enak hati…


%d blogger menyukai ini: