mengelola depresi

12 Agustus, 2014

image

Berita kematian Robin Williams tidak dipungkiri memunculkan kesan sedih pada hati sebagian manusia. Aktor komedian berbakat yang telah menghibur jutaan orang di layar lebar itu ditemukan tewas di rumahnya.  Investigasi koroner menduga penyebab kematian adalah bunuh diri karena ditemukan bukti asfiksia [1]. Juru bicara media keluarganya mengatakan bahwa dia telah lama bertarung untuk mengatasi rasa tertekan [2]. Kematiannya yang tiba-tiba memunculkan begitu banyak tanda tanya. Bahkan ada yang mengatakan kematiannya adalah tidak masuk akal. Bagaimana mungkin seorang penghibur hati banyak orang tidak mampu mengatasi depresi [3].

Bunuh diri dianggap sebagai kematian yang terkait dengan keyakinan. Bagaimana jika ternyata keyakinan itu salah? Sampai-sampai sebuah artikel di situs psikologi mengulas pelajaran yang dapat diambil dari kematian Robin Williams [4].

Bunuh diri menurut ajaran Islam adalah salah satu dari dosa-dosa besar. Tidaklah orang yang melakukannya kecuali ia telah berputus asa dari rahmat Allah. Padahal di antara ciri orang yang beriman adalah tidak berputus asa [5][6][7]. Allah juga telah berfirman, “Manusia tidak jemu-jemu memohon kebaikan. Dan kalau ia ditimpa kesusahan maka menjadilah ia seorang yang sangat berputus asa, lagi sangat nyata kesan putus harapnya (dari rahmat pertolongan Allah).” [8] Kesan putus harapan ini ditampakkan dengan melarikan diri kepada minuman keras dan obat-obatan, baik melalui resep dokter seperti anti-depresan maupun karena penyalahgunaan, sedangkan bunuh diri menjadi puncak keputusasaan.

Oleh karena itu, Rasulullah s.a.w. telah memberikan panduan bagi seorang muslim yang ditimpa kecemasan dan kesedihan dengan doa. Orang yang berdoa meyakini keberadaan Allah. Ia meyakini bahwa Allah pasti memiliki semua jawaban atas pertanyaan. Orang yang berdoa juga meyakini bahwa Allah pasti menguasai perbendaharaan untuk membebaskan dirinya dari kesusahan. Di antara doa yang diajarkan Rasulullah s.a.w. adalah, “Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu daripada ditimpa kesusahan dan kedukaan, daripada kelemahan dan kemalasan, daripada kekikkiran dan rasa pengecut, dan daripada desakan berutang dan paksaan orang.” [9]

Semoga Allah menyelamatkan kita dari berputus asa.

***

[1] http://abcnews.go.com/Entertainment/actor-robin-williams-dead-63/story?id=24937522

[2] http://edition.cnn.com/2014/08/11/showbiz/robin-williams-dead/index.html

[3] http://edition.cnn.com/2014/08/11/opinion/seymour-robin-williams/index.html?hpt=op_t1

[4] http://www.psychologytoday.com/blog/science-and-sensibility/201408/what-can-we-learn-comedian-robin-williams-suicide?tr=MostViewed

[5] http://quran.com/12/87

[6] http://quran.com/29/23

[7] http://quran.com/39/53

[8] http://quran.com/41/49

[9] HR. Al-Bukhari 7/158


13-09-1433H

2 Agustus, 2012

gambar diambil di Depok, tanggal 1 Agu 2012 jam 18.40 (13 Rmd 1433) dengan kamera Panasonic Lumix DMC-FZ8, 18x zoom

12 hari sudah Ramadan tahun ini dilalui, insya Allah masih ada 17 hari lagi sebelum merayakan hari berbuka. Mari koreksi kembali amalan puasa kita. Menahan lapar dan haus sudahlah tentu, apakah mata, lisan, dan hati juga berpuasa? Bahkan orang tidak beriman pun kuat berpuasa, apakah kita berpuasa dengan penuh keimanan dan berharap balasan dari Allah semata [1]? Apakah kita tetap menjaga salat-salat fardu? Bagaimana dengan salat-salat sunah? Sudahkah kita lebih dekat dengan Alquran? Apakah kita memperbanyak sedekah?

Banyak yang bilang bahwa Ramadan terbagi tiga fasa: rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Namun Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengindikasikan bahwa setiap hari di bulan Ramadan adalah rahmat, ampunan [2], dan pembebasan dari api neraka [3]. Maka hendaklah kita tidak berputus asa dari rahmat Allah [4], tetap meminta ampunan dari-Nya atas dosa-dosa kita [5], memohon terbebas dari api neraka yang 70 kali lebih panas dari api dunia, serta mengharap surga sebagai balasan dari Allah karena keikhlasan kita dalam beribadah.

[1],[2] “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [HR. Albukhari dan Muslim]

[3] “Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam di bulan Ramadan, dan semua orang muslim yang berdoa akan dikabulkan doanya.” [HR Bazzar, Ahmad, Ibnu Majah]

[4] “Sesungguhnya Allah menjadikan rahmat seratus bagian, dipeganglah di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian dan diturunkan satu bagian untuk seluruh makhluk-Nya. Sekiranya orang-orang kafir mengetahui setiap rahmat yang ada di sisi Allah, niscaya mereka tidak akan berputus asa untuk memperoleh surga. Dan sekiranya orang-orang beriman mengetahui setiap siksa yang ada di sisi Allah, maka ia tidak akan merasa aman dari neraka.” [HR Albukhari]

[5] “Sesungguhnya Jibril alaihissalam datang kepadaku, dia berkata: Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan ‘Amin’, maka akupun mengucapkan Amin…” [HR Ibnu Khuzaimah, Ahmad, Albaihaqi, Muslim]


%d blogger menyukai ini: