penista agama

17 Januari, 2017

​”tangkap penista agama,” tsuraya mengeja tulisan yg terdapat pada bagian depan kaos para pengunjuk rasa.

di antara mereka ada yang membawa panji-panji, serombongan orang berjalan menembus kemacetan menuju tempat digelarnya persidangan.

“orang-orang itu mau ke mana, ba?” tanya radya.

“mereka mau berunjuk rasa, menghadiri persidangan, mungkin mau memberikan dukungan moral,” sahut baba yang masih disibukkan mengendalikan kereta.

“penista agama itu apa, ba?” tanya tsuraya yang memandangi rombongan orang itu dari balik jendela.

“penista agama adalah orang yang melecehkan agama, menjadikan ajaran agama sebagai bahan ejekan dan senda gurau,” jawab baba, kemudian melanjutkan, “termasuk juga menistakan agama adalah orang yang tidak mau mempelajari agamanya dengan baik dan tidak beramal dengan benar.”

“lihat itu, ba. laki-laki ada yang pakai anting, celananya sobek. kalau dipakai salat kan gak sah ya?” tanya radya.

“barangkali belum tahu, mas. atau nanti dia pakai sarung kalau mau salat,” jawab baba.

“sidang yang tadi bikin jalan kita diblokir ya, ba? jadinya kita sekarang kena macet karena harus memutar?” tanya tsuraya.

“hehehe, iya sidang di sana. bagaimanapun, kita kena macet sudah takdir Allah. qadarullahu wa masya fa’al. Allah sudah menakdirkan dan melakukan kehendak-Nya. tidak boleh bagi yang beriman kecewa dan menyalahkan orang lain,” baba menjelaskan.

***


ketika baba pulang

30 November, 2016

1. (2009, Efek Babanya sering pergi dinas)

Radya: “Bubu, ini kan rumah mas sama Bubu, ya?”
Bubu: “Ya, enggak lah mas. Ini rumah Baba, kita dititipi untuk menjaganya.”
Radya: “Enggak dong, Bu. Ini rumah mas sama Bubu.”
Bubu: “Lalu, Baba rumahnya di mana, dong mas?”
Radya: “Baba kan rumahnya di kantor.”

2. (2011, Efek Babanya pulang kemalaman)

Tsuraya: “Bubu, kok Baba belum pulang ya? Kan udah malam.”
Bubu: “Baba nanti juga pulang, kok. Mungkin saja kena macet. Dan karena sudah malam, mbak Aya bobok ya.”
Tsuraya pun kemudian tertidur lelap.

Pada pagi harinya, Tsuraya terbangun dari tidurnya dan mendapati Baba yang berpakaian kerja, lalu berkata: “Eh, Baba baru pulang.”
Baba: “Iya sayang, Baba sudah pulang tadi malam, dan sekarang bersiap berangkat ke kantor lagi ya.”
Muah. Peluk dan kecup Baba pada Tsuraya.

3. (2014, Efek Babanya sering lembur)

Athiya: “Bubu, Baba kan kalau pulang malam ya?”
Bubu: “Iya sayang. Kan Baba banyak kerjaannya di kantor, belum lagi kena macet di jalan.”

“Assalamualaikum,” suara Baba menyapa di balik pintu.
Athiya: “Eh, Baba pulang. Kok Baba pulangnya masih siang?”

4. (2016, Efek Babanya pulang kemalaman)

Ketika azan subuh, Athiya terbangun, melihat Babanya mengenakan pakaian batik kerja.
Lalu dia pergi ke Bubunya sambil berkata, “Bubu, lihat tuh. Masak, Baba subuh baru pulang.”
Bubu: “Hahaha. Baba pulang tadi malam, Nak. Sayangnya kamu sudah tidur. Itu Baba mau salat subuh.”

5. (2016, Efek Babanya sebagai yang dirindukan)

“Assalamualaikum,” Baba menyapa dari balik pintu.
Bergemuruh, “Hore, Baba pulang!” Anak-anak langsung menyerbu Bapaknya. Ke pelukan, bahu, paha, dan punggung.
“Siapa yang mau ambilkan air minum untuk Baba?” tanya Bubu

Athiya dan Safiya, langsung berebutan menuju dispenser air, saling sikut mengambil gelas, berlomba-lomba menuju Baba, lalu terdengar raungan tangis Safiya karena dikalahkan oleh kakaknya.

Baba pun menerima gelas dari Safiya dan meminumnya setelah menghabiskan isi gelas yang disuguhkan Athiya. 😀

#family


Sepeda

1 Juni, 2016

image

Nak, selamat.
Sekejap saja, kamu berhasil mengalahkan rasa takut, menepis khawatir, dan menempatkan malu dengan tepat.

Walaupun untuk itu kamu mesti melalui sekian lama, mengumpulkan keberanian, ditempa begitu banyak ketidaksukaan.

Nak, selamat. Setelah ini, kamu belajar mengelola rasa senang, menggugurkan takabur, supaya dapat kamu kayuh dan meluncur lebih jauh.

@ndi, 25081437


10 tahun

4 Februari, 2016

0b170f0633a9d5dacda1bcca1aa91ba4

وامر اهلك بالصلاة واصطبر عليها لا نسالك رزقا نحن نرزقك والعاقبة للتقوى

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

[Quran Surah Taha, 20: 132]

و عن أبي ثرية سبرة بن معبد الجهني رضي الله عنه قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ‏:‏ ‏”‏ علموا الصبي الصلاة لسبع سنين‏”‏ واضربوه عليها ابن عشر سنين‏”‏ حديث حسن رواه أبو داود، والترمذي وقال حديث حسن‏.‏ ولفظ أبي داود‏:‏ ‏”‏ مروا الصبي بالصلاة إذا بلغ سبع سنين‏”‏‏.‏

Dari Abu Tsuraya Sabrah bin Ma’bad Al-Juhani radiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda: “Ajari anakmu salat pada usia tujuh tahun dan hukumlah anak itu (jika tidak salat) pada usia sepuluh tahun”.

Hadits hasan riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi

Redaksi Abu Dawud: “Perintahkanlah anakmu salat jika sudah sampai usia tujuh tahun”.

[Riyadus Salihin, 1: 302]

وعن عمرو بن شعيب، عن أبيه، عن جده رضي الله عنه قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ‏:‏ ‏ “‏ مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع سنين، واضربوهم عليها، وهم أبناء عشر، وفرقوا بينهم في المضاجع‏”‏ ‏(‏‏(‏حديث حسن رواه أبو داود بإسناد حسن‏)‏‏)‏‏.‏

Dari Amru bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya radiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda: “Perintahkanlah anak-anak kalian salat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika tidak salat) ketika mereka berusia sepuluh tahun, dan pisahkan mereka (anak laki-laki dan anak perempuan) di tempat tidur mereka.”

Hadits hasan riwayat Abu Dawud dengan sanad hasan.

[Riyadus Salihin, 1: 301]

@Radya, 25041437


hukuman yang menyenangkan

11 Januari, 2016

Sebungkus pilus milik Radya yang tergeletak di atas meja, Tsuraya telah menghabiskannya. Radya kesal dan menyembunyikan sandal Tsuraya di dekat tempat sampah. Tsuraya pergi sekolah dengan sandalnya yang lain.

Baba menyuruh Radya mengembalikan sandal Tsuraya. Radya mencari sandal menemukan sebelah saja. Hari itu hari Sabtu, adalah jadwal petugas kebersihan mengambil sampah. Kemungkinan besar sandal terbawa bersama sampah.

Tsuraya bersalah karena memakan pilus tanpa izin pemiliknya. Tsuraya harus minta maaf kepada Radya dan tidak mengulanginya lagi. Radya bersalah karena menghilangkan sandal Tsuraya. Selain minta maaf dan tidak mengulanginya, Radya mendapat hukuman.

Hukuman untuk membeli sandal baru untuk Tsuraya. Radya tidak punya uang. Isi celengannya sudah habis untuk jajan. Hukumannya diganti. Radya harus membersihkan lantai kamar mandi setiap hari Minggu, selama sebulan.

Hari Minggu, Radya menjalani hukuman.  Radya tidak tahu bagaimana membersihkan lantai kamar mandi. Baba menunjukkan caranya. Athiya pun ikut membantu kakaknya. Mereka berdua menyikat lantai kamar mandi dengan gembira.


My Trip and My Adventure

23 Desember, 2015

image

Below is the script of above picture. It was written by Radya, 9 yo, in his first English camp experience. Enjoy!

My scines is “Make a Rocket”
I was look for more videos
And i was sleep for 2 night
I was eat and drink in there
and i go there with my little brother and sister
It’s my fun Adventure
Outbon its my favorite game in this challange
I am noting late wen i go to class
and this is my Trip and my Adventure
all the kids was ixiting for that
and i so sleeped in the night
i was going to the bath and go to the class
My Trip is the best
And my Adventure is the great
it was my story in Eduventure/Dompet Dhuafa
and i Dreamed i can fly
the song is “I Belive i can fly”
its a loot of story
i have to tell my story to my Mom/Dad
i am the first kids in my family
Im 9 years old
i have 3 little sister and 3 brother
my mom name is: “Citra Sani Saraswati”
and my Dad name is: “Afriandi eka prasetya”
My dad occupation is: “Employee
and my mother occupation is: housewife
It’s All my story ” Thank you!”

From: Radya Kaulan Maisura


Fenomena kesurupan

13 April, 2015

“Baba, mas takut,” ujar Radya ketika mendengarkan suara yang mencekam dari latar program acara radio. “Takut, mengapa?” tanya Baba. “Itu, Lain Dunia, cerita tentang kesurupan,” jawab Radya.

“Apa yang kamu takutkan?” Baba bertanya, “bukankah nanti ustaz narasumber akan menjelaskan hal yang benar tentang kesurupan?”

Radya balik bertanya, “Memangnya, kesurupan itu apa sih, Ba?”

“Kesurupan itu terjadi karena tidak berzikir kepada Allah,” jawab Baba, “sehingga memberi ruang bagi setan untuk mengganggu manusia.”

“Ih seram,” sahut Radya, “nanti orang yang kesurupan bisa ngamuk seperti harimau.”

“Tidak melulu demikian, mas,” Baba menyanggah, lalu melanjutkan, “bahkan seringkali, orang yang tidak mau salat, karena kesurupan.”

“Kok, bisa begitu, Ba?” tanya Radya ingin tahu.

“Lah iya,” Baba pun menjelaskan, “ketika seseorang tidak mau salat, sebenarnya setan sedang merasukinya, membisikkan agar menunda salat, menyuruh tidak usah salat, dan membenarkan alasan-alasan yang membuatnya tidak salat.”

Radya menyimak dengan saksama. Lalu Baba bertanya, “Mas, sudah salat isya belum?” Radya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum paham.

Baba pun berkata, “Nah, kalau tidak mau kesurupan, hayo salat dulu, sana!”

(@nd, 22061436)

View on Path


%d blogger menyukai ini: