efisiensi busway

11 Maret, 2009

melanjutkan tulisan kemarin keluar dari stasiun gambir, saya melewati  parkiran taksi bluebird langsung menuju halte busway, mengabaikan para supir taksi dan ojek motor. waktu menunjukkan jam 21:45 masih ada 15 menit secara teori sebelum semua halte busway tutup kasir. di depan kasir saya ditanya oleh petugas, “mau ke mana pak?” saya jawab bahwa saya mau ke ragunan, dengan melakukan 2 x transit di harmoni dan dukuh atas.

berbeda dengan kereta yang apabila penumpang hendak berganti rute harus keluar peron untuk membeli karcis kemudian masuk lagi, busway memberikan keleluasaan bahwa selama berada di dalam halte, penumpang tidak perlu membeli karcis lagi untuk dapat menaiki bus dengan rute yang berbeda. inilah efisiensi busway yang perlu ditiru oleh kereta.

Baca entri selengkapnya »


mungkin saudaranya…

10 Desember, 2008

halte busway ragunan adalah terminal, sehingga siapapun yang ingin melanjutkan perjalanan harus turun, membeli tiket dan mengantri lagi tanpa terkecuali.

tetapi ada penumpang yang tidak turun malah duduk tenang. ketika ditanyakan kepada petugas, dijawabnya: “mungkin saudaranya driver…”


%d blogger menyukai ini: