nisan bapak

8 Mei, 2015

Bapak, kepergianmu bersamaan harinya dengan kepergian sang raja. Prosesi pemakaman mu pun sesederhana pemakaman sang raja. Nisan kayu yang menandai kuburmu telah hancur kini dimakan rayap. Adakah engkau berkenan untuk kami pasangkan nisan sederhana sebagaimana nisan tanpa nama pada kubur sang raja?

(@nd, 19071436)


air mengalir membersihkan

20 Maret, 2013

PureWaterAir yang menggenang akan mudah menjadi keruh dan kotor. Untuk menjernihkannya hingga laik untuk dipergunakan memerlukan upaya yang tidak mudah. Beberapa di antaranya dengan solusi teknologi penyaringan dan pemurnian yang tidak murah biayanya. Sedangkan air yang mengalir akan selalu bersih. Walaupun ia keruh dan kotor, akan terganti oleh air yang baru, maka kadar keruh atau kotornya akan bergantung kepada sumber aliran airnya. Segelas air yang keruh dan kotor, jika dituangi dengan air kotor maka air yang berada di dalam gelas akan tetap keruh dan kotor. Tetapi jika dituangi air yang bersih dan jernih maka sedikit demi sedikit kekeruhan dan kekotoran yang ada di dalam gelas keluar dan tergantikan sehingga gelas terisi dengan air yang jernih.

Hati (qalbu) manusia adalah raja yang memimpin perilaku seluruh anggota badan sebagai tentaranya. Hati yang keruh dan kotor, membuat amalan anggota tubuh buruk dan tidak pantas. Kebalikannya hati yang bersih dan jernih, membuat amalan anggota tubuh baik dan menyenangkan. Keruh jernihnya hati dan kotor bersihnya, berasal dari sifat asupannya. Ibarat gelas yang bersih, jika diisi dengan materi-materi yang keruh dan kotor maka hati pun akan menjadi keruh dan kotor. Untuk membersihkannya perlu upaya yang susah payah. Apalagi kalau pemiliknya (manusia) masih senang berada dalam lingkungan yang keruh dan kotor, akan makin susah payah lagi. Namun perilaku hati tak ubahnya seperti gelas tadi, jika ia disirami dan dituangi materi-materi yang jernih dan bersih, lama kelamaan kotoran yang menempel padanya terkikis habis dan hati pun menjadi bersih lagi jernih.

Tanpa perlu berpayah-payah memilah dan memilih asupan hati. Membiasakan hati dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat dan berada di lingkungan yang positif dan bersemangat, secara alamiah mengalir terus menerus. Pada suatu saat nanti, jika sedikit kotoran saja mampir di hati maka akan terasa sakitnya. Dengan kembali kepada kebaikan, hati akan pulih dan dengan sendirinya kotoran itu terempas keluar.


ketika Allah menghampiri kita di malam hari

2 September, 2012

Ketika lewat sepertiga malam, marilah sejenak menghentikan keluhan dan harapan kita di facebook maupun twitter untuk mengalihkannya kepada Allah yang sedang menghampiri kita, menyediakan kedua tangan-Nya yang terbuka mendengar segala keluhan, mengabulkan segala doa, menyambut segala taubat dan mengampuni segala permohonan ampun.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ. (متفق عليه)

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Allah tabaraka wa ta’ala akan turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir. Maka Ia berkata: “Barangsiapa siapa yang berdo’a kepada-Ku akan Aku kabulkan doanya; barangsiapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri permintaanya; dan barangsiapa yang meminta ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni dia”. (HR. Bukhari Muslim)

Dalam riwayat lain Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

إِذَا مَضَى شَطْرُ اللَّيْلِ أَوْ ثُلُثَاهُ يَنْزِلُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ: هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى، هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابَ لَهُ، هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَيُغْفَرَ لَهُ حَتَّى يَنْفَجِرَ الصُّبْحَ. (رواه مسلم)

Jika telah lewat setengah malam atau sepertiganya, Allah Tabaroka wata’ala turun ke langit dunia dan berkata: “Bagi mereka yang meminta akan Aku beri, bagi mereka yang berdo’a akan Aku kabulkan, dan bagi mereka yang meminta ampun akan Aku ampuni dia” hingga masuk waktu subuh. (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

يَنْزِلُ اللهُ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا كُلَّ لَيْلَةٍ حِيْنَ يَمْضِي ثُلُُثُ اللَّيْلِ اْلأَوَّلِ فَيَقُوْلُ: أَنَا الْمَلِكُ، أَنَا الْمَلِكُ، مَنْ ذَا الَّذِي يَدْعُوْنِي فَأَسْتَجِيْبَ لَهُ، مَنْ ذَا الَّذِي يَسْأَلْنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ ذَا الَّذِي يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ فَلاَ يَزَالُ كَذَلِكَ حَتَّى يَضِيْءَ الْفَجْرَ. (رواه مسلم)

Allah akan turun ke langit dunia setiap malam hingga lewat sepertiga malam yang pertama seraya berkata: “Aku adalah raja, Aku adalah raja. Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, akan aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, akan aku beri. Dan barangsiapa yang meminta ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni dia”. Maka terus-menerus dalam keadaan demikian hingga terbitnya fajar. (HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri dan Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ يُمْهِلُ حَتَّى إِذَا ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلأَوَّلِ نَزَلَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ، هَلْ مِنْ تَائِبٍ، هَلْ مِنْ سَائِلٍ، هَلْ مِنْ دَاعٍ حَتَّى يَنْفَجِرَ الْفَجْرَ. (رواه مسلم)

Sesungguhnya Allah menunda hingga hilang sepertiga malam yang pertama. Allah turun turun ke langit dunia seraya berkata: “Adakah orang yang meminta ampun? Adakah orang yang bertaubat? Adakah orang yang meminta? Adakah orang yang berdo’a?” hingga terbit fajar. (HR. Muslim)


%d blogger menyukai ini: