jadilah mukmin yang kuat

28 April, 2015

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم‏:‏ ‏ “‏ المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف وفي كل خير‏.‏ احرص على ما ينفعك، واستعن بالله ولا تعجز‏.‏ وإن أصابك شيء فلا تقل‏:‏ لو أني فعلت كان كذا وكذا، ولكن قل‏:‏ قدر الله، وما شاء فعل؛ فإن لو تفتح عمل الشيطان‏”‏
‏(‏‏(‏ رواه مسلم‏)‏‏)‏‏.‏

Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikannya.

Bersemangatlah untuk mengerjakan apa yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah putus asa.

Jika kamu ditimpa sesuatu, maka janganlah berkata: ‘Seandainya saya berbuat begini tentu akan begini dan begitu.’

Tetapi katakanlah: ‘Allah telah menakdirkannya dan apa yang Dia kehendaki pasti akan terjadi.’

Karena sesungguhnya kata ‘seandainya’ itu membuka jalan bagi setan.”

(HR. Muslim)

http://sunnah.com/riyadussaliheen/1/100

View on Path


dua karunia

21 April, 2015

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم‏:‏ ‏ “‏نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس‏:‏ الصحة، والفراغ‏”‏
‏(‏‏(‏رواه البخاري‏)‏‏)‏

Dari Ibnu Abbas radiyallahu anhuma, dia berkata: Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Ada dua karunia yang di dalamnya kebanyakan manusia merugi. (Yaitu) kesehatan dan waktu luang (untuk berbuat kebajikan).”

(HR. Al-Bukhari)

http://sunnah.com/riyadussaliheen/1/97‏

View on Path


Sambutan dari Allah

7 April, 2015

عن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم فيما يرويه عن ربه عز وجل قال‏:‏ ‏ “‏ إذا تقرب العبد إلي شبراً تقربت إليه ذراعاً، وإذا تقرب إلي ذراعاً تقربت منه باعاً، وإذا أتاني يمشي أتيته هرولة‏”‏ ‏(‏‏(‏رواه البخاري‏)‏‏)‏‏.

Dari Anas radiyallahu anhu berkata bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam meriwayatkan dari Tuhannya azza wa jalla bahwa Dia berfirman:

“Apabila mendekat seorang hamba kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan menghampirinya sehasta. Apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku akan menghampirinya sedepa. Apabila ia mendatangi Aku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari.”

(HR. Al-Bukhari)

http://sunnah.com/riyadussaliheen/1/96

‏ – at Masjid Jami Ar-Rohmah (KH. Abdurrohim)

See on Path


bersabar dan berbuat kebaikan

11 Maret, 2015

عن الزبير بن عدي قال: أتينا أنس بن مالك رضي الله عنه فشكونا إليه ما نلقى من الحجاج فقال: إصبروا، فإنه لا يأتي عليكم زمان إلا الذي بعده شر منه حتى تلقوا ربكم، سمعته من نبيكم صلى الله عليه وسلم.

(رواه البخاري)

Dari Zubair bin ‘Adi mengatakan, pernah kami mendatangi Anas bin Malik radiyallahu anhu, kemudian kami mengutarakan kepadanya keluh kesah kami tentang kekejaman Al-Hajjaj. Maka dia menjawab; ‘Bersabarlah, sebab tidaklah kalian menjalani suatu zaman, melainkan sesudahnya lebih buruk daripadanya, sampai kalian menjumpai Tuhan kalian. Aku mendengar ini dari Nabi kalian sallallahu ‘alaihi wasallam.’ (Diriwayatkan Al-Bukhori)

***

Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini di dalam Sahih-nya pada Kitab Al-Fitan yang berisi tentang berita akhir zaman dan bagaimana cara menyikapinya sesuai tuntunan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan Imam An-Nawawi, penulis Riyadus Salihin, menempatkannya pada Kitab Al-Muqadimat, Bab Bersegera Dalam Berbuat Kebaikan. Perbedaan peletakan ini dapat dimaklumi sebagai fikih sang penulis kitab disebabkan banyaknya faedah yang dapat dipetik dari hadits ini.

Anas bin Malik radiyallahu anhu adalah salah seorang sahabat yang oleh berkat doa Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam dikaruniai umur yang panjang (103 tahun). Ia mengalami beberapa periode umat Islam yang penuh dinamika: sejak hijrah Nabi hingga masa kerajaan dinasti Umayah. Dengan keilmuan dan pengalaman hidup yang sangat kaya itulah maka tidak mengherankan apabila beliau didatangi manusia untuk mengambil faedah darinya.

Al-Hajjaj yang dimaksud pada hadits ini adalah bin Yusuf Ats-Tsaqafi, seorang pembesar di masa khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Bani Umayah, yang memerintah dengan cara-cara kekerasan dan sangat mudah menumpahkan darah. Namun, kebijakannya ini telah berhasil membuat keadaan di wilayahnya menjadi aman, suatu pencapaian yang tidak didapatkan oleh pemimpin-pemimpin daerah sebelum dirinya.

Fitnah turun kepada umat ini seperti hujan dan akan terus menerus menimpa seperti gelombang laut yang bergulung dan silih berganti menerpa pantai. Di antara fitnah itu adalah kepemimpinan dan kondisi yang lebih buruk daripada sebelumnya. Maka itu pandangan orang yang berilmu dalam menyikapi fitnah adalah menganjurkan manusia untuk bersabar dalam menempuh cobaan.

Termasuk hal itu adalah untuk bersabar terhadap kebijakan penguasa, tidak keluar dari ketaatan kepada penguasa. Seandainya Anas bin Malik mewasiatkan untuk memberontak tentu akan timbul kerusakan yang besar ketika itu. Namun beliau memerintahkan untuk bersabar sebagaimana wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tentu bukan tanpa maksud jika Imam An-Nawawi meletakkan hadits di atas pada Bab Bersegera Dalam Berbuat Kebaikan. Dengan kabar bahwa zaman yang akan datang lebih parah kondisinya dan begitu banyaknya kerusakan maka sangat tidak elok jika kita berlambat-lambat dalam berbuat kebaikan.

View on Path


%d blogger menyukai ini: