Khawatir

4 Juni, 2016

Di antara para salaf ada yang begitu khawatir ketika melalui hari demi hari selama sebulan tidak mendapati sedikitpun sakit atau musibah pada dirinya. Mereka takut apabila Allah membiarkan mereka tanpa masalah, yang berarti Allah membiarkan dosa yang ada pada diri mereka tanpa diampuni. Hal itu karena mereka meyakini sakit atau musibah adalah sarana penggugur dosa, dan setiap masalah adalah sarana meningkatkan level keimanan. Mereka bersabar dengan musibah dan bersyukur ketika ditimpa masalah. Sedangkan kita yang selalu berkeluh kesah ini, yang selalu merasa paling menderita sedunia, adakah bandingannya dengan mereka?

@ndi, 28081437


10 tahun

4 Februari, 2016

0b170f0633a9d5dacda1bcca1aa91ba4

وامر اهلك بالصلاة واصطبر عليها لا نسالك رزقا نحن نرزقك والعاقبة للتقوى

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

[Quran Surah Taha, 20: 132]

و عن أبي ثرية سبرة بن معبد الجهني رضي الله عنه قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ‏:‏ ‏”‏ علموا الصبي الصلاة لسبع سنين‏”‏ واضربوه عليها ابن عشر سنين‏”‏ حديث حسن رواه أبو داود، والترمذي وقال حديث حسن‏.‏ ولفظ أبي داود‏:‏ ‏”‏ مروا الصبي بالصلاة إذا بلغ سبع سنين‏”‏‏.‏

Dari Abu Tsuraya Sabrah bin Ma’bad Al-Juhani radiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda: “Ajari anakmu salat pada usia tujuh tahun dan hukumlah anak itu (jika tidak salat) pada usia sepuluh tahun”.

Hadits hasan riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi

Redaksi Abu Dawud: “Perintahkanlah anakmu salat jika sudah sampai usia tujuh tahun”.

[Riyadus Salihin, 1: 302]

وعن عمرو بن شعيب، عن أبيه، عن جده رضي الله عنه قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ‏:‏ ‏ “‏ مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع سنين، واضربوهم عليها، وهم أبناء عشر، وفرقوا بينهم في المضاجع‏”‏ ‏(‏‏(‏حديث حسن رواه أبو داود بإسناد حسن‏)‏‏)‏‏.‏

Dari Amru bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya radiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda: “Perintahkanlah anak-anak kalian salat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika tidak salat) ketika mereka berusia sepuluh tahun, dan pisahkan mereka (anak laki-laki dan anak perempuan) di tempat tidur mereka.”

Hadits hasan riwayat Abu Dawud dengan sanad hasan.

[Riyadus Salihin, 1: 301]

@Radya, 25041437


Allah paling sabar

25 Desember, 2015

image

عَنْ أَبِي مُوسَى ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ لَيْسَ أَحَدٌ ـ أَوْ لَيْسَ شَىْءٌ ـ أَصْبَرَ عَلَى أَذًى سَمِعَهُ مِنَ اللَّهِ، إِنَّهُمْ لَيَدْعُونَ لَهُ وَلَدًا، وَإِنَّهُ لَيُعَافِيهِمْ وَيَرْزُقُهُمْ ‏”

Dari Abu Musa radiyallahu anhu, bahwasanya Nabi sallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada seorangpun – atau tidak ada satupun – yang lebih sabar atas gangguan yang didengarnya dibanding Allah. Mereka menyatakan bahwa Allah mempunyai anak, padahal Dia-lah yang memberikan kesehatan dan rizki kepada mereka.”

[HR. Al-Bukhari, no. 6099]

http://sunnah.com/bukhari/78/126

عَنْ أَبِي مُوسَى، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ لاَ أَحَدَ أَصْبَرُ عَلَى أَذًى يَسْمَعُهُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِنَّهُ يُشْرَكُ بِهِ وَيُجْعَلُ لَهُ الْوَلَدُ ثُمَّ هُوَ يُعَافِيهِمْ وَيَرْزُقُهُمْ ‏”‏

Dari Abu Musa, dia berkata: Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seseorang lebih sabar atas gangguan yang didengarnya dibanding Allah azza wa jalla. Dia dipersekutukan dalam peribadatan dan dikatakan mempunyai anak, walaupun demikian Dia tetap memberikan kesehatan dan rizki kepada mereka.

قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ قَيْسٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ مَا أَحَدٌ أَصْبَرَ عَلَى أَذًى يَسْمَعُهُ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى إِنَّهُمْ يَجْعَلُونَ لَهُ نِدًّا وَيَجْعَلُونَ لَهُ وَلَدًا وَهُوَ مَعَ ذَلِكَ يَرْزُقُهُمْ وَيُعَافِيهِمْ وَيُعْطِيهِمْ ‏”‏

Berkata Abdullah bin Qais, Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada seorang pun yang lebih sabar atas gangguan yang didengarnya dibanding Allah ta’ala. Mereka mengadakan sekutu bagi-Nya dan mengatakan Allah mempunyai anak, walaupun demikian Dia memberikan rizki, kesehatan dan makanan kepada mereka.

[HR. Muslim, no. 2804]

http://sunnah.com/muslim/52/35-36


Periksa lagi pondasi rumah kita

11 November, 2015

image

Pernahkah kita memikirkan tentang pondasi rumah kita? Apakah sama rumah yang dibangun di atas ketaatan dengan yang di atas hawa nafsu?

Jika rumah itu adalah bangunan fisik yang dibina dengan batu, dinding dan atap, mungkin perlu renovasi besar yang menghabiskan biaya besar untuk memperbaiki dan memperkokoh pondasinya.

Untungnya rumah bukanlah sekadar bangunan fisik. Sejatinya ia adalah bangunan jiwa. Apabila ia perlu perbaikan, maka renovasi yang perlu dilakukan adalah perbaikan jiwa.

Akan tetapi perbaikan jiwa tidaklah semudah perbaikan fisik. Ia memerlukan keikhlasan dan kelapangan hati. Untuk memperbarui niat dan mengazamkan tekad. Memelajari lagi ilmunya dan bersabar dalam membina.

Karena sabar bukan melulu di atas musibah dan takdir. Tetapi sabar yang utama ada di atas ketaatan dan kebersamaan. Semoga Allah memberkahi.

@nd, 28011437


madah sabar dan syukur

10 Mei, 2015

Nak,
Ketahuilah, sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman. Ketika ia beroleh karunia, engkau dapati ia bersyukur. Ketika ia ditimpa musibah, engkau dapati ia bersabar. Syukur dan sabar itu kebaikan bagi orang beriman.

Nak,
Ketahuilah, syukur dan sabar itu ibarat dua sayap burung. Tidaklah seseorang itu bersabar jika ia tidak mampu bersyukur. Begitu pula, tidak akan engkau dapati orang yang bersyukur kecuali dia pasti bersabar.

Nak,
Ketahuilah, orang yang tidak mampu bersyukur dengan yang sedikit tidak akan pernah mampu bersyukur pada yang melimpah. Tentu saja, orang yang mampu bersyukur pada yang sedikit pastilah dia orang yang sabar.

Nak,
Ketahuilah, sungguh sulit bagi orang yang tidak sabar untuk mampu berterima kasih kepada orang lain. Padahal, tidak termasuk orang yang bersyukur kepada Tuhan apabila ia tidak bersyukur kepada makhluk.

Nak,
Ketahuilah bahwa Allah telah menjanjikan tambahan karunia bagi orang yang bersyukur. Sebaliknya mengancam orang yang ingkar dengan azab yang pedih. Sungguh tidak tahu diri orang yang tidak sabar, ia telah jatuh pada pengingkaran.

Nak,
Ketahuilah, syukur dan sabar itu adalah hadiah. Jika kita berupaya untuk bersyukur, Allah pasti menghadiahkan rasa syukur. Demikian juga jika kita berusaha untuk bersabar, Allah pasti menjadikan kita sebagai penyabar.

Nak,
Ketahuilah, hadiah apapun tidak bisa diperoleh tanpa upaya. Dan setiap upaya akan selalu menemui kesulitan. Setiap kesulitan akan mengundang keluh kesah dan putus asa. Kecuali jika kita bersabar.

Nak,
Ketahuilah bahwa bersama kesabaran itulah akan datang pertolongan. Jalan keluar itu pasti ada setelah melalui kesulitan. Sungguh, bersama kesulitan pasti tersedia kemudahan.

Nak,
Ketahuilah, tidak akan ada ruginya bagi yang bersabar. Pahalanya tidak terhitung, bahkan Allah menyertai orang yang bersabar. Maka bersyukurlah, apabila beroleh kesabaran itu.

(@nd, 21071436)

View on Path


kalau masih belajar

4 Mei, 2015

Kalau masih belajar, turuti saja arahan guru, tetap bersamanya sampai materinya selesai.

Kalau masih belajar, abaikan saja ocehan orang lain, fokus pada pelajaran, bertahan hingga lulus ujian.

Kalau masih belajar, jangan hiraukan cibiran orang, mereka mungkin tidak tahu deritamu atau lupa pernah begitu.

Kalau masih belajar, bersabarlah, kerjakan tugas, bersemangat lah walaupun jenuh dan bosan.

(@nd, 14071436)

View on Path


pemuda al-kahfi

19 Maret, 2015

Kalau mau jujur, apakah kebenaran yg tengah mereka perjuangkan sama dengan kebenaran yg diperjuangkan oleh pemuda Al-Kahfi, sebagaimana penisbatan diri mereka?

Tauhid adalah inti perjuangan para pemuda yg bersembunyi di dalam gua, menyelamatkan agamanya, bersabar hingga Allah menetapkan keputusannya.

Para pemuda itu tidak bertindak konfrontatif terhadap penguasa yg lalim, bahkan masih sempat berhati-hati ketika keluar di masa kekuasaan telah digantikan dengan penguasa yg saleh.

Lalu, apakah ini sama dengan yg sedang mereka perjuangkan?

View on Path


%d blogger menyukai ini: