Khawatir

4 Juni, 2016

Di antara para salaf ada yang begitu khawatir ketika melalui hari demi hari selama sebulan tidak mendapati sedikitpun sakit atau musibah pada dirinya. Mereka takut apabila Allah membiarkan mereka tanpa masalah, yang berarti Allah membiarkan dosa yang ada pada diri mereka tanpa diampuni. Hal itu karena mereka meyakini sakit atau musibah adalah sarana penggugur dosa, dan setiap masalah adalah sarana meningkatkan level keimanan. Mereka bersabar dengan musibah dan bersyukur ketika ditimpa masalah. Sedangkan kita yang selalu berkeluh kesah ini, yang selalu merasa paling menderita sedunia, adakah bandingannya dengan mereka?

@ndi, 28081437


tentang mengeluh

15 Februari, 2016

Kita sering mengeluhkan lelah, padahal ia pintu kepada nikmatnya istirahat. Kita juga mengeluhkan lapar, sedangkan ia gerbang nikmatnya makanan. Tidak luput mengeluhkan sakit, sejatinya ia penggugur dosa-dosa kita.

Tetaplah bersyukur, dalam senang maupun susah.


tentang sakit

27 Januari, 2015

Berbulan-bulan kepayahanmu yang lalu berjuang melawan sakit, Bapak. Engkau telah terus menerus mengharapkannya sebagai penghapus bagi dosa-dosamu.

Rasa lelah kami yang telah lalu di sisimu, Bapak. Kami mengharapkannya lebih dari sekadar bakti, tetapi juga sebagai penghapus dosa-dosa kami.

Beristirahatlah, Bapak, setelah sirna semua rasa letih dan nyeri itu. Biarkanlah kami terus merangkai doa untuk kesejahteraan engkau.

View on Path


Doa buat bapak

22 Januari, 2015

Tiga bulan ini
Bergumul dalam lelah dan pasrah

Seperti teka-teki yang tak bermuara
Menyedot segala perhatian
Merenggut segala kemampuan

Hingga kini kau terbaring lemah
Tak sadarkan diri
Dengan sebab yang tak jua kami ketahui
Padahal sepertinya segalanya sudah dijalani
Seperti nasehat sang ahli

Maafkan kami yang tak jua memahami
Bagaimana membuatmu kembali cerah seperti dulu
Agar anak-anak bisa kembali bergelayutan di pundakmu
Atau tertawa riang berbincang denganmu
Atau tertidur di buaianmu

Bapak
Kini kami hanya bisa lirih mengeja doa
Laba’sa thohuurun, Insyaa Allah
Semoga Allah benar2 menyucikanmu
Atas segala perih pedih yang kau rasakan

(@chee, 22012015)

*
اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه


لا بأس طهور إن شاء الله

6 April, 2013

feverRasulullah صلي الله عليه وسلم dalam hadits riwayat al-Bukhari menganjurkan orang yang menjenguk orang sakit agar menghiburnya dengan doa:

لا بأس طهور إن شاء الله

“Tidak mengapa, semoga membersihkanmu dari dosa-dosa, atas seizin Allah”.

Ketika babanya sakit, Radya, 7 tahun, menghibur dengan doa tersebut. Penghiburan yang berganda, selain karena doa dan makna doa tersebut, karena yang menyampaikannya adalah seorang anak kecil yang belum baligh sebagai tanda berkahnya pendidikan yang dipatri ke dadanya.

Ketika Radya sakit, baba mencoba menghiburnya dengan doa tersebut. Namun sesungguhnya doa itu bukan ditujukan untuknya. Seorang anak kecil yang belum baligh tidaklah memiliki dosa-dosa, walaupun ia melakukan kesalahan maka pena diangkat (dari catatan amal) dan ia dianggap keliru, karena akalnya belum sempurna. Maka doa penghiburan itu sesungguhnya ditujukan kepada babanya sendiri.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah رضي الله عنهما, dari Nabi صلي الله عليه وسلم beliau bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah menimpa seorang muslim kelelahan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan dan duka, sampai pun duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya.” (Muttafaqun alaih)

rujukan:

  1. http://kaahil.wordpress.com/2008/12/27/6-adab-dan-tuntunan-lengkap-ketika-sakit/#more-624
  2. http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3359-apakah-anak-kecil-mendapat-pahala-amalan-sholeh.html
  3. http://al-atsariyyah.com/anak-tanggung-jawab-ayah.html

%d blogger menyukai ini: