jadi orang baik

6 April, 2015

Di masa kini, jadi orang baik belum tentu dianggap baik. Apalagi jika berbuat sedikit kesalahan, bisa-bisa malah dipandang tidak ada kebaikannya sama sekali.

View on Path


tentang taubat

10 Desember, 2014

Orang yg terbaik bukanlah orang yg tak punya kesalahan sama sekali. Kalau sama sekali ga boleh salah, namanya memaksakan orang untuk jadi malaikat. Padahal malaikat saja pernah punya kekeliruan.

Bukan pula dengan demikian kita bebas melakukan kesalahan dan berbuat keliru. Akan tetapi adakah kemauan kita untuk memperbaiki diri?

Maka itu, orang yg punya salah apabila mereka mengakui kesalahannya dan bertaubat (tidak mengulangi), mereka itu pastilah orang yg terbaik.

Mau?

View on Path


paling-paling

12 November, 2014

Kalau kita terus menerus melihat keburukan orang lain, maka tidak ada yg tersisa kecuali melihat diri kita berada pada tempat yg paling baik.

Kalau kita terus menerus mempersalahkan orang lain, maka tidak akan tersisa kecuali kita berada pada kondisi yg paling benar.

Kalau kita terus menerus memandang dosa orang lain, maka tidak akan tersisa kecuali kita memandang diri sendiri paling suci.

View on Path


Allah lebih besar

31 Juli, 2012

Pada mulanya konsep betapa besarnya Allah barangkali merupakan hal yang rumit dipahami anak-anak. Hanya dengan kata-kata bahwa Allah Mahabesar, jauh lebih besar daripada manusia, daripada ultraman (tokoh fiktif jagoan buatan Jepang) dan konsep yang benar mengenai keberadaan-Nya yang di atas langit saja masih membingungkan mereka. Apalagi jika orang tua menyampaikan konsep yang salah tentang Tuhan ada di mana-mana atau ada di dalam diri manusia, tentulah akan menjadi sangat tidak masuk akal bagi mereka.

Namun sekembalinya pulang dari Planetarium, Radya dan Tsuraya membahas kembali dengan babanya mengenai konsep kemahabesaran Allah. “Allah kan lebih besar ya, Baba?” ujar mereka. Baba menjawab, “Bagaimana menurut kalian Allah lebih besar?”. “Iya, kan planet dan matahari itu besar,” kata Tsuraya yang disambut oleh Radya, “Bumi lebih kecil daripada matahari.” Baba penasaran, “Lalu?” Radya melanjutkan, “Manusia kan tinggal di bumi, keciiil sekali!” Tsuraya pun menimpali, “Allah kan ada di atas langit, jadi lebih besar!”

Masya Allah, semoga Allah memberkahi mereka.


%d blogger menyukai ini: