islam yang paling baik

26 Desember, 2014

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga keselamatan atas Anda sekalian, beserta rahmat Allah dan keberkatan dari-Nya.

View on Path

Iklan

jangan coreng janggutmu

16 Maret, 2014

Diceritakan ada dua orang, salah satunya berjanggut dan bercelana cingkrang, memasuki sebuah rumah yang sedang dibangun. Mereka melihat-lihat ke dalam dan seperti mencocokkan sesuatu di dalam kertas yang mereka bawa dengan rumah tersebut. Dari dalam rumah, sedang beristirahat si empunya rumah dan para tukang yang sedang menikmati kopi dan cemilan. Melihat kedua orang tersebut, si empunya rumah menghampiri dan mengucapkan salam, “Assalamualaikum.” Tanpa mendapat jawaban, si empunya rumah mengulangi lagi salamnya lalu berkata, “Maaf, Anda siapa?” Kedua orang itu tidak memperhatikan pertanyaan malah terus sibuk dengan urusannya. Si empunya rumah bertanya kepada tukangnya perihal orang itu. Dikatakan mereka adalah pemilik tanah di seberang jalan yang sedang membangun pondasi. Maka si empunya rumah berkata, “Pak, adabnya kalau bertamu mengucapkan salam, walaupun rumah yang didatangi belum jadi. Dan kalau bapak mau mencontoh rumah ini, silakan saja difoto, biar tidak bolak-balik masuk sini tanpa izin.”

Si empunya rumah yang bercerita kepada saya tentang hal itu kemudian menyimpulkan, “Kok gitu ya, orang jenggotan dan celana cingkrang gak punya sopan santun?” Jlebb!!! Kita tidak bisa menyalahkan maupun membenarkan seratus persen pengambilan kesimpulan tersebut. Apalagi jika fakta yang membuktikannya. Akan tetapi hal itu menunjukkan bahwa masyarakat awam masih punya harapan bagi para pengamal sunah. Pemahaman yang cukup baik mengenai agama tidaklah menunjukkan apapun jika tanpa pengamalan dan penghayatan. Telah banyak ditulis dan diajarkan kitab adab oleh para ulama sebelum mereka mengajarkan ilmu. Oleh karena adab juga merupakan bagian dari sunah, maka hendaknya para pengamal sunah memerhatikannya dan berakhlak mulia, tidak mencoreng janggut dan celana cingkrangnya.


titip salam untuk kanjeng nabi

9 Maret, 2014

Di antara pesan yang sering dititipkan oleh karib kerabatnya kepada peziarah masjid nabawi adalah, “titip salam untuk baginda rasul”, “titip salam untuk kanjeng nabi”, dan semisalnya. Demi menunaikan amanah tersebut, banyak peziarah yang mendatangi kuburan nabi shallallahu alaihi wasallam berkali-kali dan sayangnya tanpa adab yang dibenarkan.

Ketika mendatangi masjid nabawi, untuk ke kuburan nabi dan kedua sahabat beliau -Abu Bakar dan Umar radiyallahu anhuma– adalah melalui pintu Al-Salam. Tak sedikit yang lupa membaca doa memasuki masjid ketika melalui pintu itu dan lupa menunaikan dua rakaat tahiyatul masjid karena mengira bukan bagian masjid. Kemudian saling dorong antar jamaah dalam kondisi berdesak-desakan demi mendekati kuburan nabi. Lalu memberi salam dan salawat kepada nabi dengan salam dan salawat yang tidak pernah diajarkan oleh beliau atau dicontohkan oleh para sahabat beliau.

Ada yang berlama-lama berdiri menghadap ke kuburan nabi dan berdoa, bahkan ada pula yang mengutuk kedua sahabat nabi yang mulia. Banyak pula yang melambaikan tangan ketika melalui kuburan nabi. Adapun kaum wanita karena tidak diperkenankan masuk ke pintu Al-Salam, berkumpul di luar masjid atau dekat pintu keluar (Al-Baqi) dan melambaikan tangan ke arah kuburan beliau. Dari luar masjid, letak kuburan nabi dan kedua sahabatnya ditandai dengan kubah hijau peninggalan kekhalifahan Utsmani.

Padahal, Abdullah ibn Umar -radiyallahu anhuma- ketika mendatangi Masjid Nabawi adalah melakukan salat tahiyatul masjid dua rakaat kemudian pergi ke kuburan Nabi dan dua sahabat beliau lalu mengucapkan salam kepada mereka, setelah itu pergi tanpa berdiri lama di situ.

Adapun salam yang beliau ucapkan adalah:

السلام عليك يا رسول الله ورحمةالله وبركاته، السلام عليك ياأبابكر، السلام عليك يا عمر.

“Semoga salam sejahtera bagimu wahai Rasulullah beserta rahmat Allah dan berkah dari-Nya. Semoga salam sejahtera bagimu wahai Abu Bakar. Semoga salam sejahtera bagimu wahai Umar.”

Bagaimanapun, menyampaikan salam kepada Rasulullah tidaklah ada perbedaan keutamaan antara disampaikan di hadapan kubur beliau maupun di tempat lain bahkan di kampung sendiri yang jauh dari Madinah. Beliau shallallahu alaihi wasallam telah mengabarkan bahwa Allah akan selalu menyampaikan salawat dan salam dari umat kepada beliau dan atas izin-Nya pula ruh beliau dikembalikan untuk menjawab salam tersebut.

Semoga salam sejahtera dan salawat Allah senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad.


ketuk pintu dan beri salam

23 Mei, 2011

sudah dibiasakan bagi anak-anak untuk mengetuk pintu dan memberi salam setiap kali masuk rumah atau minta ijin masuk ke kamar orang tua. Ketika Radya, 5 tahun, menggedor-gedor pintu kamar, kami sengaja tidak segera membukakan pintunya hingga terdengarlah rajukannya disertai sedikit raungan.  Kemudian kami buka pintunya dan melihat cucuran air mata di pipi bocah kecil itu. Sambil jongkok Baba menasihati agar setiap kali minta ijin masuk kamar yang tertutup atau terkunci dengan cara mengetuk dan memberi salam dengan sopan. Tak lupa peluk cium Baba buat Radya agar ia menyadari bahwa ayahnya sangat menyayanginya untuk berlaku baik.

Suatu ketika Radya membuat kesal Bubu karena mengunci kamarnya, sedangkan Bubu ada keperluan di kamar itu sehingga Bubu harus menggedor pintu kamarnya. Lalu dari dalam terdengar suara yang diiringi isakan tangis: “Bubu, assalamualaikum-nya mana?”


%d blogger menyukai ini: