Five commandments

25 Maret, 2016

image

Narrated Al-Harith Al-Ash’ari:
that the Messenger of Allah (ﷺ) said:

“Indeed Allah commanded Yahya bin Zakariyya with five commandments to abide by, and to command the Children of Isra’il to abide by them. But he was slow in doing so.

So ‘Eisa said: ‘Indeed Allah commanded you with five commandments to abide by and to command the Children of Isra’il to abide by. Either you command them, or I shall command them.’

So Yahya said: ‘I fear that if you precede me in this, then the earth may swallow me, or I shall be punished.’

So he gathered the people in Jerusalem, and they filled [the Masjid] and sat upon its balconies. So he said: ‘Indeed Allah has commanded me with five commandments to abide by, and to command you to abide by.

The first of them is that you worship Allah and not associate anything with him. The parable of the one who associates others with Allah is that of a man who buys a servant with his own gold or silver, then he says to him: “This is my home and this is my business so take care of it and give me the profits.” So he takes care of it and gives the profits to someone other than his master. Which of you would live to have a servant like that?

And Allah commands you to perform Salat, and when you perform Salat then do not turn away, for Allah is facing the face of His worshipers as long as he does not turn away.

And He commands you with fasting. For indeed the parable of fasting, is that of a man in a group with a sachet containing musk. All of them enjoy its fragrance. Indeed the breath of the fasting person is more pleasant to Allah than the scent of musk.

And He commands you to give charity. The parable of that, is a man captured by his enemies, tying his hands to his neck, and they come to him to beat his neck. Then he said: “I can ransom myself from you with a little or a lot” so he ransoms himself from them.

And He commands you to remember Allah. For indeed the parable of that, is a man whose enemy quickly tracks him until he reaches an impermeable fortress in which he protects himself from them. This is how the worshiper is; he does not protect himself from Ash-Shaitan except by the remembrance of Allah.'”

The Prophet (ﷺ) said: “And I command you with five that Allah commanded me: Listening and obeying, Jihad, Hijrah, and the Jama’ah. For indeed whoever parts from the Jama’ah the measure of a hand-span, then he has cast off the yoke of Islam from his neck, unless he returns. And whoever calls with the call of Jahiliyyah then he is from the coals of Hell.”

A man said: “O Messenger of Allah! Even if he performs Salat and fasts?” So he (ﷺ) said: “Even if he performs Salat and fasts. So call with the call that Allah named you with: Muslims, believers, worshipers of Allah.”

http://sunnah.com/urn/630960


elegi penyaliban

3 April, 2015

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

http://quran.com/4/157

View on Path


Wafatnya Isa Almasih a.s. putra Maryam

29 Maret, 2005


The Passion Of The Christ
Posted by HelloIsa Almasih a.s. putra Maryam adalah salah satu nabi-nabi ulul azmi, yaitu nabi-nabi yang mendapatkan tugas yang berat dalam menjalankan kerasulannya menyerukan tauhid kepada umatnya. Beliau diutus kepada bani Israil bukan untuk membawa agama baru, melainkan untuk menggiring kembali bani Israil dari kesesatan kepada ketauhidan kepada Allah swt.

Film kolosal karya Mel Gibson, The Passion of the Christ, yang kabarnya merujuk kepada biografi otentik masa-masa akhir kehidupan Yesus dari Nazareth, adalah film yang cukup objektif menggambarkan kemanusiaan Yesus.

Ketika menontonnya kembali di TransTV Jumat 25 Maret 2005 yang lalu, saya sambil membuka-buka Alkitab terbitan LAI, koleksi perpustakaan saya, mengikuti filmnya dengan membolak-balik halaman pada kitab Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, dan memastikan ada dialog dan adegan yang tertulis di sana. Mungkin Mel Gibson juga merujuk kepada biografi dari kitab lain, karena ada beberapa adegan dan dialog yang tidak tertulis dalam Alkitab yang saya miliki.

Betapa saya melihat sisi kemanusiaan Yesus yang tergambar dalam film tersebut, bahwa ia tidak memiliki kehendak kecuali atas kehendak Bapa, dimana Bapa adalah Tuhannya, seperti dalam hal berlalunya cawan rembulan ketika beliau berada di taman Getsemani.

Dan ketika Yesus berada di hadapan mahkamah agama, di hadapan Pilatus, maupun di hadapan Herodes, beliau ditanyakan: “apakah engkau adalah Tuhan”, beliau menjawab: “Engkaulah yang mengatakannya”, jelas sekali bahwa Yesus tidak mengaku sebagai tuhan, melainkan para pemuka Yahudi yang memfitnahnya sebagai tuhan.

Nabi Muhammad saw. pernah bersabda kepada para sahabat ketika mereka mendapat siksaan yang berat dari kaum musyrikin Mekkah pada tahun-tahun blokade ekonomi dan sosial bahwa siksaan yang mereka hadapi tidak seberapa dibandingkan siksaan yang dihadapi kaum dan nabi-nabi sebelumnya. Melihat gambaran siksaan dalam film tersebut, sangat jelas menambah keimanan bahwa untuk mempertahankan keimanan tauhid mengesakan Allah sebagai satu-satunya yang patut disembah adalah perjuangan yang sangat berat. Dan para nabi Allah adalah penerima siksa terberat dari semua perjuangan itu.

Sebagai bahan referensi lebih lanjut dapat membaca artikel-artikel di:
* Official website Film The Passion of the Christ http://www.thepassionofthechrist.com
* Bagaimana Nabi Isa meninggal http://www.harunyahya.com/jesuswillreturn04.php
* Buku “The Choice-Islam & Chistianity” vol. 1 dan 2 karya Ahmed Deedat http://media.isnet.org/antar/Deedat/index.html
* Websitenya orang Ahmadiyya: Nabi Isa a.s. meninggal secara wajar
http://www.geocities.com/almasih_israili/isawafat1.htm
* Final Week of Jesus
http://www.jesus-institute.com/historical-jesus/jesus-final_week.shtml
* DVD Review: The Passion of the Christ
http://blogcritics.org/archives/2005/03/27/182531.php
* Kebenaran Rasulullah saw.
http://www.al-islam.com/articles/articles-i.asp?fname=36
* Artikel
http://annisa.majelis.mujahidin.or.id/artikel/kajian/koreksi_al_qur-an_terhadap_agama_yang_berdasarkan_legenda_mythos.xhtml
* Artikel Irena Handono di http://www.irena-center.org/edited: 30 Mar 2005
Jika dalam referensi yang telah disebutkan di atas mengatakan bahwa Yesus tidaklah mati di kayu salib, bahkan pembuktiannya merujuk kepada Alkitab. Lalu bagaimanakah Alquran menjawab pertanyaan apakah Yesus disalib?

Silakan buka Alquran, Surat Annisaa (4) ayat 157-159

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَـكِن شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

That they said (in boast), “We killed Christ Jesus the son of Mary, the Messenger of Allah”;- but they killed him not, nor crucified him, but so it was made to appear to them, and those who differ therein are full of doubts, with no (certain) knowledge, but only conjecture to follow, for of a surety they killed him not

بَل رَّفَعَهُ اللّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

Nay, Allah raised him up unto Himself; and Allah is Exalted in Power, Wise

وَإِن مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

And there is none of the People of the Book but must believe in him before his death; and on the Day of Judgment he will be a witness against them

terjemahan bahasa Inggris diambil dari translasi The Noble Quran, Abdullah Yusuf Ali di http://www.al-islam.org/quran/ (websitenya orang Syi’ah)

Semoga Allah swt memberikan petunjuk untuk mengimani apa yang telah diberikan-Nya kepada kita.
Amiin.
-000-


%d blogger menyukai ini: