Sepeda

1 Juni, 2016

image

Nak, selamat.
Sekejap saja, kamu berhasil mengalahkan rasa takut, menepis khawatir, dan menempatkan malu dengan tepat.

Walaupun untuk itu kamu mesti melalui sekian lama, mengumpulkan keberanian, ditempa begitu banyak ketidaksukaan.

Nak, selamat. Setelah ini, kamu belajar mengelola rasa senang, menggugurkan takabur, supaya dapat kamu kayuh dan meluncur lebih jauh.

@ndi, 25081437


bersepeda di london

18 Mei, 2010

Sepeda adalah kendaraan yang lumrah ditemui di kota London. Jalur bersepeda, lampu lalu lintas untuk penyeberang bersepeda, marka jalan untuk pesepeda, dan tempat parkir sepeda adalah fasilitas yang diberikan untuk kenyamanan bersepeda. Seingat saya ketika berkunjung ke kota London 3 tahun yang lalu, hanya sedikit pesepeda yang terlihat berlalu lalang. Namun pada kunjungan kali ini, sepeda sepertinya sudah membudaya di kalangan muda. Kebanyakan dari sepeda yang digunakan adalah jenis city bike.

Bersepeda di kota London memang terbebas dari kemacetan, karena jalur bersepeda hampir tidak pernah diambil oleh kendaraan lain bahkan ketika macet sekalipun. Pemandangan yang berbeda di kota Jakarta, sampai-sampai jalur pejalan kaki pun diambil oleh pengendara sepeda motor. Padahal jalanan di kota London, kecuali highway, kebanyakan adalah jalan dengan ukuran standar. Satu badan terdiri 2 arah dan masing-masing arah terdapat 2 jalur. Di beberapa tempat, lebar jalur pejalan kaki hampir sama besarnya dengan lebar jalan. Jalur sepeda mengambil lebar hanya 1 meter dari trotoar.

Yang membuat pesepeda makin nyaman adalah banyaknya toko alat-alat dan bengkel sepeda yang mudah dijangkau. Sampai-sampai toko Poundland yang menjual barang-barang dengan harga 1 poundsterling, juga menjual alat-alat sepeda. Toko dan bengkel sepeda di kota London, barangkali seperti kios Polygon di Jakarta, pelayanannya ramah dan bersahabat, serta bersih dan nyaman untuk dikunjungi oleh para peminat sepeda, tua dan muda. Untuk menarik minat bahkan ada toko yang menyediakan sepeda gratis bagi orang yang mau bekerja di toko tersebut.

Tempat parkir sepeda sudah banyak disediakan baik di tempat umum maupun di kantor-kantor, namun sering penuh sehingga sering dijumpai satu palang terdapat 2 sepeda yang terkunci di sana. Bahkan ada juga sepeda yang dikunci di tiang lampu atau tiang marka jalan, padahal sudah ada peringatan terpampang yang arti bunyinya kira-kira: TERLARANG, Sepeda yang diikat ditiang ini akan dibuang atau ditindak tanpa pemberitahuan lebih lanjut.


Cycling, the 2nd

7 Mei, 2010

As a person who tries to respect the rights of others, I try to be consistent with that attitude though sometimes had a little break as long as permitted by the right owner 🙂 As well as when cycling this morning, I felt safe with me pedaling my bike in the lane.

Until now, in Jakarta was not yet provided a special lane for bicycles, so it is still biased to the so-called cycling track. Therefore, using the general rule that motorcycles, bicycles, even cars with low speed should drive in the left lane, so I ride my bike in the left lane. With a little maneuvering to take the pedestrian path, especially when the jam while there was no passing pedestrians.

Several times I’ve seen cyclists who rode in the busway lane, but I did not have enough courage to follow them because I cringe first heard the Transjakarta sound the horn. Besides, by taking the busway lane, I had violated the rights of Transjakarta bus users and put myself at high risk of accidents. Better and safer to ride on the left lane, anyway.

This morning, cycling 20 km to work only takes 60 minutes, 15 minutes faster than before. Could be due to leave early and take a different route: Matoa Golf – Kahfi 1 – Cilandak – Ampera – Kemang Timur – Pasar Warung Buncit – Mampang Prapatan – Kuningan Barat – Jamsostek Bridge – Patra Jasa. Try it, because cycling is refreshing.


memulai itu menyenangkan

30 April, 2010

Sudah lebih dari 3 tahun diajak bersepeda ke kantor, dan sudah 1 tahun pula usia komunitas bersepeda di kantor saya, namun baru kali ini saya berani mencobanya. Mencoba mengabaikan semua alasan: kesiangan, kerepotan dan kelelahan, jam 06.15 kayuhan pertamaku dimulai dari halaman rumah. Jam 06.30 sudah menempuh 8 km tiba di pasar pondok labu. Jam 06.45 melalui pasar inpres cipete menelusuri jalan antasari. Jam 07.10 melewati kantor walikota jaksel. Jam 07.20 menyeberangi jembatan di depan menara jamsostek. Jam 07.30 memarkirkan sepeda di tempat parkir motor gedung patra jasa. Maklumlah karena sepedaku bukan sepeda lipat, dan belum ada parkiran sepeda di kantor.

Ternyata tidak ada bedanya waktu tempuh antara mengendarai sepeda motor dengan bersepeda, yang beda hanyalah kesegaran tubuh dan keringatnya. Next time I have to start earlier, karena jam masuk kantor saya adalah jam 07.00 😀 Setelah menyeka keringat, mandi dan bersalin pakaian, naiklah saya menuju ruangan kerja. Sekarang, tinggal kuatkan hati untuk menjalaninya dengan konsisten. 🙂


%d blogger menyukai ini: