Salat munafik?

29 Maret, 2016

Dahulu, yang enggan mendatangi salat isya dan subuh berjamaah, yang malas salat asar, yang suka menunda-nunda salat, yang salatnya terburu-buru, yang lalai dalam salatnya, disebut munafik. Padahal mereka masih salat. Lalu bagaimanakah hari ini, orang yang sengaja meninggalkan salat? 😥


Keutamaan salat subuh

29 September, 2015

Berikut ini sepenggal kisah tentang Hajjaj bin Yusuf As-Saqafi, gubernur Irak pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Dia terkenal sangat kejam dan otoriter dalam menjaga stabilitas keamanan dan membasmi semua pemberontakan.

Suatu ketika dalam sebuah perjalanan Hajjaj bin Yusuf terperosok ke dalam sungai dan nyaris tenggelam. Seorang nelayan mengenali sang gubernur kemudian berusaha menyelamatkannya.

Setelah berhasil naik ke atas perahu, sang gubernur bertanya, “Apakah kamu mengenaliku?” Si nelayan menjawab lugas, “Ya, kamu adalah Hajjaj si Lalim.”

Hajjaj kembali bertanya, “Lalu mengapa kamu menolongku?” Si nelayan tersenyum lalu berkata, “Sesungguhnya saya tidak menyelamatkan kamu, melainkan saya benar-benar tidak suka jika kamu mati syahid apabila tenggelam di sungai.”

Hajjaj geram dengan jawaban si nelayan, ia pun bertanya, “Apakah kamu tadi pagi salat subuh?” Si nelayan menjawab, “Ya!” Maka Hajjaj berkata, “Kalau begitu, kamu selamat dari pedang saya.”

http://rumaysho.com/1819-keutamaan-shalat-shubuh.html


musafir di waktu subuh

12 Desember, 2014

سَمِعَ سَامِعٌُ بِحَمْدِ اللَّهِ، وَحُسْنِ بَلَائِهِ عَلَيْنَا. رَبَّنَا صَاحِبْنَا وَأَفْضِلْ عَلَيْنَا عَائِذاً بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ

Telah ada yang bersaksi bahawa kami memuji Allah Ta’ala di atas segala nikmat dan ujianNya. Wahai Tuhan kami, temanilah (peliharalah) kami, anugerahkanlah kami kelebihan berlindung dengan Allah daripada api Neraka.

(HR. Muslim) – at Soekarno-Hatta International Airport (CGK)

View on Path


puasa itu ringan, salat itu berat

17 Agustus, 2014

T: “ndi, menurut kamu puasa daud itu asyik ga?”

A: “mas, mau puasa daud?”

T: “iya nih, ndi. daripada gue ga pernah makan siang. mending diniatin sekalian aja puasa daud. bagaimana?”

A: “alhamdulillah. bener tuh mas, banyak keutamaannya tuh.”

T: “oh ya? katanya bagus buat penempaan jiwa juga ya?”

A: “bener banget, mas.”

T: “cocok, kan?”

A: “cocok dong. puasa apapun sebenarnya ringan. apalagi buat orang seperti mas yang ga pernah makan siang. justru yang berat, itu salat.”

T: “ah, lu nyindir gue, ndi?”

A: “eh, maksud saya gak begitu, mas. begini, salat itu memang berat bahkan buat yang rajin salat pun. contohnya ketika sedang kerja atau rapat kemudian waktu salat tiba. alih-alih menghentikan aktivitas untuk salat barang 5-10 menit saja, malah meneruskan pekerjaan bahkan hingga waktu salat habis.”

T: “gue akuin, ndi. gue sih, kepingin salat bukan sekadar kewajiban, tapi kebutuhan. mesti datang dari dalam hati agar salat gak asal-asalan.”

A: “iya, mas. Allah bilang bahwa salat itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. yaitu mereka yang yakin akan menemui Tuhan nya dan dikembalikan kepada-Nya.”

T: “gue udah mulai mencoba salat lagi, paling tidak ketika di rumah. sebelum tidur salat isya dulu, dan sebelum berangkat kantor salat subuh dulu. tapi ya itu untuk salat yang lain belum.”

A: “bagus tuh, mas. lanjutkan dengan salat lainnya. semoga Allah memudahkan.”

T: “ajarin gue, ya, ndi.”

A: “insya Allah, mas. barakallahufikum.”


malam dan siang

3 Agustus, 2012

gambar diambil di Depok, tanggal 3 Agu 2012 jam 05.19 (14 Rmd 1433) dengan kamera Panasonic Lumix DMC-FZ8, 18x zoom

Jika memperhatikan keterangan gambar bulan pada tulisan ini dibandingkan pada tulisan sebelumnya mungkin ada yang bertanya-tanya. Gambar yang diambil bada magrib pada 1 Agustus ditandai 13 Ramadan sedangkan gambar yang diambil bada subuh pagi ini 3 Agustus ditandai 14 Ramadan, mengapa bukan 15 Ramadan?

Di masa sekarang ini pengaruh kalender gregorian begitu luasnya, kalender yang disandarkan kepada siklus matahari selama setahun dan hari baru dimulai pada jam 00:00 dan diakhiri pada jam 23:59. Istilah bulan pada kalender gregorian pun rancu karena terdiri dari 30-31 hari dalam setiap bulan bahkan ada satu bulan yang hanya 28 atau 29 hari. Padahal siklus bulan sendiri hanya 29 atau 30 hari. Padahal juga sejak peradaban manusia dimulai, istilah hari adalah untuk menunjukkan waktu antara matahari terbit hingga terbenam, dan istilah malam adalah waktu antara matahari terbenam hingga terbit. Bahkan ada beberapa pendapat yang dianggap kontroversial menyatakan bahwa penanggalan yang tertera pada lukisan gua berumur 15.000 tahun dan torehan pada tulang berumur 27.000 tahun menggunakan sistem kalender bulan.

Di dalam Islam, agama yang diyakini oleh umatnya sebagai agama universal, Tuhan membagi satu tahun dalam 12 bulan [1] yang terdiri dari 29 atau 30 hari pada setiap bulannya sesuai dengan siklus bulan [2]. Dan sebuah tanggal dimulai sejak matahari terbenam (malam) kemudian terbit  hingga terbenam kembali (siang) [3]. Jika ini dipahami dengan baik, sesuai hasil sidang itsbat 1 Ramadan 1433 bertepatan dengan 21 Juli 2012 artinya bahwa 1 Ramadan 1433 sudah dimulai sejak magrib pada 20 Juli dan berakhir pada 21 Juli saat magrib. Maka keterangan gambar bulan dapat dengan mudah dipahami bahwa 13 Ramadan adalah sejak magrib 1 Juli hingga magrib 2 Juli dan 14 Ramadan adalah sejak magrib 2 Juli hingga magrib 3 Juli, sehingga potret bulan yang diambil bada subuh 3 Juli masih berada pada tanggal 14 Ramadan.

[1] “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus.” [QS At-taubah, 9: 36]

[2] “Sesungguhnya kami adalah kaum yang ummi. Kami tidak menulis dan tidak menghitung. (Hitungan) bulan itu sekian dan sekian“; maksudnya 29 hari atau 30 hari. [HR Albukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Umar radiyallahu anhuma]

[3] “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” [QS Ali Imran, 3: 190]

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” [QS Al Anbiyaa, 21: 33]

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” [QS Al Furqaan, 25: 62]


%d blogger menyukai ini: