menziarahi masjid sunan ampel

5 Agustus, 2010

Waktu Isya sudah lewat satu jam ketika mobil yang kami tumpangi parkir di Jl. Nyamplungan, Surabaya. Kami berhenti di depan gerbang menuju Masjid Sunan Ampel. Sepanjang lorong dijual macam-macam pernik yang mencirikan keislaman, seperti peci, kopiah, tasbih, kitab, kaset ceramah, qiraat dan qasidah, serta kurma dan air zam-zam. Bagi saya ini kali kedua mengunjungi masjid yang didirikan oleh Sunan Ampel, salah seorang tokoh penyebar agama Islam di Jawa Timur, pada tahun 1400-an masehi. Sedangkan bagi teman saya ini kali pertamanya.

Setelah menunaikan shalat Isya, kami menengok lokasi pemakaman yang berada di sebelah barat masjid. Antara lokasi makam dengan masjid selain dibatasi oleh tembok masjid juga dibatasi oleh tembok makam yang terdapat lorong di antara keduanya. Papan peringatan yang terpampang menjadi panduan bagi pengunjung supaya berlaku sopan, tidak shalat di area pemakaman, dan berdoa hanya kepada Allah. Di area pemakaman juga sangat dianjurkan untuk melepas sepatu atau sandal, serta dilarangnya pengunjung berada di area pemakaman pada setiap waktu shalat berjamaah.

Baca entri selengkapnya »


kiya-kiya surabaya

24 Juni, 2005

bukan akhir pekan,
kiya-kiya tempat jajanan malam
terasa sepi
namun asyik buat bercengkerama

mei 05


%d blogger menyukai ini: