free mini cup Häagen-Dazs

23 Maret, 2013

banner_shell_free_minicupSebagai salah satu pelanggan pompa bensin Shell dan pengguna kartu kredit Citibank, selalu saja mendapat penawaran bertubi-tubi dari kerja sama keduanya. Yang paling saya nikmati adalah bolehnya potong poin sehingga mendapatkan harga bensin lebih murah daripada harga tertera. Poin diperoleh dari pembelanjaan kartu kredit di manapun termasuk di pombensin. Penawaran yang berlaku pada 18 Februari – 31 Maret 2013 adalah dengan minimum transaksi Rp 300 ribu akan mendapatkan 1 (satu) Minicup Häagen-Dazs. Pada mulanya di spanduk hanya tertera tanda bintang, syarat dan ketentuan berlaku. Kemudian di setiap spanduk yang terpampang di pombensin Shell, ditempel tambahan “pada transaksi kedua”.

Ternyata, tidak cukup sampai di situ. Karena tidak membaca halaman promo Citibank, saya mendapat kejutan justru ketika menukarkan receipt bertuliskan Free 1 Minicup Häagen-Dazs di retail shop bandara Soetta Cengkareng. Pramuniaga yang menerima saya mengatakan bahwa akan memotong poin yang saya miliki untuk memperoleh es krim gratis. Pramuniaga kedua yang melihat saya bertengkar kecil dengan temannya malah dapat menjelaskan dengan lebih baik. Bahwa setiap membeli bensin Shell sebagaimana disebut di atas, pada transaksi kedua akan diberikan bonus poin sebanyak 1350 poin yang dapat ditukarkan dengan es krim gratis. Sebenarnya belanja dengan poin adalah belanja gratis, namun karena banyak pelanggan seperti saya yang tidak membaca lengkap syarat dan ketentuan dan hanya cukup dengan iklan di spanduk, merasa kena jebakan betmen.

Bagaimanapun, ketika kesederhanaan menjadi sesuatu yang berharga, saya akhirnya membawa pulang  1 minicup es krim untuk dinikmati bersama istri tercinta 🙂

Iklan

Memenuhi Syarat Berdakwah

19 Desember, 2011

Setelah mengetahui keutamaan berdakwah kepada agama Allah, kebanyakan orang yang beriman bersemangat untuk memperoleh manfaat-manfaat dakwah. Namun tidak sedikit dari para juru dakwah yang lupa memperlengkapi diri mereka dengan memenuhi syarat-syarat berdakwah, sehingga dakwahnya tidak efektif bahkan lebih jauh lagi, menyesatkan umat yang didakwahinya. Hendaklah para juru dakwah menghiasi dirinya dengan ketakwaan dan keikhlasan. Dakwah yang didasarkan pada keduanya akan menjadi dakwah yang tulus, tanpa pamrih, tanpa tendensi keduniaan. Karena tujuan dakwah adalah menyampaikan ilmu dan mengajak manusia kepada agama Allah, maka juru dakwah yang bertakwa dan ikhlas tidak menjadikan jumlah pengikut sebagai target. Tidak merasa bersedih dan merasa gagal apabila tidak satupun yang mengikutinya, karena ia telah mendengar kabar dari Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wasalam- tentang nabi-nabi yang pengikutnya tidak lebih dari sepuluh orang, satu dua orang aja, bahkan tak satupun pengikut. Baca entri selengkapnya »


%d blogger menyukai ini: