ruang terbuka hijau

19 Desember, 2014

30:15

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَهُمْ فِي رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.

***

Ruang terbuka hijau adalah oase, kebutuhan warga untuk melepas penat oleh aktivitas keseharian. Sebagai paru-paru lingkungan yang menyegarkan.

Kesalehan adalah sikap, untuk menyediakan, menjaga dan memeliharanya. Baik inisiatif pribadi maupun program pemerintah.

*** – at Soekarno-Hatta International Airport (CGK)

View on Path


taman-taman surga di masjid nabawi

4 Maret, 2014

Didasari oleh hadits riwayat Al-Bukhari & Muslim yang menyebutkan, “tempat antara mimbarku dan rumahku adalah satu taman dari taman-taman surga”, kebanyakan peziarah di Masjid Nabawi begitu bersemangat untuk mendapati Al-Rawdah. Tak peduli waktu dan kondisinya, sampai harus mengantri berdesak-desakan, menunggu waktu buka tirai, berebutan, bahkan sampai menginjak jamaah lain yang terjatuh, demi mendapatkan salah satu taman surga. Banyak di antara mereka yang karena semangat untuk salat di Al-Rawdah malah meninggalkan keutamaan salat di saf pertama. Padahal di Masjid Nabawi, taman surga tidak hanya di Al-Rawdah.

Setiap bada salat Subuh, bada salat Asr, dan bada salat Magrib, akan mudah bagi yang mau untuk mendapati beberapa taman surga di Masjid Nabawi. Taman-taman yang lebih sejuk, damai dan orang-orang yang duduk di dalamnya tidak berdesak-desakan. Majelis yang dinaungi oleh sakinah, rahmat dan dikelilingi para malaikat. Yang apabila orang-orang yang mendatanginya menyebut nama Allah, akan Allah sebut nama mereka di majelis yang lebih mulia di sisi-Nya. Di taman-taman itu ada yang membacakan Alquran dan mempelajarinya, baik dari tahsin (memperbagus bacaan), tafsir (pemahaman), dan hukum-hukum tentang halal dan haram. Ada pula yang mempelajari hadits Nabi.

Bagaimana bisa perkumpulan orang-orang yang membaca kitabullah dan mempelajarinya disebut sebagai taman surga? Bukankah Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda: “‘Jika kalian melewati taman surga maka berhentilah.’ Mereka bertanya, ‘Apakah taman surga itu?’ Beliau menjawab, ‘Halaqah dzikir (majelis ilmu).'” (HR At-Tirmidzi). Selain itu, mendatangi majelis ilmu di Masjid Nabawi, selain bermanfaat bagi kehidupan juga dijanjikan pahala yang setara dengan pahala jihad. Dari Abu Hurairah beliau berkata, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Barang siapa mendatangi masjidku ini, tidak datang kecuali untuk kebaikan yang ingin dia pelajari atau dia ajarkan, maka kedudukannya seperti mujahid di jalan Allah. Dan barang siapa datang untuk selain itu, maka ia laksana orang yang hanya memandang barang orang lain.” (HR. Ibnu Majah)

Duhai, seandainya para peziarah itu tahu keutamaan majelis ilmu di Masjid Nabawi, tentu mereka tidak hanya berebut Al-Rawdah, tetapi juga memperebutkan taman-taman surga lainnya.

Referensi :

Abu Muawiah (2010, October 13). Keistimewaan Masjid Al-Haram dan Nabawi | Al-Atsariyyah.Com. Retrieved February 28, 2014, from http://al-atsariyyah.com/keistimewaan-masjid-al-haram-dan-nabawi.html

Al-Khalafi, A. A. (2004, August 19). Menziarahi Kota Madinah Al-Munawwarah – almanhaj.or.id. Retrieved February 28, 2014, from http://almanhaj.or.id/content/995/slash/0/menziarahi-kota-madinah-al-munawwarah61482/

Syamhudi, K. (2002). Adab majelis ilmu. retrieved February 28, 2014, from http://majalah-assunnah.com/index.php/kajian/hadits/253-adab-majelis-ilmu


akuarium planet – 1

10 Juli, 2012

“Baba, kita kan jadi pergi ke planet-akuarium, ya?” tanya Tsuraya, 3 thn 9 bln, di sela jalan kaki antara Stasiun Cikini dan Taman Ismail Marzuki (TIM), jarak yang cukup jauh bagi anak sekecil itu untuk berjalan kaki tanpa digendong dan menikmatinya dengan berbagai dialog. “Bukan planet-akuarium, adek, Planet-arium! Emangnya planet itu ikan ya, Baba?” sanggah dan konfirmasi Radya, si kakak 6 thn 2 bln, yang juga menikmati perjalanan bermotor sejak dari rumah menuju Stasiun Pondok Cina dilanjut ber-KRL Ekonomi. Sesampainya di Planetarium, hanya pintu kantor saja yang buka. Ternyata, setiap hari Senin fasilitas pengunjung ditutup untuk perawatan.

“Is-ma-il-mar-zu-ki,” Radya mengeja tulisan di bawah patung kepala, “itu patung kepala orang ya, Baba?” saat kami keluar dari halaman TIM. “Iya, nak. Dia adalah salah satu penyair Indonesia yang karya-karnyanya menggugah rasa kebangsaan rakyat negeri ini,” jawab Baba. “Ayo, itu Bubu dan adik-adik sudah menunggu di depan.” Naik Kopaja P20 turun di Jalan Pegangsaan Timur, menikmati KFC Kids Meal dan mainan Spiderman Swing, lalu kembali ke Depok dengan KRL Komuter yang perbedaannya dengan KRL Ekonomi hanyalah AC dan pintu gerbong.

(bersambung)


city of north capital

24 Mei, 2012

Beijing, berbenah sejak tahun Olimpiade tahun 2008, berhasil merubah wajah dan warna kota menjadi lebih bersih, teratur, dan menarik. Berbagai warisan masa lalu maupun masa kemarin menjadi obyek yang menarik para pebisnis maupun wisatawan. Gelanggang-gelanggang olahraga menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara. Bekas apartemen atlet, ditawarkan kepada masyarakat sebagai hunian berprestise tinggi.

Walaupun masih ada kejijikan di beberapa tempat, terutama toilet umum, tetapi wajah kota secara umum menampakkan kebersihan. Masyarakat mulai terbiasa bersih dan menjaga kebersihan. Taman-taman peninggalan masa lalu maupun yang masih terus dibangun, menjadi tempat pelarian bagi penikmat senam Tai Chi di pagi hari, pejogging, maupun yang rehat di bawah pepohonan rindang, terpelihara dari sampah dan vandalisme.

Kota ini, menurut seorang rekan: “cukup livable” tetapi tidak memberi lebih dari cukup itu. Untuk membeli apartemen yang nyaman harus merogoh sekitar RMB40,000/m2 (Rp60 juta). Sementara harga tanah jauh lebih mahal. Memiliki rumah hanyalah bagi orang-orang yang sangat kaya. Para pekerja di Beijing perlu ekstra usaha untuk itu, jika sedang-sedang maka hanya cukup untuk menghidupi saja.

Walaupun harga kendaraan roda empat lebih murah daripada di Indonesia, dengan harga satu liter bensin setara dengan Rp15 ribu ditambah pengaturan kendaraan yang boleh melaju di lalu lintas kota berikut denda sangat tinggi bagi pelanggarnya, jumlah kemacetan dapat dikendalikan. Pemerintah kota memotivasi warga untuk menggunakan transportasi umum seperti bus dan kereta. Di berbagai ruas jalan masih disediakan jalur khusus untuk sepeda, mempertahankan warisan masa lalu.


%d blogger menyukai ini: