perjamuan

21 Mei, 2012

Di antara budaya Cina adalah perjamuan makan menyambut tamu, sebagai bentuk penghormatan bagi tamu. Pimpinan tuan rumah akan duduk di kursi istimewa yang ditunjukkan dengan lipatan serbet yang paling tinggi. Pimpinan tamu akan duduk di sisi kanan tuan rumah, lalu para tamu dan pejabat tuan rumah lainnya duduk mengelilingi meja bundar berputar yang disediakan di atasnya hidangan beraneka rupa dan rasa. Pimpinan tuan rumah akan membuka perjamuan dengan sepatah dua patah kata berisi sambutan dan harapan diiringi dengan bersulang. Kemudian bergiliran pimpinan tamu dan peserta perjamuan untuk angkat bicara dan bersulang. Bahkan, di sela-sela perjamuan saling menghampiri tempat duduk untuk mengucap terima kasih, rasa senang, dan pengharapan, kemudian bersulang.

Dalam bentuk tradisional, persulangan dilakukan dengan 白酒 (baca: Báijiǔ, arti: arak putih) yang dituang di gelas sloki. Persulangan terus dilakukan hingga botol arak yang disediakan tuntas isinya. Pada persulangan pungkas, diucapkanlah harapan-harapan agar hubungan kedua pihak langgeng dan sukses selalu, baik hubungan usaha, hubungan pertemanan, maupun kekeluargaan.

Tamu yang tidak menyambut ajakan persulangan dianggap tidak menghargai jerih tuan rumah dalam mengupayakan perjamuan. Akan tetapi, dalam bentuk moderen, keterbukaan dengan masyarakat yang berbeda budaya dan berbagai alasan seperti alasan agama maupun kesehatan, persulangan dengan arak dapat diganti dengan jenis minuman lainnya, seperti anggur, bir, teh, atau jus buah-buahan. Tentu saja dengan cara penyampaian yang tidak menyinggung hati tuan rumah.


pinjam uang

11 Mei, 2004

beneran deh, gak bisa gak kasihan kalo ada orang yang ga punya atau sedang kesusahan. ceritanya tadi malam kedatangan tamu, temen yang baru aku kenal.

Seminggu sebelumnya dia datang ke rumah untuk pinjam uang karena dia harus bayar hutang. Alasannya dia berhutang karena meminjamkan uang kepada temannya untuk istrinya yang baru melahirkan. Pada saat dia tagih, eh temannya masuk rumah sakit karena DB, padahal si empunya uang mau datang. Dia baru gajian, tapi kalo dia bayar hutangnya dulu otomatis dia gak bisa kasih makan anak dan istri. setelah bicara masalah dia, aku bilang aja, aku gak punya uang sebanyak yang dia mau pinjam, karena keperluanku sedang besar. Aku pinjamkan saja seadanya, dia janji tertulis mau kembalikan bulan depan.

tadi malam dia datang lagi, sepertinya masalahnya berat banget. My Pa and Mom nanya ke aku apa dia mau pinjam uang lagi? Aku bilang aja dia mau curhat, jadilah aku ajak dia makan di luar. Dari obrolan aku dapatkan informasi:

1. dia gak berhasil dapat pinjaman lain selain dari pinjaman ke aku waktu itu,
2. dia gunakan uangku dan gajinya untuk bayar hutang
3. dia usahakan pinjam ke teman-temannya tetapi jahatnya mereka minta bunga pinjaman hingga 30%
4. dia pinjam koperasi dengan bunga 5% saja tetapi baru bisa didapat 10 hari lagi
5. istrinya pulang ke rumah mertua sudah lebih dari 3 hari tanpa kabar, kecuali memberitahu anaknya sakit
6. ibunya terus menanyakan sang cucu dan menantu kenapa belum pulang
7. si teman ini kebingungan mau minta tolong sama siapa

kasihan gak sih…? bayangin aja, kamis kemarin yang lagi hujan deras dan banjir, dia sempat sudah hampir sampai ke rumahku, tapi dia berhenti di masjid dekat rumah dan tidak jadi ke rumah. sabtu dan minggu kemarin dia hang out kemana-mana gak nemu solusinya. Dan dia sampai tadi malam belum ketemu istri dan anaknya sejak hari kamis.

Susah banget deh perasaan dia. Kucoba berempati dengan memberikan solusi-solusi paraktikal yang berat juga untuk dia lakuin. Jam 9 malam kita pulang, dan kusarankan agar dia menemui istrinya segera dan apapun yang terjadi harus bisa dipecahkan bersama-sama.

Mengetahui dia hanya punya uang Rp1500,- saja, tambah miris hatiku, (dulu waktu aku pertama kali kenal dia juga gak punya uang sama sekali untuk pulang dari Bandung ke Jakarta, manalagi kartu sim hp-nya hilang… hiks). Yasu, aku kasih aja ongkos ke dia cukup untuk 3 hari. Dia berharap aku bisa cari bantuan untuknya…


%d blogger menyukai ini: