sopan santun bertelepon

22 Januari, 2014

sebuah panggilan masuk di hp saya dari nomor yg belum saya simpan, saya angkat, “halo.”

suara di seberang berkata, “halo juga.”

“maaf, anda siapa dan apa yg dapat saya bantu?” tanya saya.

“oh gitu ya…, sama teman sendiri lupa?” jawab suara di seberang.

“maaf, saya tidak menyimpan data anda. mohon kiranya memperkenalkan diri,” pinta saya.

“oh gitu sekarang, sudah lupa sama teman. atau apakah karena nomor saya baru, ya?” kata suara di seberang.

“lho. ya kalau tidak mau memperkenalkan diri, bagaimana saya mengetahui dengan siapa saya bicara?” jelas saya.

“saya cuma mau ngobrol sama kamu. tapi karena kamu ga mengenali. ya sudah. kamu simpan nomor saya. lalu ingat2 dulu siapa saya. oke? selamat malam!” telepon ditutup sepihak oleh suara di seberang.

tinggallah saya terbengong2. kok bisa ya? ada orang dewasa yg sopan santun berteleponnya kalah dengan anak TK?

Iklan

antara groovia dan rainbow

8 Januari, 2013

Gara-gara modem dan decoder groovia kesambar petir di bulan Oktober 2012 lalu, ditambah gejala kecanduan Disney Junior dan Nickelodeon pada anak-anak, kami memutuskan untuk stop langganan paket prima (IPTV, Speedy dan Telepon Rumah hanya Rp275 ribu/bulan plus pulsa telepon) kemudian kembali kepada koneksi internet Speedy saja yang katanya lebih stabil. Ternyata benar, tanpa groovia koneksi Speedy terasa jauh lebih cepat karena jalurnya tidak dibagi dengan si IPTV, walaupun hanya mengambil paket kecepatan 384 kbps (Rp99 ribu/bulan).

Belum ada sebulan balik ke Speedy, ada agen Firstmedia datang menawarkan paket Combo Rainbow Plus yang memadukan antara home cable dengan koneksi internet hingga 512 kbps hanya Rp45 ribu/bulan. Tertarik dengan tawaran kecepatan lebih tinggi dan biaya lebih murah, akhirnya kami pun memasangnya. Namun karena dalam taraf percobaan kami tidak memutus Speedy, sebagai cadangan.

Sejak awal pemasangan kami sudah merasakan perbedaan yang sangat signifikan. Dalam hal siaran TV, groovia membuka semua channel, sedangkan Rainbow hanya membuka 21 siaran lokal plus sedikit siaran mancanegara. Untunglah siaran untuk anak-anak hanya D-Kids dan Jimjam yang menurut kami lebih positif bagi anak-anak. Dengan fitur TV yang terbatas, interaksi sesama anggota keluarga menjadi lebih baik.

Sedangkan dalam hal koneksi internet kecepatan Fastnet pada Rainbow terasa lebih lambat daripada Speedy pada groovia. Fastnet pada Rainbow menawarkan kecepatan unduh hingga 512 kbps tetapi kecepatan unggah hanya 110 kpbs. Sedangkan Speedy yang menawarkan kecepatan unduh dan unggah hanya 384 kbps mampu memberikan kinerja yang lebih stabil bahkan sering memberi lebih.

hasil uji kecepatan fastnet 512 kbps

hasil uji kecepatan speedy 384 kbps

Pada awalnya koneksi Fastnet pada Rainbow ini menguntungkan karena anak-anak dipaksa mengurangi aktivitas bermain game online. Lama kelamaan, koneksi yang tidak stabil bikin kesal istri yang menggunakan aktivitas internet untuk berjualan online. Sehingga saya pun kembali menyambungkan Speedy yang menganggur selama sebulan lebih.


susahnya membuat janji

27 Desember, 2010

Barangkali judul ini bertentangan dengan kebiasaan manusia mengenai “susahnya memenuhi janji”, namun kenyataannya demikian. Beberapa tahun yang lalu Telkom Indonesia pernah membuat iklan layanan masyarakat dengan gambaran  kerinduan seorang kakek dengan cucunya. Si kakek datang jauh-jauh dari kampung halaman menuju ke kota tempat tinggal anak dan cucunya. Dalam guyuran hujan, ia tiba di rumah buah hatinya yang sangat dirindukan itu, tetapi sayang sekali tidak seorang pun yang menyambutnya bahkan untuk memberi kehangatan. Rumah yang ditujunya terkunci karena ditinggalkan oleh anak dan cucunya yang sedang bepergian sekeluarga. Saat itu, pentingnya penggunaan telepon untuk menyampaikan kabar dimasyarakatkan oleh perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Saat ini, dimana berbagai kemudahan ditawarkan oleh para penyedia jasa telekomunikasi, baik lewat telepon, telepon genggam, maupun internet, sewajarnya setiap orang mudah menyampaikan kabar, bahkan untuk membuat janji bertemu. Masih ada saja yang mengandalkan datang langsung, alias go show dengan alasan keseriusan. Akibatnya dia dapat saja tidak diterima dengan baik, entah karena orang yang dituju sedang ada kesibukan atau sedang memenuhi janji yang lain.


%d blogger menyukai ini: