Mengajak ke jalan Allah

1 Januari, 2012

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” (QS An-Nahl, 16:125)

Setelah memahami syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang sebelum ia berdakwah kepada manusia, hendaklah pendakwah itu mengetahui bahwa Allah telah memberikan arahan bagaimana dakwah disampaikan kepada manusia:

  1. hikmah. Seorang dai harus mengetahui kondisi obyek dakwahnya dan menyampaikan ilmu kepada mereka dengan bijak, sesuai dengan porsi ilmu yang dapat diterima dan dipahami. Hikmah disampaikan kepada obyek dakwah yang jahil (tidak berilmu) namun dapat menerima kebenaran tanpa penolakan. Seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah ketika menghadapi seorang badui yang kencing di pojokan masjid.
  2. pelajaran yang baik. Ada obyek dakwah yang melakukan ibadah dengan cara yang menyimpang dan enggan menerima kebenaran, kepada mereka dai menyampaikan ilmu dengan memberikan kabar gembira (motivasi) dan peringatan (ancaman).
  3. bantahan. Sebagian obyek dakwah berpaling dari dan menentang kebenaran, kepada mereka dai dapat membantah atau mendebat dengan cara yang lebih baik dan memberikan kepuasan sehingga menerima dan berpaling kepada kebenaran.

Mendebat hanyalah dianjurkan dan dipuji apabila dengannya dan atas pertimbangan maslahat akan membela agama. Mendebat akan dicela dan tidak diperkenankan apabila membantah dengan hal yang batil bahkan melenyapkan kebenaran (QS 18:56), apabila membantah suatu kebenaran yang sudah nyata (QS 8:6), dan apabila membantah tanpa ilmu yang mumpuni (QS 3:66).

Atas dakwah yang dilakukan oleh seorang pendakwah, hendaklah ia kemudian memahami bahwa kewajibannya hanyalah menyampaikan ilmu dan mengajak manusia ke jalan Allah. Sedangkan bagaimana kondisi obyek dakwah setelah ilmu itu disampaikan, adalah urusan Allah:

 إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

“Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS An-Nahl, 16:125)

http://www.ziddu.com/download/18030199/PV_UshulutTsalatsah_UstAbdullahSyaroni_07.mp3.html

Iklan

Memenuhi Syarat Berdakwah

19 Desember, 2011

Setelah mengetahui keutamaan berdakwah kepada agama Allah, kebanyakan orang yang beriman bersemangat untuk memperoleh manfaat-manfaat dakwah. Namun tidak sedikit dari para juru dakwah yang lupa memperlengkapi diri mereka dengan memenuhi syarat-syarat berdakwah, sehingga dakwahnya tidak efektif bahkan lebih jauh lagi, menyesatkan umat yang didakwahinya. Hendaklah para juru dakwah menghiasi dirinya dengan ketakwaan dan keikhlasan. Dakwah yang didasarkan pada keduanya akan menjadi dakwah yang tulus, tanpa pamrih, tanpa tendensi keduniaan. Karena tujuan dakwah adalah menyampaikan ilmu dan mengajak manusia kepada agama Allah, maka juru dakwah yang bertakwa dan ikhlas tidak menjadikan jumlah pengikut sebagai target. Tidak merasa bersedih dan merasa gagal apabila tidak satupun yang mengikutinya, karena ia telah mendengar kabar dari Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wasalam- tentang nabi-nabi yang pengikutnya tidak lebih dari sepuluh orang, satu dua orang aja, bahkan tak satupun pengikut. Baca entri selengkapnya »


manfaat dakwah dan akibat meninggalkannya

3 Desember, 2011

Setelah mengetahui keutamaan-keutamaan mempelajari ilmu tentang Allah, Rasulullah dan Islam seorang muslim dituntut untuk mengamalkannya yang dengan itu ia mendapat banyak manfaat bagi dirinya pribadi. Namun hal ini belum cukup untuk menghindarkannya dari kerugian sebagaimana disebut di dalam Surat Al-Ashr, kecuali ia melakukan bentuk nasihat menasihati tentang kebenaran yang telah diyakini dan diamalkannya. Inilah dakwah, menyeru manusia kepada Islam baik dengan ucapan maupun perbuatan. Tuntutan dakwah ini bersifat fardu kifayah, sebagaimana diperintahkan oleh Allah agar ada sebagian di antara kaum muslim yang menyeru manusia kepada kebaikan, menyuruh perbuatan ma’ruf dan melarang perbuatan mungkar, supaya mereka mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan (QS 3:104). Dengan dakwah pula diserukan agar kaum muslim bersatu dan menggalang kekuatan di atas dasar  pemahaman yang sama mengenai Alquran dan Assunnah (QS 9:71).

Apabila ada orang salih yang enggan berdakwah bahkan meninggalkannya maka ia telah mengundang datangnya laknat Allah sebagaimana orang-orang kafir dari Bani Israil yang dilaknat oleh Allah melalui lisan Daud -alaihisalam- dan lisan Isa bin Maryam -alaihimasalam- (QS 5:78-79). Bahkan amalan yang buruk itu (meninggalkan dakwah) dapat menyebabkan kebinasaan dan kehancuran bagi mereka (QS 11:117). Lebih jauh lagi siksa dan azab yang ditimpakan kepada orang-orang yang berdosa dapat pula menimpa kepada orang-orang salih yang meninggalkan dakwah (QS 8:25), sehingga pada saat itu tidak bermanfaat lagi doa-doa yang dipanjatkan untuk menyelamatkan diri mereka.

http://www.ziddu.com/download/17551546/Makalah03_PV_UshulutTsalatsah_UstAbdullahSyaroni.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/17664203/PV_UshulutTsalatsah_UstAbdullahSyaroni_05.mp3.html


kewajiban menuntut ilmu

21 November, 2011

“Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia mengambil bagian yang banyak.” [HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi]

Masalah warisan bisa jadi berabe, apalagi kalau yang diwariskan adalah harta kekayaan, bisa-bisa saudara sedarah berkelahi sampai berbunuh-bunuhan. Padahal harta dan kekayaan yang sifatnya materi hanya habis pakai selama hidup dan tidak dibawa mati. Kalaupun ada sebagian orang yang dikubur bersamaan dengan harta kekayaannya maka harta itu tidak bermanfaat sama sekali bagi dirinya, apalagi bagi ahli waris yang ditinggalkannya. Bisa-bisa menimbulkan kebiasaan baru: maling kuburan. 🙂

Baca entri selengkapnya »


mencari berkah dari bismillah

13 November, 2011

Ngalap berkah atau tabaruk sering dilakukan oleh manusia dengan harapan mendapatkan berkah dari sesuatu, supaya dimudahkan segala urusannya. Sebagian dari mereka mencari berkah dari tanah kuburan orang yang dianggap wali, ada juga yang mencari berkah dari guntingan kain kiswah (penutup kabah), ada juga yang mengusap-usap suatu benda yang dianggap keramat, dan lain-lain yang ternyata hanya anggapan belaka. Adapun para nabi, mereka adalah manusia yang mendapat bimbingan langsung dari Allah sang pencipta alam semesta, telah mengajarkan bagaimana mencari berkah dengan benar dan lebih selamat dari sekadar anggapan-anggapan. Di antara tuntunan tabaruk yang dibenarkan adalah membiasakan mengucapkan basmalah atau tasmiyah setiap kali memulai aktivitas.

Basmalah adalah mengucapkan: “Bismillahirrahmanirrahim”, sedangkan tasmiyah adalah mengucapkan: “Bismillah”, masing-masing ucapan telah diajarkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasalam mengenai waktu dan tempatnya, dan tidaklah yang satu lebih utama dari yang lain kecuali karena mengikuti waktu dan tempat yang diajarkan oleh beliau. Di antara manfaat dari membaca basmalah atau tasmiyah adalah memperoleh pertolongan Allah dan pengakuan keterlibatan Allah dalam kesuksesan usaha kita.

http://www.ziddu.com/download/17306775/Makalah01_PV_UshulutTsalatsah_UstAbdullahSyaroni_1.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/17413842/PV_UshulutTsalatsah_UstAbdullahSyaroni_02.mp3.html


menjawab pertanyaan alam kubur

23 Oktober, 2011

Setiap manusia yang meninggal dunia akan mengalami ujian alam kubur sebagai fasa pertama akhiratnya. Mereka yang mampu menjawab pertanyaan dua malaikat Munkar dan Nakir akan selamat dan merasakan kenikmatan hingga hari berbangkit, serta dimudahkan dalam proses menuju surga. Namun bagi mereka yang kesulitan menjawabnya akan merasakan siksa alam kubur dan kesulitan-kesulitan lainnya sampai hari mereka dibangkitkan. Maka dari itu penting bagi kita untuk mempelajari dan memahami pertanyaan dua malaikat tersebut.

http://www.ziddu.com/download/16957636/PV_UshulutTsalatsah_UstAbdullahSyaroni_01.mp3.html


%d blogger menyukai ini: