syiah di masjid nabawi

23 Maret, 2014

azan asar berkumandang, toko-toko dan lapak-lapak ditutup. manusia berbondong-bondong menuju masjid nabawi untuk salat berjamaah. tetapi beberapa orang pergi menjauhi masjid.

perempuannya mengenakan kerudung hitam yang panjang dari kepala hingga kaki, dipegang untuk menutupi pakaiannya yang tidak longgar. laki-lakinya berpakaian biasa saja. sebagian laki-laki yang terpelajar memakai serban dan jubah lebar yang melabuh sampai ke tumit.

di al-rawdah, mereka memenuhi posisi favorit, di bagian belakang dekat kamar fatimah. duduk menghadapnya sambil berdoa. lisannya mewiridkan nama ali, fatimah dan husain.

di waktu salat jumat, sebagian dari mereka keluar membuat jamaah sendiri dan salat empat rakaat. sebagian yang berada di dalam masjid duduk khusyuk menyimak khutbah dan ikut salat dua rakaat di belakang imam. ketika salam mereka langsung bangkit dan melanjutkan dua rakaat lagi.

di lorong antara bab al-salam dan bab al-baqi, kaum laki-laki mereka memberi salam di hadapan kubur rasulullah kemudian lirih mencaci di hadapan kuburan abu bakar dan umar.

di halaman masjid, berkumpul kaum perempuan menghadap kubah hijau. melambaikan tangan menyalami rasulullah, melontarkan cacian bagi kedua sahabat beliau. lalu berdoa ke arah kubah hijau, membelakangi kiblat.

di al-baqi, kaum laki-lakinya ramai berkumpul di hadapan gundukan tanah kuburan yang ditandai susunan batu yang dianggap sebagai kuburan aisyah, ibunda kaum beriman. di hadapan kubur itu mereka mencacimaki istri rasulullah yang dimuliakan. mencacimaki beliau pulalah kaum perempuan mereka yang berada di luar tembok pemakaman.

ketika azan dan ikamah mereka tidak bersegera mendatangi masjid nabawi. bila takbiratulihram ditegakkan mereka berupaya menyisip di sela-sela jemaah. mengingatkan jemaah akan kelakuan salah satu makhluk Allah, sekaligus peringatan untuk merapatkan saf.


titip salam untuk kanjeng nabi

9 Maret, 2014

Di antara pesan yang sering dititipkan oleh karib kerabatnya kepada peziarah masjid nabawi adalah, “titip salam untuk baginda rasul”, “titip salam untuk kanjeng nabi”, dan semisalnya. Demi menunaikan amanah tersebut, banyak peziarah yang mendatangi kuburan nabi shallallahu alaihi wasallam berkali-kali dan sayangnya tanpa adab yang dibenarkan.

Ketika mendatangi masjid nabawi, untuk ke kuburan nabi dan kedua sahabat beliau -Abu Bakar dan Umar radiyallahu anhuma– adalah melalui pintu Al-Salam. Tak sedikit yang lupa membaca doa memasuki masjid ketika melalui pintu itu dan lupa menunaikan dua rakaat tahiyatul masjid karena mengira bukan bagian masjid. Kemudian saling dorong antar jamaah dalam kondisi berdesak-desakan demi mendekati kuburan nabi. Lalu memberi salam dan salawat kepada nabi dengan salam dan salawat yang tidak pernah diajarkan oleh beliau atau dicontohkan oleh para sahabat beliau.

Ada yang berlama-lama berdiri menghadap ke kuburan nabi dan berdoa, bahkan ada pula yang mengutuk kedua sahabat nabi yang mulia. Banyak pula yang melambaikan tangan ketika melalui kuburan nabi. Adapun kaum wanita karena tidak diperkenankan masuk ke pintu Al-Salam, berkumpul di luar masjid atau dekat pintu keluar (Al-Baqi) dan melambaikan tangan ke arah kuburan beliau. Dari luar masjid, letak kuburan nabi dan kedua sahabatnya ditandai dengan kubah hijau peninggalan kekhalifahan Utsmani.

Padahal, Abdullah ibn Umar -radiyallahu anhuma- ketika mendatangi Masjid Nabawi adalah melakukan salat tahiyatul masjid dua rakaat kemudian pergi ke kuburan Nabi dan dua sahabat beliau lalu mengucapkan salam kepada mereka, setelah itu pergi tanpa berdiri lama di situ.

Adapun salam yang beliau ucapkan adalah:

السلام عليك يا رسول الله ورحمةالله وبركاته، السلام عليك ياأبابكر، السلام عليك يا عمر.

“Semoga salam sejahtera bagimu wahai Rasulullah beserta rahmat Allah dan berkah dari-Nya. Semoga salam sejahtera bagimu wahai Abu Bakar. Semoga salam sejahtera bagimu wahai Umar.”

Bagaimanapun, menyampaikan salam kepada Rasulullah tidaklah ada perbedaan keutamaan antara disampaikan di hadapan kubur beliau maupun di tempat lain bahkan di kampung sendiri yang jauh dari Madinah. Beliau shallallahu alaihi wasallam telah mengabarkan bahwa Allah akan selalu menyampaikan salawat dan salam dari umat kepada beliau dan atas izin-Nya pula ruh beliau dikembalikan untuk menjawab salam tersebut.

Semoga salam sejahtera dan salawat Allah senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad.


%d blogger menyukai ini: