kewajiban menuntut ilmu

21 November, 2011

“Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia mengambil bagian yang banyak.” [HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi]

Masalah warisan bisa jadi berabe, apalagi kalau yang diwariskan adalah harta kekayaan, bisa-bisa saudara sedarah berkelahi sampai berbunuh-bunuhan. Padahal harta dan kekayaan yang sifatnya materi hanya habis pakai selama hidup dan tidak dibawa mati. Kalaupun ada sebagian orang yang dikubur bersamaan dengan harta kekayaannya maka harta itu tidak bermanfaat sama sekali bagi dirinya, apalagi bagi ahli waris yang ditinggalkannya. Bisa-bisa menimbulkan kebiasaan baru: maling kuburan. 🙂

Baca entri selengkapnya »


tentang spiritualisme

14 Januari, 2008

sejak awal munculnya neo spiritualisme seperti SQ, ESQ, Quantum bla-bla-bla, saya justru merasa semua itu tidak sesuai fitrah dan bahkan mengaburkan makna islam dari sumbernya sendiri, ibarat kita mencari mata air tetapi yang ditawarkan kepada kita adalah air mineral berkemasan. tentu saja dikemas secara ekonomis dan komersial, sehingga untuk khusyuk dalam shalat saja harus bayar sekian juta rupiah dengan dalih investasi. padahal Rasulullah saw dan para pendakwah di jalan yang sahih tidak pernah meminta upah apapun dengan dalih apapun kecuali dari Allah berupa surga dan kenikmatannya.

neospiritualisme hanya cocok bagi mereka yang sudah jauh dari sumber ilahiah, dan hal itu pun patut dicatat hanya sebagai langkah pertama menemukan mata air. bagi muslim yang sudah berada di tengah segara justru harus semakin dalam menyelam memanen mutiara keimanan, bukannya kembali mentah lagi ke asal mula pencarian.

seharusnya sebagai muslim yang memiliki warisan yang berharga (alquran dan assunnah) tidak perlu mencari-cari bentuk lain pengembaraan spiritual karena sudah terpampang jelas pada warisan tersebut cara yang mudah dalam menemukan kedamaian di hati, di kehidupan dunia maupun akhirat.


%d blogger menyukai ini: