wi-fi di rumah

8 Januari, 2013

Terbiasa dengan lingkungan nirkabel untuk koneksi internet di rumah, maka setiap kali mengganti penyedia layanan internet (ISP), setiap saat pula harus setting ulang modem dan wifi router, dan setiap saat pula harus mengalami kerepotan gara-gara lupa setting. Memiliki modem dan wifi router yang terpisah, membuat saya harus mengingat berbagai prosedur, membuka kembali user guide, dan mensinkronisasi keduanya dengan pc atau laptop. Tak dapat dihindari menghubungi layanan pelanggan ISP untuk menanyakan beberapa setting dasar. Namun harus siap-siap menghadapi penolakan karena alat yang kita gunakan berbeda dengan yang disediakan oleh ISP tersebut.

sketsa gambar sambungan wi-fi

Berbekal beberapa kerepotan berikut tips sederhana yang saya catat:

  1. Selalu menyambung modem dan router dalam keadaan mati ke pc atau laptop. Menyambung dalam keadaan hidup masih dimungkinkan namun sinkronisasi seketika menadi jauh lebih lambat.
  2. Setiap ISP memiliki alamat IP yang berbeda dan mungkin juga alamat DNS yang berbeda juga. Pastikan agar kita memasukkan data yang tepat.
  3. Apabila menggunakan modem dan router yang terpisah, amat disarankan untuk mengganti alamat IP pada router supaya menghindari conflict dengan modem yang memiliki IP default yang sama.
  4. Pasang security pada wifi (minimal password) untuk menghindari numpang akses dari luar rumah.
  5. Selalu baca user guide, usahakan bertanya kepada layanan pelanggan, dan googling jika tidak mendapat jawaban yang pas.

mampir di Holland

9 September, 2012

Luchthaven Amsterdam Schiphol alias Amsterdam Airport Schiphol adalah bandara dengan kualitas nomor 1 di Eropa, seperti sebuah kota kecil yang berada pada jarak 10 km di baratdaya kota Amsterdam, Netherlands. Pada kesempatan perjalanan ke USA kali ini, saya sengaja menggunakan maskapai Garuda Indonesia untuk mampir di Holland. Dari pencarian di internet, jika memiliki waktu transit yang cukup kita bisa melakukan tour ke kanal-kanal kota Amsterdam dalam waktu singkat. Hal tersebut dimungkinkan apabila pelayanan kereta api dari bandara Schiphol ke kota Amsterdam aktif. Sayangnya pada hari sabtu itu, menurut petugas informasi airport, pelayanankereta api sedang berhenti karena sedang dalam perbaikan. Sehingga untuk mencapai Amsterdam dengan bus atau taxi memakan waktu 2 jam pp, maka 4 jam transit tidak akan memuaskan.

Karena waktu masih menunjukkan jam 9 pagi sedangkan jadwal boarding pesawat jam 14,  menikmati fasilitas bandara pun sudah cukup melelahkan. Hal pertama yang saya lakukan adalah konektivitas. Fasilitas wi-fi diberikan secara gratis untuk 2×30 menit di ruang tunggu KPN di lantai 2, setelah itu akan muncul pesan:

Foutcode 62: het aantal gratis sessies is verbruikt. Ga verder online met Premium WiFi. artinya kalau mau lanjut online harus bayar.

Stop kontak yang tersedia sama dengan di Indonesia, walaupun airport menyediakan berbagai macam ukuran lubang, kita dibuat nyaman karena tidak memerlukan adaptor untuk mengisi baterai handphone atau laptop. Theater XD yang terletak pojokan sepi pengunjung. Harga tiketnya EUR7 atau USD10 untuk menikmati pengalaman menonton salah satu dari 3 pilihan film petualangan menegangkan 6 dimensi berdurasi 5 menit.  Lantai 2 diperuntukkan sebagai ruang tunggu yang nyaman karena relatif lebih tenang daripada lantai 1. Di lantai ini terletak ruang meditasi, hotel transit dan ruang tunggu eksekutif dari berbagai maskapai, selain itu juga disediakan ruang tunggu dengan kursi nyaman bagi siapa saja yang hendak beristirahat.

Menikmati beberapa gambar yang dipajang di lorong sejarah Schiphol, saya turun ke lantai 1 menuju ke Holland Boulevard, yaitu sebuah tempat di dalam bandara yang diset seperti jalan utama tempat berlalu lalang para musafir dimana kanan dan kiri dipenuhi pertokoan duty free dan tempat makan dengan sentuhan sangat Belanda: bunga Tulip! Di bulevar itu juga terdapat minisitus Rijksmuseum yang memamerkan beberapa lukisan dari koleksi museum Rijks sebenarnya.

Setelah puas cuci mata, saya menuju KLM Lounge yang disediakan untuk para musafir yang menaiki penerbangan kelas bisnis dan eksekutif dari maskapai manapun yang bekerja sama dengan KLM dalam satu jaringan. Setelah register kita dapat duduk menikmati hidangan yang tersedia dan menikmati free wi-fi dengan kode akses: KLMddmmyy dengan dd untuk 2 digit tanggal, mm untuk dua digit bulan dan yy untuk 2 digit tahun pada saat kedatangan. Atau meminta kunci shower untuk mandi dan menyegarkan badan.

Sebagaimana bandara internasional lainnya, Schiphol juga menyediakan ruangan khusus bagi berbagai penganut kepercayaan yang berbeda-beda yang hendak melakukan doa, meditasi, maupun salat. Ruang Meditation Centre yang terletak di lantai 2 hanya berjarak 20 meter dari toilet sehingga memudahkan muslim untuk berwudu. Setelah menunaikan salat berjamaah dengan para musafir lainnya, saya segera menuju gerbang E3 agar tidak terlambat naik pesawat.

G4S alias Group 4 and Securicor yang biasa saya temui di Indonesia sebagai penyedia jasa sekuriti profesional, di Schiphol dipekerjakan untuk memandu para musafir melalui gerbang pemeriksaan keamanan untuk pesawat yang diterbangkan menuju Amerika Serikat. Setiap orang dilayani secara personal untuk memastikan bahwa Schiphol tidak memberangkatkan orang yang bermasalah ke negeri paman Sam. Tidak mengherankan melihat fasilitas yang disediakan oleh Schiphol menjadikannya bandara internasional nomor 1 di Eropa.


no facebook please

22 November, 2010

“According to local government regulation, facebook, twitter and other social networking is not allowed and disabled from our internet service.” It is stated when you click a user agreement during your use of internet services at Shangri-La Hotel Kerry Centre, Beijing and Shangri-La Hotel Dalian in China. Also in public internet such as airport and wi-fi spots. And so does at The Peninsula Palace Hotel, Beijing. Almost at every internet spot do not allow access to that kind of pages. Even accessing wordpress is disabled. This kind of policy made me wonder if facebook, twitter, wordpress are harmful or act as a threat to people of China? Or just as my company does, that those kind of pages are huge consumed of bandwith and never increase any productivity of the workers?


free wi-fi along my trip

16 Desember, 2007

setelah berlalu 12 menit kucoba logout dari koneksi internet pay per use di london heathrow untuk setengah jam. karena jika harus lanjut menulis jurnal akan menghabiskan waktu, sehingga kuputuskan koneksi dengan niat menyambung lagi setelah selesai. tetapi yang terjadi adalah username dan password yang kumasukkan selalu salah. akhirnya kusadari bahwa pay per use adalah untuk sekali login. waduh sayang sekali, remaining time 17 menit tidak bisa kupakai dan aku harus membayar full.

changi airport di singapore hanya menyediakan free internet access untuk fasilitas PC yang disediakan, sedangkan untuk akses wi-fi hanya tersedia bagi pelanggan starhub atau telepon singapore. walaupun ada menu pay per use dan harga promosi $6 per 1/2 jam sampai 31 desember 2007, tetapi menu tersebut hanya loop ke halaman muka bukan ke halaman untuk membeli voucher.

lain halnya dengan hongkong, aku bisa sepuasnya ber wi-fi ria, begitupun dengan hotel tempatku menginap di calgary, bebas 24 jam. memang enak jika punya akses unlimited tanpa bayar 🙂


%d blogger menyukai ini: